Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Hari Wisuda... part. 3


__ADS_3

POV. Putri


Hari ini, aku terlambat menghadiri acara wisuda temanku Ani, mantan kekasih kakak sepupuku Azam. Aku tiba di depan aula tempat wisuda di gelar, tepat saat pengumuman Nilai IPK tertinggi para peserta wisuda. Aku mendengarkan dengan seksama nama peserta wisuda yang disebutkan para dosen yang bersangkutan.


Saat aku mendengar nama temanku Ani disebutkwn, aku merasa kagum dan bangga dengan temanku Ani, walau dia mahasiswa transferan, tapi dia bersaing di kampus bergengsi di kota Medan ini.


" Assalamualaikum kak Azam", ucapku menyapa kak Azam di seberang telepon,


" Wa alaikum salam dek Putri", jawab Azam di seberang telepon,


" Kak, Ani mendapatkan nilai IPK tertinggi kedua di kampus kami ini, dan dia juga mendapatkan beasiswa untuk pendidikan Magister di Universitas Indonesia, Jakarta, aku bangga dengan temanku Ani, walau dia mahasiswa transferan tapi dia bisa bersaing dengan mahasiswa disini, apalagi kampus kami termasuk salah satu kampus bergengsi di kota Medan ini," ucapku dengan penuh semangat.


" Memang Ani orangnya pintar dan baik, karena itulah kakak sangat mencintainya, dan ga bisa melupakannya sampai saat ini, sejak putus dengannya, aku tidak berminat menjalin hubungan dengan gadis lain, pasti hari ini Ani dandan dan terlihat sangat cantik ", ucap Azam sambil membayangkan wajah cantik Ani.

__ADS_1


" Aku belum bertemu dengan Ani kak, aku telat tadi, sekarang aku nungguin di depan aula, dan mendengar pengumumannya dari luar aula", ujar Putri lagi.


" Dek Putri, nanti foto Ani kirimkan dulu sama kakak melalui akun Facebook, agar kakak bisa melihat wajahnya, dan rindu kk segera terobati, tolong ya dek ", pinta Azam.


" Baiklah kak, nanti Adek kirimkan, ngomong -ngomong sekarang Abang lgi dimana dan lagi ngapain?", tanya Putri kepada Azam.


" Sekarang kapal tengker tempat Kakak bekerja sedang berlabuh di pelabuhan yang ada di Australia, yang berada di Sydney. Kemaren kakak baru dilantik menjadi Kapten di kapal ini, dan sekarang kakak lagi istirahat di kabin kapal ini, sambil memandangi lautan luas", ucap Azam sambil tersenyum.


" Selamat ya kak, kok baru di kasih tau hari ini,?, ngapain kakak berdiam diri di kaapl, kelualah, jalan- jalan dan mencari pacar baru, biar ga terlalu terikat hati kakak sama si Ani, kulihat Ani disini bahagia dengan suaminya, seharusnya kakak ga usah mengharapkan dia lagi kak", ucap Putri dengan penuh keyakinan.


" Baiklah kak, semoga kakak cepat bertemu dengan gadis yang pas kena di hati kakak, dan selalu bahagia, nanti Adek telpon lagi ya kak, karena acaranya sudah selesai, dan aku akan mengirimkan foto Ani melalui aku Facebook ya kak", ucapku sambil menutup telepon.


Aku melihat Ani dan keluarganya dari aula, dan aku segera menghampirinya. Selesai memperkenalkan diriku, aku meminta Ani untuk berfoto ria bersamaku, dan Ani bersedih berfoto denganku, sambil memeluk tubuhku.

__ADS_1


Aku bahagia melihat kebahagiaan yang didapat oleh Ani, walau di seberang lautan sana, ada kakak sepupuku yang sedang menderita karena patah hati dan selalu merindukan Ani, tapi apalah daya, jodoh, rezeki, dan maut, Allah yang mengaturnya.


Selesai berfoto ria, mereka mengajakku untuk makan siang di sebuah restoran di, tidak jauh dari kampus kami ini. Namun, aku menolaknya karena aku ada urusan penting untuk mengirimkan foto Ani melalui akun Facebook.


Mereka pun bergegas menuju restoran sederhana, dan aku kembali ke rumahku.


Aku bergegas mengirimkan foto Ani melalui akun Facebook kepada kak Azam, dan kak Azam langsung mengirimi ku SMS,


" terimakasih atas foto nya ya dek!".


Aku merasa simpati dengan kak Azam, dia sangat mencintai Ani, tapi Ani bukan jodohnya, walau aku tahu, Ani juga mencintainya, tapi sekarang dia hidup bahagia dengan suaminya.


Semoga kak Azam segera menemukan jodohnya yang terbaik untuknya. Aamiin...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2