Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Benarkah ini nyata...?


__ADS_3

Di saat aku terlelap, ada yang mengetuk pintu rumah kami, dengan berat hati aku bangun dari tempat tidur, dan berjalan menuju pintu rumah kami untuk melihat siapa yang mengganggu tidur siangku ini.


Di saat aku sudah berada di depan pintu rumah, akupun membuka pintu rumah. Di depan pintu rumah, ada seorang pria berambut gondrong yang dicat warna hijau, sedang membelakangiku.


Pria itupun berbalik dan menatap wajahku cukup lama. Aku melihat wajahnya samar- samar, setelah aku dengan seksama memperhatikan wajahnya dari dekat, aku kaget saat mengetahui siapa pria itu dan berkata " Azam", ucapku sambil mulut ternganga.


" Bagaimana kabarmu Ani ku sayang?, kamu makin lama semakin terlihat cantik dan menarik, apa kamu tidak pernah merindukan aku sayang", ucapnya sambil masuk ke dalam rumahku, tanpa kusuruh. Karena aku masih kaget, dan tidak tau harus berbuat apa, aku mundur perlahan sampai tubuhku menyentuh dinding.


Dia berjalan perlahan menghampiriku, sambil tersenyum," Bertahun-tahun lamanya setelah kita berpisah, aku tidak pernah bisa melupakanmu sayang, sampai kapan pun, tidak akan ada yang bisa menggantikan tempatmu di hatiku", ucapnya semakin dekat padaku,dan aku hanya diam terpaku melihatnya mendekatiku.


" Aku sangat mencintaimu Ani, tinggalkanlah suamimu, dan hiduplah bersamaku, aku akan membangun istana megah, seperti yang kita impikan dulu sewaktu berlibur di Sibolga dan aku akan menyayangi anakmu seperti anak kandungku sendiri , kamu hanyalah milik ku seorang", ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.


Saat bibirnya mulai menyentuh bibirku , akupun tersadar dan mendorong tubuhnya.


" Pergi kamu dari rumahku, kamu bukanlah Azamku yang dulu kucinta, dia bukanlah pria egois, yang hanya mementingkan dirinya sendiri, sekarang aku hanya mencintai suamiku, bukan kamu", ucapku setengah berteriak dan berlari menuju kamarku.


Aku berlari cukup kencang, dan aku melihat Azam mengejarku denga berlari sangat kencang pula, herannya aku, biasanya jarak dari ruang tamu ke kamarku tidaklah seberapa jauh, tapi sekarang kok terasa jauh. Aku berlari dan berlari, aku melihat ke belakang, Azam pun semakin dekat dan hampir menggapaiku, aku berteriak, " Tooloong.. Tooloong", sampai keringatku bercucuran dan membasahi bajuku.


" Dek..dek.. bangun", ucap suamiku sambil menggoyangkan tubuhku, dan akhirnya aku terbangun dari mimpi burukku itu, ternyata hanya mimpi, ucapku dalam hati. Aku langsung memeluk tubuh suamiku dan menangis terisak, karena bahagia, suamiku masih bersamaku.


" Jangan menangis lagi sayang, Itu kan cuma mimpi buruk, hanya bunga tidur, berarti tadi adek ga baca doa tidur ya saking ngantuknya, dan pintu rumah juga gak adek kunci, untung saja Abang ga jadi lembur hari ini, kan bisa bahaya tadi kalau ada orang yang berniat jahat masuk ke rumah kita sayang", ucapnya sambil mengelus punggungku dan mencium keningku.


" Aku sampai keringatan karena mimpi buruk itu sayang", ucapku sambil terus memeluknya.


" Ya udah, jangan nangis lagi dek, Abang udah disini, adek jangan khawatir lagi, Abang pasti lindungi dan menjaga adek", ucapanya menghiburku.


Akupun terdiam mendengar perkataan suamiku. Aku meminta maaf padanya, karena sudah ceroboh, tidak mengunci pintu rumah.


" Gak apa-apa sayang, ini kesalahan Abang juga, karena membuat adek sangat kelelahan, bercinta sepanjang malam, sehingga Adek lupa mengunci pintu rumah ", ucap suamiku untuk menghiburku.

