Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Semangat untuk mencapai cita-cita...


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada teman baruku, Putri, aku bergegas ke gerbang kampus, kare takut suamiku kelamaan menungguku. Walau aku melihat wajah kaget teman baruku itu, aku tidak sempat lagi bercerita dengannya, lagian aku belum mau terbuka tentang kehidupan pribadiku kepada orang yang baru aku kenal. Putri, sifatnya memang baik menurutku, walau begitu aku tidak mau terlalu akrab dengan siapapun, karena aku tidak mau merasakan kekecewaan lagi seperti dulu sewaktu Sekolah Menengah Atas.


Setibanya di gerbang kampus, aku bergegas menemui suamiku, dan menyalaminya serta mencium tangannya, hal itu kulakukan sebagai tanda hormat dan cintaku pada suamiku. Suamiku segera menyuruhku untuk duduk di belakangnya. Setelah aku menaiki sepeda motornya, bang Izalpun menghidupkan mesin sepeda motornya, dan melajukannya cukup kencang, karena dia takut waktu istirahatnya di kantor akan habis, dan dia terlambat untuk kembali ke kantornya lagi.


Setibanya kami di depan rumah kontrakan, suamiku langsung mencium kening dan bibirku sekilas sebelum pamit untuk kembali lagi ke kantornya, dan aku berpesan padanya agar hati-hati dan tidak ngebut bawa sepeda motornya. Dia hanya mengangguk mengiyakan pesanku sambi melajukan motornya.


Setelah membuka pintu rumah dan masuk ke dalam rumah, akupun mengunci pintunya dari dalam, karena aku takut ada orang yang tiba-tiba muncul dan berbuat jahat padaku, karena saat ini, aku hanya sendirian. Aku berjalan menuju kamar tidur kami, dan melepaskan jilbabku, dan menaruhnya di atas meja.

__ADS_1


Aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Selesai sholat, aku menuju dapur untuk mengambil makanan, karena perutku masih meràsa lapar, walau tadi di kampus, aku sempat makan mie goreng disana. Selesai makan, aku membersihkan rumah yang berdebu dan mengumumkan sampah yang berserakan di belakan dapurku, padahal setiap pagi selalu kuberaihkan selesai memasak.


Apa ada yang sengaja membuang sampahnya ke belakang dapurku, tanyaku dalam hati. Aku tidak ambil pusing dengan masalah seperti ini, yang penting kuberaihkan dulu biar tidak kelihatan kotor. Kalau aku mengetahui siapa yang sengaja membuang sampah di belakang dapurku, aku akan menasehatinya dengan kata-kata, jika tidak mempan, akan aku adukan ke pemilik kontrakan.


Setelah membuang sampah tersebut ke tong sampah di pinggir jalan raya, aku kembali ke rumah melalui pintu dapurku, karena aku keluar tadi dari pintu dapurku. Setelah mengunci pintu dapurku, aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi, karena badanku terasa lengket disebabkan keringatku yang bercucuran sewaktu membersihkan sampah tadi.


Selesai berdandan, aku menuju ruang tamu untuk menunggu suamiku pulang sambil memainkan hp ku. Saat menunggu suamiku, aku menelpon pamanku untuk menanyakan kabar mereka dan kabar mengenai nenekku tersayang. Setelah satu jam lebih mengobrol dengan paman dan bibiku, aku mendengar suara klakson sepeda motor suamiku.

__ADS_1


Aku segera menyudahi obrolan kami dan menitip salam untuk nenekku, dan adikku. Setelah mematikan ponselku, aku bergegas menuju pintu rumah, dan membuka pintu. Suamiku sudah berada di depan pintu dan hendak mengetuk pintu, akhirnya tangannya mengenai keningku, untung tidak terlalu kuat, bisa benjol keningku ini.


Bang Izal langsung meminta maaf kepadaku sambil mencium keningku, karena tidak sengaja, dia hanya mau mengetuk pintu. Aku hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa. Akupun mengajak suamiku untuk masuk ke dalam rumah. Setelah bang Izal duduk di ruang tv, aku memberikannya segelas air putih, dan akupun duduk disampingnya.


Segelas air putih yang kuberikan habis tandas diminum suamiku, mungkin dia sedang kehausan. Setelah istirahat sebentar, Bang Izal pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi, dan berpakaian, doa menghampiriku di ruang tv yang sedang menonton film. Dia duduk di sampingku, dan dia meletakan kepalanya di pangkuanku.


Ku delus-elus rambutnya sambil menonton film kesukaanku. Aku menceritakan kegiatanku di kampus, dan mengatakan padanya tentang...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2