Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Malam yang panjang...


__ADS_3

Selesai makan malam, kami istirahat sejenak sambil menunggu waktu shalat isya tiba.


Para pria duduk nyantai di teras rumah, sedangkan kami para istri yang Sholehah, membersihkan meja makan dan mencuci peralatan masak dan makan malam yang sudah kotor dengan bantuan adik iparku juga tentunya.


Dengan kondisi perut besar seperti ini, jujur saja, sudah ga kuat berdiri lama atau duduk terlalu lama, alhasil, kak Khadijah dan adik iparku yang lebih banyak bekerja dibandingkan aku.


Tugasku hanya melap meja dan menyusun peralatan masak dan makan yang sudah di cuci oleh kak Khadijah dan adik iparku.


Selesai membersihkan dapur, adzan Isya berkumandang. Kamipun bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya.


Para pria sudah pergi ke masjid untuk shalat isya berjamaah. Selesai sholat, kami bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan mengelilingi kota Medan.


" Kak, sepertinyabada rencana rahasia antara bang Izal dan bang Raka, apa kakak tahu apa rencana rahasia mereka berdua?", tanyaku penasaran.


" Kakak juga ga tau dek, apa rencana rahasia antara mereka berdua, yang penting rencana kita untuk mengacuhkan mereka harus kita sukseskan, biar para pria itu galau semalaman, ga dapat jatah, hehehe ", ucap Kak Khadijah sambil cekikikan.


Aku jadi ikut tertawa melihat tingkah laku kak Khadijah yang menurutku sangat lucu dan jarang sekali terjadi. Karena, kak Khadijah orangnya pemalu dan pendiam, tapi dia sangat ramah pada keluarganya.


Wajahnya cantik, dan hatinya juga cantik, hanya saja cacat fisik yang ada pada kak Khadijah, hanyalah sebuah taqdir dari Allah sang pencipta, tapi kak Khadijah mendapatkan jodoh yang baik seperti bang Raka.


"Kira-kira apa ya rencana mereka kak?", tanyaku lagi.


" Ga usah dipikirin dek, kita nikmati aja permainannya, yang penting rencana kita sukses, ok", ucap Kak Khadijah sambil mengajakku untuk bertos.


Awalnya aku bingung, tapi kuikuti saja saran kak Khadijah, enjoy aja.


POV. Izal dan Raka


Awalnya kami tidak terlalu akur, karena dulu aku melihat tatapan mata Raka pada istriku sepertinya dia menaruh hati pada Ani, istriku.


Jujur saja, aku tidak terlalu menyukainya. Karena Ani hanyalah milikku, istriku.


Saat mendengar ide Ani untuk menyuruhku kami untuk tidur di ruang tv, aku berpikir keras untuk mengatasi masalah yang akan kuhadapi, yaitu: Tidak dapat jatah malam ini, walau hanya sekedar pelukan atau bercinta sebentar, akan membuatku tidur nyenyak.


Sepertinya aku sangat candu dengan bau tubuh istriku, walau tubuhnya tidak selangsing dulu, tapi aku melihatnya semakin montox dan sexy, dengan perut besar seperti itu.


Aku langsung mengajak Raka untuk bekerja sama denganku, karena ku tau dia juga tidak setuju kalau tidak mendapatkan jatahnya malam ini, maklum saja, mereka masih pengantin baru. Mereka sedang berjualan untuk bercocok tanam, agar bibit yang dia tanam, bisa tumbuh dan berkembang dengan subur, seperti kami.


Untunglah, Raka menyetujui rencanaku, dan kami siap melancarkan aksi kami, untuk membuat para istri kami bahagia dan terbuai sepanjang malam.

__ADS_1


Kembali ke topik utama ya say..!


Para pria sudah tiba dirumah, memang agak terlambat, tapi kami menunggu mereka dengan sabar.


Sebelum berangkat, aku berpesan kepada adik iparku untuk tidur terlebih dahulu, karena kami akan pulang terlambat. Aku mengunci pintu dari luar. Jika kami pulang nanti, kami tidak akan mengganggu tidurnya adik iparku.


Kami bergegas masuk ke dalam mobil bang Raka. Bang Raka dengan Kak Khadijah di depan, aku dan suamiku di belakang mereka.


Bang Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan kami jalan-jalan berkeliling kota.


Bang Raka memarkirkan mobilnya di tempat parkir sebuah bioskop di pinggir kota. Kami segera turun dari mobil dan berjalan sambil bergandengan tangan menuju tempat pembelian tiket bioskop.


Bang Raka menanyakan film apa yang akan ditayangkan malam ini. Si petugas bioskop mengatakan adalah film Romantis India yang berjudul Rab Bana di jodii, yang diperankan oleh aktor favoritku Shahrukh Khan dan Anushka Sharma.


Aku langsung bersemangat mendengar judul film yang dikatakan oleh petugas bioskop.


Bang Raka langsung membeli empat tiket bioskop untuk kami.


