
Di hari yang penuh berkah ini,Idul Fitri,dimana semua orang berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga maupun sanak saudara,hari yang dipenuhi dengan kebahagiaan,hari yang dipenuhi dengan hati yang lapang dan ikhlas untuk saling memaafkan,tidak kudapatkan di keluargaku,di rumah nenekku.Akibat dari keributan yang dilakukan oleh salah satu pamanku,mengubah suasana rumah nenekku yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan,tetapi sebaliknya,hanyalah kesedihan dan kekecewaan yang kurasakan. Setelah sholat idul Fitri,aku menyalami nenekku dan paman serta bibiku yang juga ikut sholat idul Fitri di masjid. Masjid di desa kami lumayan besar dan luas,mampu menampung jamaah yang ikut melaksanakan sholat,hanya saja untuk sholat idul Fitri tajun ini jamaahnya sangat padat,sehingga dihalaman masjid juga ada jamaah yang sholat dengan membawa tikar dan sajadah masing-masing,mungkin tahun ini banyak saudara atau perantau yang pulang kampung ke desa kami,sehingga masjid di desa kami tidak cukup untuk menampung jamaah yang ikut sholat idul Fitri tahun ini
Selesai menyalami keluarga dan sanak saudara yang bertemu di masjid,di tengah perjalan pulang,kebetulan aku bertemu dengan teman sekolahku dulu,dan kami lumayan dekat,namanya Azam. Dia menghampiriku," Ani gimana kabarnya,?"tanyanya," Alhamdulillah sehat zam," jawabku dengan tersenyum,dan balik bertanya," zam sehat juga kan? selama ini tinggal dimana?"," Alhamdulillah saya juga sehat Ani,selama ni saya tinggal di kota Medan,dan bekerja di sebuah pabrik sepatu",jawabnya," syukurlah kalau Azam udah mandiri dan sukses,"ucapku sambil melihat wajahnya,karena selama perjalanan pulang,kami berjalan berdampingan dengan jarak yang cukup jauh,karena takut nanti ada fitnah di kemudian hari. Tidak terasa,aku sudah hampir sampai dirumah, sedangkan Azam rumahny masih lumayan jauh, keluargaku suda terlebih dahulu tiba dirumah. Tinggal beberapa langkah ke rumah kami,"Ani udah rencana hari ini untuk pergi?" tanya Azam,akupun menjawabnya," hari ini,aku akan berangkat ke sidimpuan bersama pamanku,dan tinggal disana,agar aku bisa melanjutkan kuliahku yang terbengkalai sebelumnya," jawabku,dan aku melihat ada rasa kecewa di sorot matanya,kemudian dia pun pergi tanpa pamit kepadaku,aku pun hanya diam membisu melihat kepergiannya.
Akupun masuk kedalam rumah,dan bergegas masuk ke kamarku untuk mengemas pakaian dan barang-barang yang aku perlukan ke dala koper yang sudah kusiapkan jauh-jauh hari,agar tidak ada yang tertinggal,aku memeriksa koperku kembali,setelah semuanya sudah lengkap,aku pun mengunci koperku denga baik.
Aku memang merasa berat untuk meninggalkan nenekku yang baru sembuh dari sakitnya,tapi apa boleh buat,keadaan yang memaksa aku harus pergi jauh dari nenekku. Sebelum kuliahku terbengkalai,aku memang tinggal di sidimpuan,tapi tidak bersama pamanku,aku ngekos di dekat kampus tempat aku kuliah.Aku kuliah ngambil jurusan MIPA,Prodi Biologi di sebuah universitas di sidimpuan.Sekarang aku harus tinggal bersama pamanku,agar aku tetap bisa melanjutkan kuliahku sampai selesai.
