
Aku bergegas ke kamar tidur untuk melepaskan pakaianku dan menggantinya dengan gaun tidur transparan yang kami beli tadi siang.
Setelah selesai memakai gaun tidur, aku menemui suaminya di ruang tv, dan mencontoh kan adegan romantis yang dilakukan oleh artis yang ada di film tersebut.
Suamiku kaget melihat adegan romantis yang aku lakukan, persis seperti yang di film, sambil menelan ludahnya sendiri, dia memperhatikan lekuk tubuhku yang padat berisi, karena sedang hamil. Walau perutku mulai tampak membuncit, tapi tidak mempengaruhi penampilanku malam ini. Sebelumnya kusempatkan berdandan, agar terlihat lebih menggoda.
Aku berjalan perlahan mendekati suamiku sambil mengulurkan tanganku, agar kuami berdansa persis seperti adegan dewasa yang ada di dalam film. Suamiku berdiri dan menarik tanganku, langsung memeluk tubuhku dan mulai menciumiku, aku pun membalas ciumannya dengan penuh gairah.
Akhirnya kami tidak jadi berdansa, karena suamiku langsung mengangkat tubuhku ke kamar tidur dan menaruhku di atas tempat tidur. Dia kembali mencumbuiku dengan penuh semangat, sampai kami saling melepaskan pakaian kami masing-masing. Adegan romantis kami melebihi adegan romantis yang ada di film tadi.
Kami lewati malam ini dengan penuh kenikmatan dan kepuasan yang maksimal, sampai pada puncaknya, kami sama-sama terkulai lemas, karena kehabisan tenaga.
Malam yang dingin, menjadi hangat bagi kami, karena aksi kami yang selalu hot dan penuh semangat.
__ADS_1
Ke esokan harinya, kami bangun terlambat. Bang Izal langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan aku ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suamiku.
Suamiku terlebih dahulu melapor ke atasannya di kantor, sekalian minta izin untuk menghadiri pesta pernikahan family kami yang di Kota Binjai.
Selesai berpakaian, bang Izal langsung sarapan pagi, dan aku hanya menemaninya sarapan, karena aku belum mandi, sekarang saja, aku hanya menggunakan kain sarung.
Bang Izal langsung tersenyum, ketika melihat tanda merah di leher dan sekitar dadaku, hasil perbuatannya semalam. Aku hanya cuek saja dengan tingkahnya itu.
Selesai sarapan, bang Izal langsung pergi ke kamar untuk mengambil kunci sepeda motornya, dan aku tidak mengantarkannya lagi ke depan rumah. Setelah berpamitan padaku, suamiku langsung berangkat ke kantornya.
Setelah memakan pakaianku, aku mengemasi barang-barang yang akan kami bawa ke Kota Binjai. Agar tidak ada yang ketinggalan, aku mencek ulang, barang yang sudah kumasukkan ke dalam tas ransel. Kadonya nanti akan diikat bang Izal di box bagian belakang sepeda motor kami yang bisa dibongkar pasang.
Selesai berkemas, aku sarapan pagi, nasi goreng pake telur mata sapi yang sudah kumasak tadi. Setelah kenyang, aku mencuci piring kotor yang sudah ku kumpulkan di westafel.
__ADS_1
Setelah menyusun piring yang sudah kucuci ke dalam lemari piring. Aku menyapu seluruh ruangan yang berdebu, agar saat kami pulang dari acara pesta pernikahan family, rumah kami tidak terlalu kotor.
Aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku, karena berkeringat setelah melakukan pekerjaan rumah tangga.
Sekarang, aku sedang memakai pakaian yang baru dibeli suamiku kemaren, gamis berwarna merah maroon, dan aku mengenakan jilbab warna hitam.
Beberapa jam kemudian, suamiku sudah tiba di depan pintu rumah kami, dan aku langsung membukakan pintu untuknya.
" Adek udah selesai berkemas ?", tanya bang Izal sambil tersenyum padaku.
" Udah sayang, sekarang kita tinggal berangkat aj menuju tempat acara pernikahannya!", ucapku sambil memeluknya.
Kami segera membawa barang bawaan kami, dan setelah mengunci pintu rumah, kami langsung berangkat..
__ADS_1
Bersambung...