
Aku bergegas mendekati suamiku.
" Bang, bicara sama siapa?", tanyaku.
" Ooh..ini teman Abang waktu SD, mau nanya lowongan pekerjaan di tempat kerja Abang", jawabnya.
" Ooh, iya bang, adek bikinin minuman apa bang?", tanyaku lagi.
" Adek bikin teh manis aja", ucap suamiku.
Aku bergegas ke dapur untuk membuatkan minuman teh manis hangat untuk suamiku dan temannya, dan sekalian kutaruh sambal taruma, oleh-oleh kami dari Sipirok ke atas piring.
Aku bergegas membawanya dengan menggunakan nampan, agar tidak bolak balik ke dapur.
Aku meletakkannya di depan suamiku dan temannya.
" Terima kasih ya dek", ucap suamiku.
" Terima kasih ya kak", ucap temannya yang bernama Baim.
" Sama-sama", ucapku.
Aku bergegas menuju kamar tidur kami, untuk berkemas barang bawaan kami untuk kembali ke Medan.
Setelah beberapa jam berkemas, akhirnya semua barang bawaan kami sudah rapi di dalam koper, ada dua koper besar, satu koper kecil, dan sebuah kardus berukuran sedang yang berisi oleh - oleh kami untuk teman atau tetangga di Medan.
Aku beristirahat sebentar di atas tempat tidur sambil memainkan hp ku.
__ADS_1
Ada sebuah SMS yang masuk.
" Assalamualaikum dek, gimana kabarnya?, lagi ngapain sekarang?, dari: Khadijah", begitu isinya..
Aku langsung menelpon nmor hp pengirim SMS nya,
Tut..tuuuut...(suara sambungan telepon)
" Halo,, assalamualaikum kak Khadijah?", ucapku dengan penuh semangat.
" Wa alaikum salam dek, gimana kabarnya?", tanyanya.
" Alhamdulillah sehat kak, kakak gimana kabarnya?", tanyaku lagi.
" Dibilang Bibi, katanya Kakak susah dihubungi, Bibi jadi khawatir memikirkan kakak, takut kenapa-kenapa", ucapku khawatir.
" Syukurlah kalau Kakak baik-baik saja, bagaimana kalau kita ngobrol bertiga pake telepon konferensi sama Bibi, kakak mau ga?", tanyaku.
" Baiklah dek, kakak tunggu ya", ucap kak Khadijah.
Aku langsung menghubungi Bibiku, dan otomatis panggilaku dengan Kak Khadijah menjadi panggilan menungguku.
" Assalamualaikum Bi", ucapku.
" Wa alaikum salam Ni, kalian udah nyampe rumah", tanyanya.
" Iya Bi, maaf Ani baru ngabarin sekarang, ooh ya Bi, kita ngobrol bertiga saja sama kak Khadijah ya, ku konferensi kan dulu ya Bi", ucapku sambil mengkonferensikan panggilan kami.
__ADS_1
" Assalamualaikum Bi", ucap kak Khadijah setelah tersambung.
"Wa alaikum salam Khadijah, gimana kabarmu nak, kok kamunya susah Bibi hubungi", tanya Bibi khawatir.
" Alhamdulillah, kami disini sehat semua Bi, Bibi tidak perlu khawatir ya, nanti kesehatan Bibi terganggu", ucap kak Khadijah.
" Iya nak, kalian baik-baik ya disana, kalau ada masalah, dicari solusinya yang terbaik, jangan bertengkar, karena setiap rumah tangga selalu memiliki ujian, tapi tujuannya untuk memperkuat Ikatan pernikahan itu sendiri, perbanyak sabar dan tawakal pada Allah SWT ya nak", ucap Bibi menasehati kami berdua.
" Iya Bi, Inshaa Allah, kami akan mengingat dan menuruti nasehatnya Bibi", ucap kami serentak.
" Kak Khadijah,ada kabar gembira lho", ucapku semangat.
" Apaan dek?", tanyanya penasaran.
" Bibi sedang mengandung kak, ntar lagi kita punya adek bayi", ucapku bahagia.
" Beneran Bi?", tanya kak Khadijah kepada Bibi.
" Alhamdulillah, iya nak, akhirnya Allah SWT mengabulkan doa Bibi untuk memiliki keturunan", ucap Bibi bahagia.
" Alhamdulillah Bi, semua doa yang terbaik untuk Bibi dan kita semua, Aamiin ", ucap kak Khadijah bahagia.
Setelah mengobrol satu jam, akhirnya kami menyudahi komunikasi telepon kami.
Saat itu, suamiku masuk ke dalam kamar kami untuk...
Bersambung...
__ADS_1