Aku memang kurang bahagia tinggal bersama pamanku,karena aku tahu bibiku tidak pernah menyukai keluarga dari pamanku,karena menurut bibiku,keluarga kami adalah keluarga amburadul,tapi aku juga heran,kenapa bibiku mau menikah dengan pamanku yang dari keluarga miskin dan amburadul ini. Hal ini tidak pernah aku sampaikan kepada siapapun,hanya kutelan sendiri pahitnya semua perkataan bibiku,bahkan dia sering bilang kalau aku anak yang tidak beruntung,karena aku dilahirkan di keluarga yang tidak lengkap,seperti anak yatim-piatu,padahal orang tuaku masih hidup.Aku hanyalah hamba Allah yang lemah, tidak berdaya,aku hanya menjalani taqdir hidupku saja,dan aku ikhlas menerimanya. Semua perkataan yang menyakitkan itu,kudiamkan saja,karena aku yakin semua akan indah pada waktunya.
Akupun keluar kamar menuju dapur, sambil malihat ke ruang tamu,apa pamanku sudah selesai mengemas pakaian dan barang-barang mereka,karena aku juga ingin membantu mereka berkemas.Selesai membantu bibi untuk berkemas,akupun pergi ke dapur untuk mengisi perutku yang mulai keroncongan,karena lapar,setelah keributan yang dibuat pamanku itu,aku kurang nafsu makan,kefikiran dengan semua perkataannya yang menyakiti perasaanku,dan sejak itu pula aku tidak melihatnya,mungkin dia kembali kerumahnya di seberang sungai desa kami ini.
__ADS_1
Setelah kenyang,aku bergegas menemui nenekku,dan berkata"selama aku tidak disini,nenek jangan terlalu diporsir menjahitnya,walau banyak pesanan,semampu nenek saja,karena aku tidak dirumah ini lagi untuk membantu nenek,dan jaga kesehatan y nek,jangan terlalu banyak fikiran","iya cucuku tersayang,tenang saja,sesekali aku akan ke sidimpuan untuk menjengukmu",jawab nenekku. Akupun memeluknya,dan mencium pipinya.
"Ani....!!!",paman memanggilku,aku pun segera menghampirinya,"bawa barang-barangmu kedepan,biar kita bisa berangkat,karena barang kami sudah ada di pinggir jalan,jadi tinggal barangmu saja yang kamu bawa ya!"," iya paman",jawabku. Akupun bergegas mengambil barang- barangku di kamar,dan membawanya kedepan,dipinggir jalan,dan kuletakkan disamping barang - barang pamanku agar tidak tercecer,dan tidak ketinggalan. Saat menunggu mobil angkutan umum,hp ku berdering,
"triiing..lalala.."
"triiiing..lalala..."
Aku melihat layar hp ku,ada nama bang Izal, pamanku melihatku dengan sorot mata yang tajam,jadinya aku merejact panggilan bang Izal,dan mengirimkan SMS kepadanya, "maaf bang Izal,aku lagi bersama pamanku,nunggu angkutan umum untuk berangkat ke sidimpuan,nanti malam kuhubungi ya bang Izal..!".Setengah jam pun berlalu,akhirnya angkutan umum pun lewat,mungkin karena masih lebaran,angkutan umum jarang lewat,sedang berlebaran. Akupun pamit kepada nenekku dan menyalaminya,serta mencium pipinya. Pamanku yang disipirok masih dirumah nenekku sampai hari raya ketiga katanya untuk menemani nenekku. Kamipun masuk kedalam angkutan umum,dengan membawa barang-barang kami. Setelah kami duduk,barulah pak sopir melajukan mobil angkutannya kembali. Didalam hatiku,akupun membaca doa keselamatan naik kenderaan,agar Allah SWT melindungi kami sampai tujuan.
Aku tiduran diatas tempat tidur sambil memainkan hp ku, akupun teringat bang Izal,aku mengirimkan SMS kepadanya," bang,aku sudah tiba dirumah pamanku,Abang lagi dimana sekarang...?"", sejenak aku menunggu balasan SMS ku,sebelum mandi,karena tubuhku merasa lengket karena keringatan saat naik angkutan umum,
__ADS_1
triiing...triiing....
Aku melihat layar ponselku ada SMs masuk," Alhamdulillah adk tiba dgn selamat,abang juga baru tiba dikampung,karena tadi sempat singgah di rumah teman,nanti malam Abang telepon ya dek....!!?" balasnya,"iya bang" hanya TU isi SMS yang kukirim padanya. Akupun bergegas untuk mandi,agar lebih segar,dan bisa membantu bibiku memasak makan malam,karena sudah sore.