Suamiku pamit untuk membelikan minuman dan makanan untuk kami. Aku meminta popcorn dengan rasa manis dan pedas, dan minumannya air mineral, sedangkan Bang Raka dan kak Khadijah memesan minuman teh botol dingin.


Beberapa menit kemudian, suamiku datang dengan membawa minuman dan makanan pesanan kami.


Setelah memberikan tiket kepada petugas bioskop, kami masuk kedalam bioskop dan mencari tempat duduk yang kosong.


Film romantis pun sedang ditayangkan. Aku menonton filmnya dengan penuh semangat. Aku juga melihat kak Khadijah menyukai film romantis India tersebut.


Aku memperhatikan wajah bang Izal dan bang Raka tidak terlalu menyukai film romantis India tersebut, tapi aku tidak perduli, karena aku sangat menyukai film ini, ga apa-apa, sesekali kita harus bersikap egois, heheh, ucapku dalam hati.


Selama dua jam, kami di dalam gedung bioskop untuk menonton film, akhirnya filmnya selesai juga. Aku melihat jam tanganku, sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Walau sudah makan popcorn, ternyata perutku merasa lapar.


" Sayang, Adel kok masih lapar ya, padahal udah makan popcorn tadi", bisikku pada suamiku.


" Mungkin tadi popcorn yang adek makan untuk anak kita yang didalam perut, dan sekarang rasa laparnya untuk adek atau sebaliknya", ucap suamiku sambil tersenyum mengelus perutku.


" Ya udah, nanti setelah kita keluar dari bioskop, kita makan di warung makan yang ada di dekat taman kota ya sayang ", ucapnya menambahi.


" Makasih ya sayang", ucapku sambil memeluknya.


Kamipun keluar dari bioskop secara bergantian dengan teratur, agar tidak ada yang terdorong atau yang terinjak nantinya.

__ADS_1


" Kita kemana lagi nih", tanya bang Raka.


" Kita ke warung makan di dekat taman kota ya, soalnya istri makbunku pengen makan tengah malam, karena si Dede dalam perut minta makan, jadinya mamanya lapar juga", ucap suamiku sambil tersenyum.


" Oke, let's go every body", ucap kak Khadijah sambil menggandeng tangan suaminya.


Beberapa menit kemudian, kami tiba di depan rumah makan yang ada di dekat taman kota. Aku memesan makanan seafood, sedangkan suamiku memesan nasi goreng, dan Kak Khadijah besarta suaminya memesan nasi+ ayam peecak.


Saat menunggu pesanan kami, ada seorang pelanggan yang datang dan duduk di samping suamiku. Aku kaget melihat wujud penampilannya, dari sekilas, dia seperti perempuan, tapi semakin lama diperhatikan, dan mendengar suaranya yang dibuat - buat manja, aku semakin yakin, kalau dia adalah wanita jadi-jadian.


Aku memperhatikan gelagatnya yang mencoba mendekatinya suamiku, baik dia wanita jadi-jadian ataupun Pelakor, aku tidak rela melihat siapapun menyentuh suamiku.


" Sayang, duduk disebelah kanan adek aja, ntar dicolek - colek sama wanita jadi -jadian itu", ucapku sambil berbisik pada suamiku.


Suamiku pun pindah dari dekat si wanita jadi -jadian, dan duduk di sebelah kananku.


Aku melihat kak Khadijah dan Bang Raka tersenyum melihat reaksiku.


Beberapa menit kemudian, pesanan kami diantar oleh pelayan rumah makan.


Kami segera menyantap makanan dengan lahapnya sampai akhirnya perut kami kenyang.


Kami istirahat sejenak sambil mengobrol.


Aku melihat gelagat si wanita jadi -jadian yang selalu cari perhatian pada kami dengan ikut -ikutan membaur dengan obrolan kami.


Seketika kami diam, dan tidak melanjutkan obrolan kami.


Setelah suamiku membayar tagihan makanan kami, kami bergegas menuju parkiran mobil.


Setelah di dalam mobil, kak Khadijah tertawa puas melihat wajah cemberutku.


"Memang benar pesona Izal tidak terkalahkan, buktinya si wanita jadi -jadian itu lebih tertarik sama Izal daripada sama bang Raka ", ucapnya dengan tertawa.


Aku semakin cemberut mendengar perkataan kak Khadijah.


" Ga usah cemberut sayang, walau bidadari yang turun dari kahyangan yang mencoba menggoda Abang, Abang jamin tidak akan tergoda dengan wanita manapun, karena menurut Abang, adeklah wanita yang paling cantik dan sexy di dunia ini", ucap suamiku mencoba menghiburku.


Aku tersenyum mendengar rayuan mautnya itu.

__ADS_1


" Kita segera ke tempat tujuan terakhir wisata malam kita ya semuanya ", ucap bang Raka sambil melajukan mobilnya menuju tempat yang tidak kami ketahui...


Bersambung...


__ADS_2