Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan...


__ADS_3

Aku menunggu suamiku di teras rumah dengan penuh semangat. Aku sengaja dandan, aagar kelihatan cantik dilihat suamiku. Aku bermain game ular cokom yang ada di Hp ku, agar aku tidak merasa bosan. Saat bermain game dengan seriusnya, ada seseorang yang memanggil namaku, dan aku melihat Raka yang sudah berdtdi depan rumah kami.


" Ani..!", ucapnya sambil tersenyum melihatku", " Ada apa Raka?", ujarku singkat sambil bermain game kembali, karena a kk tidak mau melihat wajahnya dan dia melihat wajahku, karena dia bukanlah mahramku.


" Tidak sopan, kalau di ajak ngomong, ga dilihat orangnya,apakagi sibuk sendiri seperti itu Ani..!", ucapnya sambil tersenyum padaku.


" Aku sedang tidak ingin menerima tamu, aku disini sedang menunggu suamiku pulang kerja, karena kami mau jalan- jalan", ucapku sambil sibuk main hp. Akhirnya Raka pergi tanpa pamit kepadaku, mungkin dia tidak mau mengganggu kesibukanku yang sedang main game atau dia tidak suka dengan sikapku yang jutek kepadanya, terserahlah, yang penting sekarang aku lagi seru untuk memanjangkan ekornya si ular cokom yang sebelumnya masih pendek, sekarang udah mulai panjang, karena banyak Makan bola merah.


Dua jam berlalu, suamiku tak kunjung datang, padahal tadi katanya udah mau berangkat dari kantor, kok ga nyampe- nyampe di rumah. Aku jadi khawatir, takut terjadi apa-apa, aku menelpon bang Izal, tapi tidak tersambung, menurut operatornya, nomor handphone suamiku sedang selingkuh, eehh.. maksudnya sedang tidak aktif, gitu kata operatornya.


Akhirnya aku masuk ke dalam rumah, dan mengganti pakaianku, dan segera mencuci wajahku sekalian mengambil wudhu untuk sholat ashar. Setelah sholat, baru hati dan pikiran ku mulai tenang, dan berpikiran positif.

__ADS_1


Saat adzan magrib berkumandang, barulah suamiku pulang ke rumah kami. Setelah kubukakan pintu rumah, aku melihat wajahnya kusut, kecapean, tapi syukurlah dia baik- baik saja. Ketika bang Izal sudah duduk di kursi tamu, aku memberikannya segelas air putih.


Setelah dia meminumnya dan meletakkan gelas di atas meja, " Abang minta maaf ya dek, karena telat pulang, pasti adek kesal ya sama abang?", tanyanya padaku.


" Ga apa-apa bang, besok kan masih bisa, yang penting Abang sehat dan selamat sampai di rumah ini, emang ada urusan apa, Abang jadi telat pulang,?, hp Abang tidak aktif kuhubungi?", tanyaku penasaran.


" Pas Abang mau berangkat, ada atasannya Abang datang menyurvei pembukuan keuangan kantor, terpaksa Abang tunda pulangnya, mau ngabarin adek, hp Abang lowbat, jadi ga bisa di aktifkan dek, Abang minta maaf ya sayang ", ucapnya sambil menggenggam tanganku.


Setelah mengobrol sebentar, bang Izal bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan mengganti pakaiannya di kamar mandi, sebenarnya aku heran, tumben ganti bajunya di kamar mandi, tapi tidak aku ambil pusing, mungkin bang Izal pengen cepat ganti bajunya, makanya bawa baju di kamar mandi.


Selesai sholat isya, kami makan malam bersama di dapur kami ini dengan menu ala kadarnya, tanpa menggunakan bahan dari bawang putih. Rasanya lucu juga, bang Izal ngidamnya kebangetan banget luar biasanya, hanya karena bawang putih bisa muntah samp pucat mukanya.

__ADS_1


Selesai makan, kami menonton televisi, aku suka film sinetron Cinta Fitri, dan episodenya sekarang si nenek lampir sedang menggoda si mas farel favoritku, aku sampe menggigit jari nengok si nenek lampir itu, tapi suamiku malahan tertawa melihat tingkahku yang sedang geregetan nonton sinetron Cinta Fitri itu.


Seketika itu, bang Izal menarik tubuhku perlahan dan mengangkat tubuhku di atas pangkuannya, aku kaget dengan sikap nya yang agak romantis ini, apa suamiku lagi kesambet atau terbawa suasana di sinetron itu ya, ucapku dalam hati.


Aku menatap matanya, dan dia juga menatapku, kamipun langsung beradegan romantis denga ciuman yang panjang dan lama, sampai salah satu dari kami tidak bisa bernafas, tentu saja itu adalah aku.


Selesai beradegan romantis di ruang tv, kami lanjutkan ke kamar tidur kami, sambil berpelukan, kami berjalan ke kamar, setelah mematikan televisi.


Setelah di atas tempat tidur, kami melanjutkan àdetan romantis kami kembali, berciuman dengan penuh gairah, akhirnya kami melepaskan pakaian kami satu persatu dan menghabiskan malam ini dengan penuh kehangatan dan keringat yang bercucuran dari tubuh kami.


Kami saling memuaskan sampe malam yang dingin ini berakhir dengan indah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2