Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Saling percaya dan pengertian... part 2


__ADS_3

Tanpa sadar aku berucap agak keras," Miiraa.. .!", dia langsung menatapku sejenak, kami hanya terdiam saling menatap, kemudian aku menoleh ke sampingku, ternyata suamiku juga mengenal mantan sahabat lamaku, sewaktu sekolah menengah atas dulu.


Mira segera menemui kami dan menyapa kami bersama suaminya Fauzi yang bekerja sebagai bawahan suamiku di kantor tempat mereka bekerja. Kami yang hanya diam terpaku mendengar sapaan mereka, mendadak tersadar, dan menjawab sapaan mereka.


Kami segera masuk ke dalam rumah untuk memulai acaranya. Karena masih syok, yang tiba-tiba bertemu dengan Mira, mantan sahabat lamaku. Aku hanya lebih banyak diam dan kurang menikmati acara makan malam tersebut. Setelah selesai memakan makanan yang sudah kami sediakan untuk teman kerja suamiku. Tepat pukul 11 malam, teman- suamiku, pulang ke rumah masing-masing.


Setelah membersihkan rumah dan mengumpulkan sampah makanan kami, aku mengunci pintu rumah, sedangkan suamiku duduk termenung di atas tempat tidur kami, akupun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan sekaligus mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya.


Selesai sholat, aku menghampiri suamiku yang sedang termenung, aku melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan bertanya pada suamiku, " apa dia Mira, mantan kekasihmu dulu? ", dia langsung membalikkan tubuhnya menghadap ku, dan dia pun mengangguk mengiyakan sambil berkata,"aku tidak tahu kalau dia menikah dengan bawahanku di kantor, aku baru tahu hari ini, tapi kamu kenal Mira dimana,?", aku menghela nafas panjang dan membuangnya melalui mulutku, dengan berat kukatakan padanya, " Dulu aku satu Sekolah SMA dengan Mira disidimpuan, dia dulu sahabatku, dan aku sangat mempercayainya,dan akhirnya dia menghianati persahabatan kami di akhir tahun kelulusan kami dulu dengan pacarku dulu di SMA".


Aku sudah melupakan mereka yang berkhianat padaku, tapi sekarang dia muncul di hadapanku, yang ternyata suaminya Fauzi adalah bawahanmu. Aku sama kagetnya denganmu, ternyata yang melukai kita adalah orang yang sama.

__ADS_1


Ternyata takdir mempertemukan aku dengan Mira lagi, sedangkan aku sudah melupakannya. Suamiku terdiam mendengar ceritaku tentang Mira. Aku bergegas merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, dan suamiku pun mengikutiku untuk tidur, dan sambil berbisik padaku, " percayalah padaku, aku tidak punya perasaan lagi padanya, dan aku juga sudah melupakannya", aku menjawab nya,"aku percaya padamu bang, dan semoga abang tidak pernah menghianati cintaku,". Kamipun tertidur lelap sambil berpelukan.


Pagi hari tiba, aku mengerjakan tugas rumah tangga seperti biasa. Setelah sarapan pagi, kami berangkat ke kampus terlebih dahulu, barulah bang Izal berangkat ke kantornya. Siang hari, bang Izal akan menjemputku ke kampus dan mengantarkan aku ke rumah kami.


Hari demi hari kami lalui, tidak terasa enam bulan berlalu, kami menjalani biduk rumah tangga kami dengan harmonis. Bimbingan Skripsiku juga hampir selesai, tinggal bab penutupan. Seminggu terakhir ini aku tidak pernah bertemu dengan teman baruku Putri, mungkin dia sedang sibuk. Akhirnya dua minggu kemudian, setelah bimbingan Skripsiku yang terakhir, aku bertemu dengan temanku Putri di depan kantin, di saat aku dan dia ingin masuk ke dalam kantin.


