Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Pesta Pernikahan... part. 6


__ADS_3

Setelah menyusun piring bersama kak Khadijah, kami pergi ke dapur untuk sarapan pagi. Kami segera mengambil nasi goreng dan telur mata sapi untuk kami makan pagi ini. Aku sekalian mengambilkan sarapan untuk bang Izal dan mengantarkannys ke belakang.


Aku melihat bang Izal dan pamanku sedang mengobrol sambil mengaduk -aduk rendang daging sapi yang hampir matang.


" Bang, sarapan dulu", ucapku sambil meletakkan piring yang berisi nasi goreng ke atas meja di dekat pintu dapur.


" Iya dek, bentar lagi, taruh aja dulu di atas meja y!", ucapnya sambil tersenyum.


" Paman udah sarapan?", tanyaku pada pamanku.


" Iya Ni, tadi pagi - pagi sekali udah sarapan sama bibimu", ucapnya sambil tersenyum padaku.


Aku bergegas menuju dapur untuk sarapan y, karena perutku mulai keroncongan minta di isi.


Setelah duduk di samping kak Khadijah, kamipun makan bersama.


Selesai sarapan pagi, para tetangga mulai berdatangan untuk membantu bibiku dan nenekku. Kue yang dipesan sudah diantar. Jam menunjukkan pukul 7.30 pagi, bibiku menyuruhku untuk membantu kak Khadijah untuk bersiap-siap memakai baju pengantin.


Aku dan kak Khadijah bergegas menuju kamar kak Khadijah.


Setelah beberapa menit, kak Khadijah sudah selesai memakai baju pengantinnya berupa kebaya putih bertabur manik-manik yang menambah kesan glamor di bajunya, dan jilbab putih dan dilapisi selendang putih, sana seperti aku dulu, kak Khadijah juga merasa gugup di hari pernikahannya ini


" Dek, bagaimana perasaanmu dulu saat menikah dengan Izal?", tanyanya padaku,


" Aku gugup kak, deg-degan gitu, campur aduklah, ada bahagianya juga, secara aku kan mencintai bang Izal kak, tapi aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku,di saat kami menikah, wajahnya biasa-biasa saja, tapi aku tetap bahagia kok, karena dia perhatian dan peduli padaku, apalagi aku sedang hamil, mungkin suatu saat dia akan mencintaiku juga seperti cintaku padanya ", ucapku sambil tersenyum.

__ADS_1


" Sabar ya dek, perbanyak berdoa kepada Allah SWT, yang bisa membolak-balikkan hati,semoga rumah tangga kalian selalu bahagia ya dek", ucapnya padaku sambil memelukku.


" Aamiin kk, kakak juga semoga selalu bahagia selamanya", ucapku sambil membalas pelukannya.


Setelah beberapa jam kemudian, mempelai prianya tiba di rumah bibiku ini.


Kami segera di panggil untuk keluar dari kamar, agar acara akad nikahnya bisa di mulai.


Aku sangat penasaran ingin melihat mempelai prianya, di saat mempelai prianya di suruh penghulu untuk mengambil wudhu, agar berpapasan di depan kamar mandi belakang, saat aku sedang ingin ke belakang untuk mengambil makanan untukku.


" Aanii...!", ucapnya padaku sambil mulutnya terbuka, karena kaget melihatku berada di acara pernikahannya.


" Raka..!"ucapku tak kalah kagetnya.


" kamu ngapain disini Ani", tanyanya padaku,


" Aku disini untuk menghadiri acara pernikahan kakakku, Khadijah ", ucapku sambil tersenyum.


" Khadijah adalah kakakmu, aku baru tau sekarang, aku sering kesini mengunjungi Khadijah, tidak pernah melihatmu disini", ucapnya heran,


" Nanti kamu tanya sama kak Khadijah gimana hubunganku dengannya, sekarang kamu lekas ngambil wudhu, semua orang udah pada nungguin kamu, kasihan kak Khadijah lama menunggu kamu", ucapku sambil tersenyum.


" Dek, ngapain disini ", tanya bang Izal dari belakang Raka.


" Ga ada bang, ini aku mau ngambil kue untuk cemilanku, ternyata ada Raka, tetangga jauh juta di perumahan tempat kita ngontrak, dia yang mau nikahan sama kak Khadijah", ucapku sambil tersenyum.

__ADS_1


Bang Izal langsung menarik tanganku dan berkata" Kalian kelamaan ngobrolnya, semua udah pada nungguin tuh", ucap bang Izal dengan tersenyum padaku.


Akad nikah pun dimulai,


Saya terima nikah dan kawinnya Khadijah binti Muhammad, tuunaai..


Sah..


sah..


para saksi yang menghadiri ikut mengatakan..


sah..


dan seraya mengucapkan Alhamdulillah...


Pak penghulu memimpin doa.


Selesai berdoa, sekarang acaranya untuk makan siang.


Para tetangga mulai mengambil makanan masing-masing yang sudah disediakan di teras rumah di atas meja. Para tetangga pun makan di atas kursi yang sudah disediakan.


Pengantin baru sedang sibuk melayani...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2