
POV. Azam
Dua hari yang lalu, aku berbicara dengan Adek sepupuku Putri, dia memberi tahuku kalau Ani akan wisuda Minggu lusa. Kami sudah dua hari berlabuh di pelabuhan di kota Sydney, Australia.
Hari Sabtu kemarin, aku resmi dilantik sebagai Kapten di kapal tengker tempat aku bekerja. Bertahun-tahun aku merintis karierku mulai dari bawah. Pahit manisnya, sudah kurasakan dan kuhadapi dengan sabar dan tabah, dan aku bersyukur bisa mencapai cita-citaku untuk menjadi kapten di kapal tempat aku bekerja selama ini. Dulu setelah lulus SMA, aku melamar ke dinas pelayaran, dan Alhamdulillah aku diterima di dinas itu.
Sebagaimana Ani mewujudkan impiannya untuk menjadi sarjana, begitu juga denganku, akhirnya saat ini, aku bisa mewujudkan impianku dan membanggakan orang tuaku, walau mereka sudah tiada. Sekarang aku hanya sebatang kara, dan aku hanya memiliki paman, bibi dan saudari sepupuku, Putri, yang sudah kuanggap seperti adik kandungku sendiri.
Aku sering berkomunikasi dengannya, terkadang aku menanyakan kabar Ani, jika aku sedang merindukannya. Kalau dibilang Cinta Pertama tidak bisa dilupakan, bagiku hal itu sangatlah benar.
Aku bahagia mendengar kabar itu. Akhirnya Ani mencapai cita-citanya untuk menjadi sarjana. Siapapun yang sudah mengenal Ani, tidak akan bisa melupakannya, senyumannya dan tatapan sendunya.
Ani adalah cinta pertamaku dan gadis yang pertama kucium bibirnya, bahkan sampai sekarang aku masih ingat akan kenangan terindah terindah yang kami alami di komedi putar, pasar malam dulu. Mungkin dia sudah melupakannya, tapi aku tidak bisa melupakannya, sampai saat ini aku masih bisa merasakan bibir manisnya yang kukecup cukup lama.
Aku bahagia dan bangga mendengar prestasinya, sejak masih sekolah dulu, aku selalu bangga bisa mengenalnya dan menjadi cinta pertamanya juga, tapi kami tidak ditakdirkan untuk bersama, sehidup semati.
__ADS_1
Mungkin inilah yang terbaik untuk kami. Aku meminta foto Ani kepada Putri, dan beberapa menit kemudian dia mengirimkan foto Ani melalui akun Facebook.
Wajah cantiknya yang sangat kurindukan, walau tanpa foto pun aku masih ingat wajahnya. Ini berbeda, saat ini dia berdandan, dan kelihatan makin cantik, karena dulu dia tidak suka berdandan seperti saat ini, mungkin karena dia sudah menikah dan ingin tampil cantik di depan suamimya.
Kulihat matanya, kubelai wajahnya,dan ku elus-elus bibirnya yang ada di foto, seolah-olah ku anggap dia ada disini, di dekatku.
Oh hatiku, mengapa tidak bisa kau lepaskan saja cinta yang tak sampai ini, dia bukanlah jodohku, dia milik orang lain, yang mungkin lebih baik dari aku.
Aku berdosa mengharapkan dan mencintai istri orang lain, tapi hati ini tidak mau mengerti.
Aku melihat perutnya yang mulai membuncit, hasil perbuatan suaminya, seandainya dulu aku membuatnya hamil sewaktu liburan di Sibolga, mungkin saat ini kami masih bersama dan dia menjadi milikku selamanya, tapi itu semua hanya khayalan belaka, dan tidak mungkin terjadi.
Sedikit rasa rinduku terobati dengan melihat fotonya di handphoneku ini, kemudian ku screen shot kan, dan kujadikan foto profil di handphoneku.
Cintaku Ani, semoga kamu bahagia selalu dan suatu saat kita bisa bertemu kembali..
__ADS_1
POV . Ani
Setibanya kami di depan restoran sederhana, kami keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam restoran. Suamiku memanggil pelayan untuk menulis pesanan kami.
Beberapa menit kemudian, pelayan mendatangi tempat duduk kami.
" Adek mau mesan apa?", tanya suamiku sambil tersenyum padaku,
" Aku mesan iga bakar saus pedas, nasi putih pake perkedel", ucapaku dengan penuh semangat.
Setelah memesan makanan yang berbeda sesuai selera masing-masing, pelayan pun pergi meninggalkan kami. Beberapa menit kemudian, makanan dan minuman yang kami pesan, dihidangkan di atas meja.
Kami segera menyantap makanan yang ada di depan kami, sambil bersenda gurau sesekali, sampai akhirnya perut kami merasa kenyang dan puas.
Setelah membayar tagihan makanan dan minuman di restoran sederhana ini, kami bergegas menuju rumah...
__ADS_1
Bersambung....