Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Hukuman yang pantas...


__ADS_3

Setelah berbicara dengan suamiku, kami menemukan hukuman yang pantas untuk si pelaku penganiayaan. Karena bagaimanapun, dia hanyalah remaja yang menjadi korban kenakalan remaja yang saat ini sangat marak terjadi dimana-mana.


" Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh", ucap suamiku sambil berdiri.


" Wa alaikum salam ", jawab para hadirin.


" Setelah kami berunding, kami ingin mengemukakan ide sebagai hukuman yang pantas untuk si pelaku, semoga berkenan menurut para hadirin ", ucap suamiku menambahi.


" Coba nak Izal katakan, mungkin ide yang kalian pikirkan disetujui para hadirin disini", ucap pak kepala desa.


" Menurut kami, si pelaku harus meminta maaf kepada adikku, karena dia sudah menyakitinya, dan dia harus membersihkan masjid di kampung kita ini selama tiga bulan berturut-turut, dan semua pekarangan masjid agar terlihat bersih dan rapi", ucap suamiku dengan tegas.


" Kami setuju atas pendapat nak Izal ", jawab para hadirin.


" Baiklah, kalau itu adalah solusi yang tepat dan yang terbaik untuk kita semua " ucap pak kepala desa.

__ADS_1


" Aku keberatan dengan hukuman ini, kalian semena-mena padaku, tanpa persetujuanku, kalian memberikan aku hukuman yang tidak pantas, aku bukan babu, namaku adalah Mawar, aku adalah putri dari kepala desa kampung yang duduk dengan di kursi jabatannya dengan nyaman, dan dia tidak membela putrinya sendiri ", ucapnya dengan lantang penuh emosi.


" Di dalam masalah, kamu bukan putriku, kamu bersalah telah menyakiti adik mereka dengan kejam, aku justru malu memiliki putri seperti kamu yang tidak bermoral dan tidak punya hati, kamu tinggal pilih, mau menerima hukuman yang mereka katakan atau aku akan memasukkan kamu ke penjara dengan tuduhan penganiayaan ", ucap pak kepala desa dengan tegas.


Aku melihat si pelaku terdiam mendengar perkataan dari ayahnya sendiri, yang sebelumnya memang tidak tahu, bahwa Mawar adalah putrinya sendiri, dia dengan tegas mengatakan hukuman yang pantas untuk putrinya.


" Baiklah, aku akan melakukan hukuman yang mereka katakan barusan ", ucap Mawar dengan kepala tertunduk.


" Telah diputuskan, Mawar akan melakukan hukumannya mulai besok pagi, dan yang akan mengawasinya adalah pak Yusuf, ayahnya Izal, agar tidak ada isu nepotisme disini, karena kita semua sama di mata Allah SWT, hanya amal ibadah kita yang membedakan derajat kita di mata Allah SWT yang Maha Melihat", ucap pak kepala desa, mengakhiri pernyataannya.


Kami pun saling bersalaman dan berpamitan kepada para hadirin dan pak kepala desa.


" Tunggu Izal ", panggil pak kepala desa.


" Ada apa pak ", tanya suamiku sambil menghampiri pak kepala desa.

__ADS_1


" Ini untuk menggantikan biaya pengobatan adikmu, tolong di terima, dan terimakasih atas ide kalian, dan terimakasih sudah mau memaafkan putriku. Allah memberikan saya ujian dengan perilaku putriku yang nakal seperti itu, dia selalu membuatku malu dengan tingkahnya, semoga Allah mengampuni dosaku dan memberikan hidayah kepada putiku untuk menjadi anak yang baik dan Sholehah ", ucap pak kepala desa panjang lebar sambil berlinang air mata.


" Pak Putin, harus kuat dan tabah menghadapi ujian hidup ini, setiap manusia berbeda ujiannya, yang penting kita harus tawakal kepada Allah SWT yang Maha Kuasa, dan semoga memberikan hidayah- Nya kepada Mawar, putri bapak ", ucapku sambil tersenyum padanya.


" Semoga ya nak" ucap pak kepala desa sambil memberikan amplop yang berisi uang kepada suamiku.


" Terima kasih banyak atas perhatian dan rasa tanggung jawab bapak untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil, jujur saja aku kagum dengan ketegasan bapak dalam menghukum putri bapak sendiri ", ucap suamiku sambil tersenyum padanya.


" Harta, tahta, dan anak adalah titipan dari Allah SWT, dan akan dimintai pertanggung jawabannya di hari akhirat nanti, dan sebagai kepala desa, aku harus mengayomi masyarakat yang ada di kampung kita ini dan bersikap adil dan merata, karena aku takut akan siksa api nerakanya Allah yang Maha Kuasa dan Maha segala-Nya " ucapnya sambil berlinang air mata.


"Semoga Allah SWT mengabulkan doa bapak, dan Allah SWT memberikan kekuatan kepada bapak dalam menjalani ujian hidup ini, Aamiin ", ucapku menghiburnya.


Selesai berbicara dengan pak kepala desa,pak Putin yang bijaksana dan adil, kami bergegas berjalan kaki menuju rumah kami, karena kami sudah merasa lelah dan ingin tidur.


Beberapa menit kemudian kami tiba di depan rumah, setelah mengunci pintu, Kami menuju kamar tidur masing-masing...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2