
Sesampainya di rumah kontrakan, akupun segera masuk kedalam rumah untuk melihat-lihat isi rumah yang ternyata isinya sudah lengkap semua walaupun ala kadarnya, standar untuk pengantin baru seperti kami. Rumah juga sudah bersih, mungkin bang Izal menyuruh yang punya kontrakan untuk membersihkan seluruh ruangan dan halamannya juga.
Setelah semua barang bawaan kami sudah ada di dalam rumah, kami duduk di teras rumah kost, pak sopir pun pamit kepada kami untuk kembali ke rumahnua di kota Medan ini juga, di daerah jalan Merdeka. Suamiku pun memberikan sebuah amplop kepada pak sopir sebagai bayarannya.
Saat ini hanya kami berdua yang berada di rumah ini, karena kami harus merapikan barang- barang kami, karena belum sempat memasak, akhirnya bang Izal memesan makanan untuk kami makan siang sampai malam ini. Kami berhenti sebentar untuk makan siang, selesai makan siang kami bekerja kembali, karena kami bekerja sama merapikan barang-barang, selesai juga di sore harinya.
__ADS_1
Kami istirahat di atas sebuah tikar di ruang tv.
Aku memejamkan mataku karena mengantuk, memang sangat melelahkan, habis perjalanan jauh, langsung beres-beres rumah. Saat aku mulai terlelap, aku merasa ada yang menindih tubuhku, dengan berat aku membuka mataku, ternyata bang Izal sedang beraksi di atas tubuhku, saat aku mau protes, karena aku masih lelah, bang Izal membungkam bibirku dengan bibirnya, aku hanya pasrah dengan permainannya, dan lama-kelamaan aku terbuai dengan sentuhannya, sehingga akupun membalas semua sentuhannya.
Selama satu jam kami bergumul di ruang tv, untunglah hanya kami berdua di rumah ini. Kami saling memuaskan sampe malam tiba, dan berakhir di kamar mandi dengan mandi bersama dan berbagai macam adegan aksi yang hot. Selesai mandi, kami memakai pakaian masing-masing. Selesai berpakaian kami makan bersama, sepiring berdua, kami saling menyuapi sampai perut kami kenyang.
__ADS_1
Bang Izal duduk sambil merentangkan kakinya, mungkin kakinya sakit karena selama di perjalanan, dia memangku kepalaku. Melihatnya, aku bergegas ke kamar untuk mengatasi minyak GPK untuk memijat kakinya. Setelah mendapatkan minyaknya, aku langsung menuju teras untuk menemi suamiku. Aku Lang duduk di dekat kakinya, dan berkata," bang sini adek pijat kakinya ", dia tersenyum dan memberikan kakinya padaku.
Aku membaluri kakinya dengan minyak GPK, kemudian aku mulai memijatnya dengan pelan dan sepenuh hatiku, karena aku memang mencintainya, aku mau dia selalu sehat dan selalu hidup bersama sampai maut memisahkan.
Selesai memijat kakinya, bang Izal berkata, "makasih banyak ya sayang, abang bahagia memilikimu,tapi alangkah baiknya jika seluruh badan abang dipijat, karena semua badan abang masih merasa pegal, ntar gantian adek abang pijat semua bagian tubuh adek, biar seimbang", aku langsung mencubit hidungnya, dan berkata," Itu sih ada udang di balik tempe sayang...!, ntar bukannya mijat tapi nyerang adek dengan penuh nafsu", bang Izal pun tertawa mendengarku, kemudian dia menarik tanganku untuk mendekat padanya, dan mencium pipiku sambil berbisik ke telingaku, " tapi adek sukakan permainan Abang", aku hanya menunduk malu mendengar perkataan suamiku.
__ADS_1
Selesai bersantai dan bersenda gurau selama satu jam, kami masuk kedalam rumah, tentunya setelah selesai melaksanakan kewajiban kami kepada Allah SWT. Selesai sholat, kami masuk ke kamar kami dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Kami sama-sama kelelahan karena aktivitas kami dari kemaren sampai hari ini. Aku tidak sabar menunggu pagi tiba, karena ada kejutan dari suamiku, apa ya kira-kira...?
Bersambung...