Selesai membantu bibi memasak makan malam,akupun membersihkan rumah pamanku,karena banyak debu dan sampah. Setelah semua terlihat bersih,dan membuang sampah ke tempat sampah di pinggir jalan,aku mencuci tanganku dengan sabun agar semakin bersih,dan terhindar dari kuman,sesuai kata pepetah," kebersihan itu sebagian dari iman".
Aku duduk di teras rumah,sambil melihat orang yang lalu-lalang di jalan raya. Tanpa terasa waktu berlalu,sebelum adzan magrib berkumandang,aku masuk kedalam rumah,dan menunggu adzan selesai,dan melaksanakan kewajibanku sebagai muslim yang taat kepada Allah SWT. Sewaktu sholatlah aku bisa mencurahkan isi hatiku kepada Maha Kuasa,karena aku tidak memiliki siapapun untuk aku mencurahkan isi hatiku. Setiap selesai sholat,hati dan pikiran terasa tenang dan tanpa beban lagi,dan aku akan semakin kuat dalam menjalani hidupku ini.
Selesai sholat aku membantu bibiku untuk menata makanan diatas meja makan,dan kamipun makan malam bersama. Selesai membersihkan meja dan mencuci piring kotor,aku menyusul paman dan bibiku di ruang tv,untuk berkumpul dengan mereka. Pamanku saat ini belum mempunyai anak,mungkin Allah SWT belum memberikan mereka kepercayaan untuk menjadi orang tua. Kami meonton tv bersama,dan pamanku berkata" besok paman akan pergi ke kampusmu untuk mengurus masalah kuliahmu yang terbengkalai dulu, mudah- mudahan kamu bisa cepat kuliah kembali,karena menurut paman kamu adalah anak yg pintar,buktinya tiga tahun kamu dapat beasiswa di kampusmu kuliah,berarti kamu mampu menyelesaikan kuliahmu,untunglah belum ujian semester,jadi kamu masih bisa mengejar ketinggalanmu selama dua bulan yang tertunda kemaren","iya paman,aku akan berusaha untuk menyelesaikan kuliahku dengan baik dan tidak mengecewakan paman,bibi dan nenek"ucapku.
Aku merasa mengantuk dan pamit kepada paman dan bibiku untuk tidur lebih dulu. Sebelum tidur,aku sholat isya dulu,barulah kubaringkan tubuhku dengan nyaman diatas tempat tidur,aku memeriksa ponselku,ada lima panggilan tidak terjawab dari bang Izal, akupun langsung menelponnya balik,karena aku yang tidak ingat kalau kami sudah berjanji untuk mengobrol melalui telepon malam ini. Panggilanku yang kedua barulah bang Izal mengangkat teleponny,
__ADS_1
"Assalaamu alaikum bang Izal...! maf tadi aku ga ingat kalau Abang akan menelpon ku malam ini,!"ucapku," tidak apa-apa,mungkin adek lagi sibuk atau ketiduran,jadi ga ingat,TU hal biasa,manusia tidak bisa luput dari kesalahan dek,tidak usah khawatir,Abang tidak marah kok sama adek"jawabnya, Akupun tersenyum mendengarnya,dan aku bahagia karena Abang Izal bukanlah lelaki pemarah,karena aku sudah trauma dengan kemarahan pamanku yang jahat sejak aku kecil."iya,makasih atas pengertian Abang,kapan jadinya kita ketemuan bang,maksudnya kapan Abang kesidimpuan menemui aku?",tanyaku,"inshaa Allah,besok Abang akan datang kesidimpuan menemui adek,kerumah paman adek,dimana alamatnya,?"ucapnya,"di gang sitamiang bang,pas dipinggir jalan raya,rumah cat warna hijau nmor ,28,ada warung sembakonya bang",jawabku."iya,besok Abang kabari adek sebelum berangkat kesana,dan tunggu Abang y dek",jawabnya,"iya bang,kutunggu Abang y dirumah"jawabku sambil tersenyum. Setelah satu jam lebih mengobrol di telepon,kamipun mengakhirinya karena sudah mengantuk dan ingin tidur, "semoga mimpi indah ya dek"....
Bersambung...