
Hari demi hari, Minggu berganti bulan, tidak terasa dua bulan berlalu. Hari ini, hari terakhir suamiku bekerja sebelum liburan tahun baru.
Kami berencana berangkat ke kampung nanti malam sehabis sholat isya. Karena setelah pulang bekerja, kami akan belanja oleh-oleh ke pasar khas kota Medan.
" Abang berangkat ya dek", ucap suamiku sambil mencium keningku
" Iya sayang, hati-hati ya di jalan", ucapku sambil mencium tangannya.
Setelah mengantarkan suamiku ke teras, aku masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Aku bergegas menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang belum kuselesaikan.
Sehabis menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, aku masuk ke dalam kamar kami untuk berkemas keperluan kami di kampung.
Alhasil ada satu koper besar dan satu koper kecil yang sudah kukemas selama beberapa jam.
Karena merasa lelah, aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan akhirnya aku ketiduran dan terbangun saat suamiku pulang dan memanggil namaku dari jendela kamar kami.
Aku bergegas menuju ke pintu rumah untuk membukakannya.
" Maaf ya sayang, adek ketiduran, jadi ga tau abang udah pulang", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Ga apa-apa sayang, adek ga boleh terlalu banyak aktivitas yang menyebabkan tubuh adek kelelahan, kasihan anak kita di dalam perut juga ikut kelelahan", ujar suamiku sambil mengelus perutku.
__ADS_1
" Iya sayang", ucapku sambil memeluknya.
Kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 2 siang, dan kami segera masuk kedalam rumah dan membersihkan diri. Kami pun sholat Dzuhur secara bergantian, Karena suamiku masih mandi.
Selesai sholat, aku menuju dapur untuk menyiapkan makan siang kami, berupa ayam goreng Kalasan, sambal terasi dan sayur sawi yang di rebus.
" Ayo makan siang sayang", ucapku ketika melihat bang Izal sudah ada di sampingku.
" Ayo dek, kayaknya mantap nih menunya", ucap suamiku.
" Berarti menu yang adek bikin kemaren - kemaren ga mantan maksudnya", ucapku cemberut.
" Mantap kok sayang, apapun yang adek masak pasti enak dan maantaap", ucapanya menghiburku.
Selesai membersihkan meja dan mencuci peralatan masak dan makan, kami bersiap-siap untuk belanja oleh-oleh khas kota Medan.
Setelah mengunci pintu rumah, kami berangkat menuju pusat perbelanjaan dengan menaiki kuda besi kami,si Putih.
Lima belas menit kemudian, kami tiba di depan pusat perbelanjaan Carrefour. Kami memarkirkan kuda besi kami di tempat parkir yang sudah disediakan. Setelah menerima kartu parkir, kami masuk ke dalam pusat perbelanjaan, dan menuju ke toko pakaian, untuk membelikan baju ayah mertuaku dan adik iparku, serta nenek, dan juga adikku, masing-masing satu stelan.
Selesai membeli pakaian, kami menuju toko roti, Cinta Bakery. Kami membeli Bika Ambon, donkin donat's, dan lapis legit. Kami pun menuju KFC untuk menikmati makanan khas ayam goreng yang lezat.
__ADS_1
Setelah menyantap makanan yang kami pesan, suamiku membayar tagihan makanan kami. Kamipun bergegas menuju tempat parkir kuda besi kami. Setelah memberikan kartu parkiran ke petugas parkir, kami menuju rumah kami.
Sesampainya di rumah, pukul 5 sore, Kami beristirahat sebentar di atas tempat tidur. Suamiku memeluk tubuhku dengan erat, sambil mengelus perutku dan mencium keningku, kemudian pipiku.
Aku membalas pelukannya dengan penuh gairah, karena aku merasa bergairah dengan ciuman yang diberikan oleh suamiku kepadaku.
Suamiku semakin terangsang dengan reaksiku, dan kamipun melanjutkan permainan kami ke dalam kamar mandi. Setelah bermanfaat dengan penuh adegan romantis yang hot.
Selesai saling memuaskan satu sama lain, kami segera berpakaian di kamar tidur kami. Kami beristirahat di kamar tidur sambil memainkan hp.
Dua jam kemudian, kami berangkat ke loket bus Bayang Pane dengan menggunakan taksi, karena barang bawaan kami lumayan banyak, sedangkan kuda besi kami, kami titipkan ke rumah bawahan suamiku.
Dua puluh menit kemudian, kami tiba di loket,
dan suamiku menurunkanku barang bawaan kami dari taksi menuju loket.
Petugas loket menaruh barang bawaan kami ke dalam garasi bus.
Kamipun duduk di bangku yang sesuai dengan nomor tiket yang sudah kami beli.
Aku menyandarkan kepalaku ke bahu suamiku, karena aku ingin tidur. Suamiku menggenggam tanganku sambil tersenyum padaku.
__ADS_1
Kami datang kampung halaman, ucap kami dalam hati...
Bersambung...