
POV. Izal
Galau jadinya gara-gara ulahku sendiri. Aku memang sengaja mengajak suster Tika untuk berkenalan, karena aku mau melihat reaksi dari istriku Ani, apakah dia cemburu atau marah, tapi aku sedikit kecewa, karena Ani tidak menunjukkan reaksi yang kuharapkan.
Aku terus melihat wajahnya, tapi dia semakin cuek padaku. Udara di kota Sipirok ini memang dingin, sehingga membuatku selalu ingin buang air kecil. Saat kami papasan di kamar mandi pun, Ani tetap mengacuhkan aku.
Segeara ku cuci tangan dan wajahku dengan menggunakan sabun, agar terhindar dari kuman, karena kami baru pulang dari rumah sakit, aku kedinginan jika harus mandi, karena airnya juga terasa sangat dingin.
Aku yang merasa kedinginan membutuhkan kehangatan. Aku segera ke kamar tidur kami, dan kulihat istriku sedang tidur di atas ranjang.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, ucapku dalam hati. Aku bergegas merebahkan tubuhku di sampingnya, dan memeluk tubuhnya dengan erat, sambil ku belai - belai rambutnya yang panjang dan wangi, kuciumi wajahnya, dan kulumat bibirnya, agar istriku semakin terangsang dan mau bercinta denganku, walau hanya sebentar.
__ADS_1
Ketika aku mulai membuka pakaiannya, tiba-tiba dia menghentikan ciuman kami yang sudah membangkitkan gairahku, dan pamit untuk membantu bibi memasak makan malam di dapur.
Aku terpaku melihatnya pergi keluar dari kamar kami. Aku mengacak- acak rambutku sendiri, karena menyadari kesalahan yang kuperbuat yang merugikan diriku sendiri, malangnya nasib juniorku ini.
Aku menelungkupkan tubuhku untuk meredam gairah yang kurasakan, ga mungkin aku menyerangnya di dapur, karena kami berada dirumah pamannya, seandainya ini dirumah kami sendiri, aku tidak peduli dia mau masak atau ga, yang penting aku bisa menyalurkan hasratku padanya.
Sambil merenungi nasib juniorku yang malang, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama..
POV. Ani
Aku cuek saja padanya, walau sebenarnya aku memang tidak suka kalau dia berbicara dengan wanita lain, karena dia hanyalah milikku seorang, takkan kubagi dengan siapapun.
__ADS_1
Aku berniat untuk memberikan bang Izal pelajaran yang berharga, agar dia selalu ingat akan kesalahannya, dan tidak akan mengulanginya lagi, tapi tidak menyakiti perasaannya, karena aku juga tidak mau kalau suamiku marah padaku dan membuat aku berdosa padanya.
Aku akan berusaha untuk melaksanakan rencanaku, walau aku harus memperalat nenekku sendiri, agar dia tidak marah padaku.
Setiap kali, bang Izal ingin berhubung denganku, aku akan membuat seribu alasan agar dia tidak terlalu kecewa akan sikapku yang ingin mengerjainya.
Semoga saja rencanaku ini berjalan lancar, ucapku dalam hati. Di saat aku merebahkan tubuhku di atas Rany, suamiku datang ke kamar dan merebahkan tubuhnya di sampingku, dan dia memelukku dengan erat, sambil membelai rambutku dan menciumiku, aku mengerti maksudnya apa.
Aku merasakan gairahnya saat kami berciuman, aku mencari alasan yang masuk akal menurutku, agar dia tidak marah padaku, dan rencanaku berjalan mulus, aku membuat alasan untuk membantu bibiku memasak makan malam. Aku melihat wajahnya yang bingung dan terpaku melihatku pergi keluar dari kamar, aku hanya bisa tersenyum bahagia melihatnya seperti itu.
Ini baru awalnya saja sayang, tunggu kelanjutannya, ucapku sambil tersenyum dalam hati.
__ADS_1
Emang enak digantungin, biarin kayak cacing kepanasan, menggeliat -geliat di atas ranjang. Hehehe....
Bersambung...