
Waktupun berlalu dengan cepat,tanpa terasa besok adalah hari pernikahanku,semoga acara pernikahanku besok berjalan dengan lancar,ucapku dalam hati. Seperti biasa,aku melaksanakan tugasku dirumah paman dengan giat dan semangat. Ketika duduk di teras rumah,aku mellihat pamanku yand dari sipirok dan adikku berjalan menuju rumah,aku bergegas menghampiri mereka,dan menyalami paman,bibi dan adikku,karena anak pamanku masih balita,aku meminta bibiku memberikannya padaku agar aku bisa menggendongnya,Anak pamanku sangat tampan,adikku juga sebenarnya tampan,tapi karena dia sangat nakal,aku tidak terlalu menyukainya,karena dia sering menyusahkan nenek dan paman,terkadang nenekku sampai khawatir dibuatny. "gimana kabarmu dk Irul?",tanyaku sambil berjalan menggendong anak pamanku,"sehat kak,",jawabnya dengan cuek,"kamu jangan membuat khawatir nenek dan paman lagi,kamu sudah besar,sudah kelas 2 SMA,seharusnya kamu sudah bisa berfikirku lebih dewasa,kita kan tidak punya orang tua,kita hanya punya nenek yang mau merawat kita,apa yg kamu tidak kasihan melihat neneksering jatuh sakit karena memikirkan ulahmu yang kadang keterlaluan,nanti kalau sempat paman BB marah dan tidak mau menyekolahkanmu,gimana dk?,Kamu mau mengadu sama siapa dan pergi kemana,?,pikirkan dahulu sebelum berbuat ya dek,!",ucapku pada adikku,dan dia hanya diam saja,tidak ada respon sama sekali,semoga aja dia mengingat dan mencerna nasihatku ini,ucapku dalam hati. Akhirnya kami tiba dirumah paman,dan nenekku sudah ada diteras menunggu kami," Assalaamu alaikum..."ucap pamanku terlebih dahulu,dan mencium tangan nenekku, adikkupun mengikutinya dari belakang,aku juga mengikuti paman,bibi dan adikku. Nenek langsung menyapa pamnaku,dan adik-adikku,sambil tersenyum bahagia melihat mereka sudah tiba dirumah paman. Nenek sudah mengatakannya kepada pamanku yang didesa agar ikut menghadiri acara pernikahanku,tapi katanya dia tidak sempat datang,karena banyak urusan." sudahlah nek,kalau dia tidak mau datang,biarin aja,yang penting bagiku nenekku datang dan memberi restu untukku.
Kami masuk kedalam rumah,dan aku membawa barang-barang pamanku ke kamar yang kutempati, karena rumah paman hanya memiliki dua kamar,nantinya kami akan tidur beramai-ramai di ruang tv,karena paman dan bibiku akan tidur dikamarku. Anaknya Raihan yang masih balita,tidak dibolehkan nenek untuk tidur di ruang tv,takut masuk angin katanya. Perlengkapan pernikahan sudah selesai semuanya,maklumlah tidak acara apa-apa,hanya akad nikah saj,hanya para tetangga yg akan meramaikan acara pernikahanku besok,karena hanya mereka yang kami undang,semua kusyukuri,walau sederhana,aku dinikahkan dengan baik oleh keluargaku. Mempelai prianya besok pagi akan tiba dengan beberapa kerabat dekatnya,karena dia juga hanya memiliki ayah,adik dan om nya.
Setelah adzan magrib,kami sholat secara bergantian,karena rumah pamanku tidak cukup luas,jika kami berjamaah.
Selesai sholat,kami makan malam secara bergantian,para pria yang lebih dahulu untuk makan malam,sedangkan kami,yang perempuan kecuali nenek,akan makan belakangan, nenek makan bersama para paman dan adikku.
Sekarang aku sedang menyuapi adikku Raihan,dia makan dengan lahapnya,aku sangat gemas melihatnya,kulitnya yang putih,rambutnya hitam dan ikal,badannya berisi, sampai-sampai aku selalu menciumnya,semoga aku nantinya juga memiliki anak seimut ini,ucapku dalam hati.
Selesai menyuapinya,aku membersihkan wajah dan tubuhnya dengan tissue basah,agar tidak ada lengket,Karana adikku yang imut ini,ga mau diam kalau lagi makan. Setelah selesai,aku memberikannya kepada ibunya,agar aku bisa makan malam, karena perutku mulai keroncongan minta di isi. Para bibiku sudah selesai makan malam,makanya aku segera mengambil makanan untuk mengisi perutku yang rata ini. Bibi berkata" calon manten ga boleh banyak makan,ntar ga muat baju pengantinnya gimana...?",mereka tersenyum melihatku mengurangi makananku,kareana aku juga takut,nantinya baju pengantin yang dibelikan nenekku,tidak muat ke tubuhku yang ramping ini. Padahal aku sudah sangat lapar,biasanya aku sampai nambah dua kali,sekarang tidak bisa,karena takut gemuk.
Selesai makan,aku membersihkan dapur dan mencuci piring-piring yang kotor,karena besok pagi tidak akan sempat kukerjakan. Di saat seperti ini,aku sangat merindukan orang tuaku, teman sebayaku yang sudah menikah,mereka sangat bahagia karena orang tua mereka mengurus mereka dengan baik,melakukan perawatan kulit,agar fresh saat acara nanti,kalau aku,boro-boro melakukan perawatan,diurus gini aja aku sudah bersyukur,karena dapat restu dari keluargaku,jika kubandingkan dengan temanku yang bernama Maya yang kawin lari dengan pacarnya,hanya akad nikah di KUA saja udah selesai. Semuanya memang harus disyukuri, karena masih banyak yang lebih susah nasibnya dari kita.
__ADS_1
Jika kita diatas..