__ADS_1


Aku melihat jam dinding yang ada di kamar, sudah menunjukkan jam 4 sore. Berarti aku tidur siang hampir 4 jam, dan tanpa sholat Dzuhur. " Astaghfirullah", ucapku sambil menutup mulutku yang setengah menganga.


" Kenapa lagi dek ?", tanya suamiku.


" Aku tidurnya sampai 4 jam bang", ucapku.


" Kirain apaan dk", ucapnya. " Bumil ga apa-apa banyak istirahat dek, biar badannya tetap fit dan tidak mudah capek, dan anak kita sehat selalu. di dalam perut adek ", ucapnya sambil mengelus perutku.


" Adek mandi dulu ya sayang, udah mulai terasa gatal nih badan adek", ucapku bergegas turun dari tempat tidur.


" Mau Abang temenin mandinya", ucap suamiku dengan nada menggoda.


" Ga mau ah, ntar bukannya mandi, malahan nanti ada adegan yang lain, adek mandi sendiri,


aja", ucapku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi dan memakai pakaianku yang sudah ada di atas tempat tidur, yang sudah disediakan suamiku.


Aku mengajaknya untuk sholat ashar, dan dia menyuruhku untuk sholat duluan, karena dia masih mau istirahat.


Selesai sholat, aku bergegas menuju dapur untuk mengisi perutku yang mulai keroncongan, karena tidak makan siang.


Setelah membersihkan dapur dan menyapu seluruh ruangan, aku menemui suamiku di kamar. Aku melihatnya sedang shalat. Aku menunggunya di atas tempat tidur sambil memainkan hp ku.


" Assalamualaikum kak Khadijah, gimana kabarnya?", tanyaku melalui SMS.


Setelah beberapa menit, kak Khadijah membalas SMS ku," Wa alaikum salam dek, kabar kakak sehat, adek sehat juga kan?", " Alhamdulillah sehat kak", balasku lagi.


", Adek lagi ngapain sekarang?", tanyanya.

__ADS_1


" Adek lagi nyantai nih kak di kamar sambil SMS an sama kakak", balasku lagi.


" Kapan adek main kerumah kakak?", tanyanya,


" Inshaa Allah, minggu depan sama bang Izal ya kak, karena bang Izal liburnya cuma hari Minggu", balaskuulagi.


" Oke dek, Kakak tunggu ya kedatangan kalian di rumah kakak", balasnya lagi.


" Adek lagi SMS an sa siapa?", tanya suamiku.


" Sama kak Khadijah, dia nyuruh kita maen kerumahnya, dan kubilang aja minggu depan, karena Abang kan liburnya cuma hari minggu, Abang mau kan!", ucapku sambil tersenyum.


" Iya sayang, asalkan adek senang, Abang ikut aja, tapi adek jangan dekat-dekat dengan si Raka atau temannya ya, karena menurut Abang, mereka itu naksir sama adek ", ucapanya posesif.


" Iya sayang, tapi gak mungkinlah mereka naksir sama ibu hamil kayak adek", ucapku sambil mencubit hidungnya dan tertawa.


" Emang kenyataannya gitu dek, abang bisa melihat dari tatapan mata mereka sama adek", Ucapnya lagi.


" Duh.. senengnya di cemburuin, tapi abang ga usah khawatir, hati adek cuma untuk Abang seorang", ucapku sambil tersenyum padanya.


Kami segera keluar dari kamar tidur untuk menonton televisi di ruang tv. Suamiku memutar film bioskop horor, seketika aku mengomel padanya, dan aku menggantinya dengan film romantis, percintaan anak sekolah.


Di saat melihat adegan anak muda yang berciuman di dalam komedi putar di taman bermain pasar malam, aku jadi teringat Azam, dan adegan romantisnya persis sama dengan yang kami alami.


Akupun menukar siarannya dengan film komedi, dan akhirnya kami tertawa melihat aksi para komedian.


Bagaimana kabarmu Azam, Semoga kamu sudah bertemu dengan jodohmu, dan bahagia selalu, ucapku dalam hati...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2