Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
First Night... part. 2


__ADS_3

" Maafkan abang ya sayang!," ucap bang Izal dengan penuh penyesalan karena melihat kondisiku sekarang. Kurang lebih, ini memang kesalahannya karena menggempur aku tanpa ampun, tapi aku tidak mau menyalahkannya, karena dia sudah meminta maaf kepadaku dan aku memaafkannya, karena aku mencintainya. "Tidak apa-apa bang, mungkin karena terlalu lapar sehingga sakit maag ku kambuh jadi pingsan, apa Abang yang mengangkat aku dari kamar mandi?",tanyaku padanya, dan bang Izal pun mengangguk menjawab pertanyaanku. Selesai makan, aku segera menghabiskan segelas air putih yang diberikan oleh bang Izal padaku. Aku berbaring kembali, karena tenagaku belum pulih sepenuhnya dan bang Izal juga menyruhku untuk istirahat, agar cepat pulih.


Beberapa saat kemudian, aku tertidur lelap sampai sore pun tiba, saat ini pukul 4 sore, aku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk sholat ashar, aku merasa menjadi hamba yang lalai, karena tidak sholat subuh dan Dzuhur. Selesai sholat, aku menuju ke teras, ternyata bang Izal sedang duduk- duduk sedang main hp, aku tidak tahu, bang Izal SMS an dengan siapa, namun aku percaya sama dia, kalau dia tidak akan berbuat macam-macam.


Saat dia melihatku berdiri di depan pintu, dia memanggilku untuk duduk di sebelah kirinya. Sambil melihat orang yang lewat dari depan rumah kami. Ketika kami sedang mengobrol sambil bercanda, ada beberapa penduduk yang lewat, sambil menggoda kami, "ciiieee,,, pengantin baru, berduaan terus, serasa dunia milik berdua yang lainny menumpang,!", kami hanya tersenyum mendengar perkataan mereka.

__ADS_1


Ketika mereka sudah pergi jauh, bang Izal berkata," maaf ya dek kita belum bisa resepsi pernikahan kita, karena dananya belum cukup untuk melakukan resepsi. Aku menjawab dengan sebuah lagu yang aku tidak ingat judulnya apa..


Biiiaar...


acaranya kecil-kecilan...

__ADS_1


Biiaaar .


pake kain dan kebaya ..


yang penting doa restunya...

__ADS_1


Bang Izal tersenyum mendengar laguku, walau suaraku pas-pasan, tapi cukup enak didengar, itu katanya bang Izal, akupun tertawa mendengar pujiannya, mungkin bang Izal hanya ingin menyenangkan hatiku saja, karena takut ga dikasih jatah nanti malam, hheehh, ucapku dalam hati. Bang Izal jadi heran melihatku senyum sendiri, dan dia berkata," adek lagi ngingat pertempuran kita semalam ya..?", aku langsung menoleh padanya, "kok tau bang,?"," iya taulah dari wajah adek aja nampak ngeerees gtu, pengen la yg i y dek Abang gempurin sampe pagi..?", aku langsung mencubit tangannya pelan, takut dia kesakitan, sambil berkata, " emang abang ga malu didengar orang, emang kunaf kali abang ya,!, dipikirkannya itu aja, ga tau apa badanku masih lemas, sampe pingsan ga bertenaga, aku kan ga kayak abang kuat terus, !", dia hanya tertawa mendengar ocehanku, sambil mencubit hidungku, dan berbisik," tapi enak kan sayang,!", wajahku jadi memerah dan malu mendengar perkataannya. Ketika aku ingin pergi dari sampingnya, dia menahan tanganku dan berkata, " jangan pergi dulu, ada hal penting yang harus abang kasih tau sama adek, semoga adek tidak salah paham sama abang nantinya, tidak ada sedikitpun niat abang untuk berbohong atau mau menyakiti perasaan adek, ini hanya untuk kebaikan dan kebahagiaan kita juga kedepannya,", aku jadi penasaran dengan perkataan bang Izal, apa dia jujur tentang masa lalunya atau dia sudah pernah menikah sebelumnya, atau dia sudah punya anak dengan orang lain, begitu banyak hal negatif yang berkecamuk dipikiranku, memang syetayimi selalu ingin menjerumuskan kita manusia ke lembah dosa, agar mudah salah paham atau salah sangka dan salah menilai orang lai, tapi rahasia apakah yang akan diungkapkan oleh bang Izal padaku, dan aku harus menyiapkan mentalku, agar lebih kuat dalam menghadapinya, tapi apakah itu...?


Bersambung...


__ADS_2