Jangan lupa melihat kebawah..
Jika kita bawah, janganlah bersedih hati, tetaplah bersyukur..
Semua akan indah pada waktunya...
Di saat aku termenung menatap beribu bintang di langit yang gelap,hpku berdering..
triiing...lalala..
triiing...lalala...
__ADS_1
Aku melihat layar hp ku,dan melihat nama calon suamiku,bang Izal.Aku segera mengangkat hpku dan menekan tombol hijau," Assalaamu alaikum,bang",ucapku," Wa alaikum salam adekku sayang,",ucapny diseberang telepon," aku tersenyum mendengar ucapan bang izal,baru kali ini dia memanggilku sayang,"sudah makan atau belum,?,dan lagi ngapain sekarang?",tanyaku padanya," Alhamdulillah Abang sudah makan dek,sekarang lagi telponan sama calon istri ku yang cantik dan manis ini,",jawabnya,
aku semakin berbunga-bunga mendengar rayuan mautnya,dan aku senang dengan rayuan nya itu. Setelah satu jam mengobrol di telepon seluler,kami mengakhirinya,karena besok pagi harus cepat bangun,untuk melangsungkan acara pernikahan kami, kalau terlambat bangun, malu di lihat orang. Aku masuk ke dalam rumah,dan bergegas untuk sholat isya, dan tidur disampin nenekku, akupun memeluknya erat dan mencium pipiny,sedangkan adikku Irul sudah terlelap di kursi tamu,tanpa bantal dan tanpa selimut.
Pagi hari tiba,sebelum matahari terbit,kami sudah sibuk mempersiapkan acara pernikahanku,karena menurut penghulu,waktu yang baik untuk akad nikah paling lambat pukul 10 pagi,jadi kami semua bergegas mengerjakan semuanya,agar selesai tepat waktu. Selesai sholat shubuh,kami pun meulai memasak makanan untuk para tamu undangan dan keluarga mempelai pria dari gunung tua. Para tetangga mulai berdatangan untuk membantu kami.,mulai dari memasak daging sapi rendang,sambal belacan,sayur urap,mie goreng serta kerupuk udangnya,biar makin mantap.
Bibiku menyuruhku untuk menelpon bang izal,untuk menanyakan mereka,jam berapa mereka tiba disini,aku segera mengambil hpku dan menghubunginya,dia mengatakan kalau setengah jam lagi mereka akan tiba,dan aku memberitahu bibiku,dan bibi segera menyuruhku untuk bersiap-siap. Aku segera ke kamar mandi,dan membersihkan tubuhku,agar lebih fresh. Selesai mandi,aku bersiap-siap memakai pakaian pengantinku,ada tetangga yang mempunyai alat-alat makeup,dan aku meminta tolong padanya untuk merias wajahku,dan dalam waktu singkat,dia sudah selesai merias wajahku,mungkin karena sudah terbiasa memakai make up,jadi kakak itu bisa dengan mudah memadukan bedak dan lipstik ke wajahku. Selesai ber-make up, kakak itu juga membantuku memakaikan jilbab,dan memodelnya sedemikian rupa,agar lebih menarik dan terlihat lebih cantik,dan dia berkata,"Semoga kamu bahagia dek,dibalik semua kesusahan yang kamu alami,yakinlah pasti akan ada hikmahnya dibalik itu, Allah SWT sangat adil,dan teruslah bersabar, karena buah kesabaran sangatlah manis,dan terus tingkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah,niscaya Allah akan menaikkan derajat kita didunia dan akhirat nanti,"" Aamiin kk,semoga Allah meridhoi kita dan menjadikan pernikahanku ini menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah,dan warohmah,"ucapku berlinang air mata,dan dia memelukku,jangan menangis,nanti makeupnya bisa berantakan, Kamipun tertawa bersama. Walau kami baru kenal,tapi kami bisa cepat akrab,dan nyaman dengan kakak itu,padahal kami baru hari ini berkenalan,dan dia sudah mau membantuku,dia memang orang yang baik,hatinya baik dan juga cantik,sungguh beruntung siapapun nantinya yang akan menjadi suaminya kak Anita itu.
Mendekati waktu akad nikah, jantungku semakin cepat berpacu,sehingga tanganku jadi keringat dingin,mungkin karena rasa gugup yang berlebihan, semoga ini pernikahanku yang pertama dan yang terakhir,ucapku dalam hati.
Jam menunjukkan pukul 9,akhirnya rombongan mempelai pria,telah tiba didepan rumah pamanku,dengan menaiki mobil mini bus,mereka ada delapan orang,dan aku belum mengetahui siapa saja yang dia bawa,dan aku mengintip mereka dari jendela kaca disamping ruang tv,dan aku melihat bang Izal begitu tampan hari ini,tidak seperti sebelumnya memakai baju yang kusam,dan celana jeans yang koyak lututnya,dan memakai sandal jepit,tapi sekarang dia memakai jas hitam,dan ********** kemeja putih,dan berdasi merah,serta memakai peci hitam,dan memakai sepatu hitam,dia kelihatan gagah dan tampan hari ini. Setelah mereka memasuki rumah,aku bergegas duduk di samping nenekku di ruang tv, agar aku tidak kelihatan gugup,aku menggenggam tangan nenekku dan menyandarkan kepalaku ke bahunya, nenekku pun mengusap-usap kepalaku sambil berkata,"tidak usah khawatir,menurut pandangan nenek,calon suamimu adalah orang baik,dan pamanmu juga berkata begitu,kamu pasti bahagia hidup bersamanya," aku hanya diam membisu dan mencerna kata-kata bijak nenekku,semoga saja dia memang jodoh yang terbaik untukku, Aamiin...,ucapku dalam hati...
Bersambung ...
__ADS_1