Akhirnya kami duduk di kursi yang kosong di sudut kantin, tempat biasa kami nongkrong selama di kampus. Aku bertanya padanya, kemana dia seminggu yang lalu, karena aku tidak pernah bertemu dengannya, da dia menjawab, " aku pergi ke kampung pamanku, ke tempat kakak sepupunu yang keceritakan dulu padamu, ibunya adalah tanteku, baru meninggal dunia seminggu yang lalu, sedangkan kakakku itu belum menikah. Aku sangat sedih melihatnya, sekarang dia hanya sebatang kara di dunia ini, hanya kami, keluar yang dia miliki", akupun berkata," aku turut berdukacita atas meninggalnya tantemu Putri, semoga Allah SWT mengampuni semua dosa nya dan menerima semua amal ibadah tantemu, serta menempatkannya disisi-Nya, do tempat yang terbaik, hanya itu yang bisa kulakukan untukmu, dan semoga kakakmu diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian hidup ini," Aaamiin...


Putri pun kembali bercerita kalau kakaknya sedang pulang kampung saat sebelum ibunya meninggal dunia, karena selama ini dia bekerja di sebuah kapal laut, kapal tengker yang bertugas untuk akspor impor barang. Dia sudah empat tahun bekerja di kapal tersebut, sekarang dia menjabat sebagai Navigator kapal tengker tersebut. Aku hanya diam menyimak cerita temanku itu, sambil meminum minuman dingin yang sudah disediakan di atas meja kami.


Sesampainya di gerbang kampus, aku menelpon suamiku dan menyalaminya. Setelah menaiki sepeda motor, kamipun berangkat untuk pulang ke rumah kami. Di tengah perjalanan, aku melihat tukang rujak keliling menjajakan dagangannya, dan aku mengatakan kepada suamiku agar dia membelikannya padaku dengan rasa yang pedas, sedangkan membayangkannya saja air liurku sempat menetes, apalagi kalau sudah di depan mataku, pasti sangat nikmat.

__ADS_1


Suamiku langsung melajukan motornya mendekati tukang rujak buah, dan membelikannya untukku sesuai seleraku. Setelah membayar tagihan rujak buahnya, kamipun meluncur menuju rumah kami, karena aku sudah tidak sabar ingin menyantap rujak pedas ini.


Sesampainya di rumah, aku langsung turun dari sepeda motor dan bergegas membuka pintu, dan suamiku mengikutiku dari belakang.


Ketika aku sudah di dalam rumah, aku langsung menuju dapur untuk mengambil piring, sendok dan garpu, walau aku belum makan siang, aku langsung menyantap rujak sampai habis tak bersisa. Selesai menyantapnya, aku istirahat sejenak sambil memijit kepalaku karena terasa sakit, mungkin karena terlalu pedas, dan akupun belum makan siang, sehingga mengakibatkan kepalaku jadi sakit.


Aku segera memanggil suamiku, dan dia segera menemuiku di dapur. Aku mengeluhkan sakit kepalaku padanya, dan dia mengatakan kalau aku terlalu banyak makan rujak buahnya, sehingga maag ku kambuh, suamiku bergegas mengangkat ku ke kamar, ketika sedang menuju kamar kami, aku pingsan di pangkuannya, dia jadi pannik, dan langsung membawaku ke puskesmas terdekat dengan menggunakan becak motor. Sebelum berangkat ke puskesmas, dia terlebih dahulu mengunci pintu rumah kami, karena dia takut ada pelaku kejahatan yang beraksi di rumah kami.


Setibanya di puskesmas terdekat, suamiku menggendongku masuk kedalam puskesmas, dan memberitahukan petugas puskesmas bahwa aku pingsan setelah makan rujak buah. Setelah membawaku ke ruangan perawatan, para petugas segera memberikaku pertolongan pertama dengan memeriksa detak jantung ku dan denyut nadi ku. Merekapun memasangkan jarum infus dengan menusuk urat nadiku. Setelah beberapa menit, mereka menyuntikkan obat melalui cairan infus.


Beberapa jam kemudian, akupun tersadar, perlahan ku buka mataku, dan kulihat suamiku menungguiku dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran. Aku menggenggam tangannya perlahan, dan dia segera memelukku, saking bahagianya melihat aku sudah sadar. Dia langsung memanggil dokter umum yang merawatku. Dokter umum langsung datang menemui kami, dan menceritakan hal yang menyebabkan aku pingsan.

__ADS_1


Aku dan suamiku terkejut dan bahagia mendengar bahwa aku sedang hamil tiga minggu...


Bersambung...


__ADS_2