Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Move on... part. 5


__ADS_3

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi mulai reda siang. Setelah makan siang bersama, bang Raka dan kak Khadijah berpamitan kepada kami untuk berangkat ke Binjai.


" Kakak berangkat dulu ya dek, kapan -kapan adek datang ya maen ke rumah, semalam kakak udah cerita sama bibi, kalau kami akan tinggal di Binjai, dan yang menempati rumah kita sebelumnya sudah pindah tadi pagi", ucapnya sambil tersenyum.


" Inshaa Allah ya kak, kalau ada rezeki dan kesempatan, kami akan mengunjungi kakak disana, dan kakak juga datang mengunjungi kami disini ", ucapku sambil tersenyum dan memeluknya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah kami.


" Semoga kak Khadijah dan suaminya Raka, bahagia selalu ya sayang, dan cepat dapat momongan kayak adek", ujarku pada suamiku.


" Iya sayang", ucapnya sambil menggandeng tanganku masuk ke dalam kamar kami.


" Emang abang ga kerja hari ini?", tanyaku.


" Karena hujan deras dari pagi hingga siang ini, Abang jadi malas dek, tadi Abang udah permisi ke atasannya Abang di kantor, lagian ini kan hari Jumat, jadi kerjaan bisa di handle sama bawahannya Abang kok dek", ujarnya sambil memeluk tubuhku.


" Baguslah kalau abang ga kerja hari ini, adek jadi ada yang nemenin di rumah", ucapku sambil membalas pelukannya.

__ADS_1


Kami pun tidur siang sambil berpelukan. Udara yang dingin, tidak kami rasakan lagi, karena kami saling berbagi kehangatan dengan berpelukan di bawah satu selimut.


Sore pun tiba..


Saat ini pukul 5 sore. Tadi setelah bangun dari tidur siang, kami melakukan percintaan kembali di atas ranjang dan di kamar mandi, dengan berbagai adegan percinta yang hot dan penuh gairah untuk mencapai kepuasan satu sama lain. Selesai bercinta, kami melaksanakan tugas kami sebagai muslim yang taat sebagai wujud syukur kami kepada sang Maha kuasa, yang sudah menyatukan kami dalam hubungan yang suci pernikahan.


Sekarang kami sedang menonton film romantis sambil memakan cemilan kesukaanku, keripik sambal dsn kue bawang.


" Sayang, liburan tahun baru nanti kita pulang ke kampung gak?", tanyaku.


" Inshaa Allah kita pulang dek, karena abang udah kangen sama ayah,adik,dan suasana di kampung ", ucap suamiku.


" Inshaa Allah, kita usahain bagi waktunya dek, karena liburan tahun baru paling lama sepuluh hari", jawab suamiku sambil mengelus perutku.


" Gimana kandunganmu sayang?, udah mulai ada gerakan ga dari anak kita?", tanya suamiku.


" Ini kandungan adek kan masih genap 4 bulan sayang, nanti kalau udah lima bulan kea atas, baru ada gerakan gitu kata dokter spesialis kandungannya", ucapku sambil memeluknya.

__ADS_1


" Sehat selalu ya nak, panjang umur, dan jadi anak yang Sholeh ya sayang ", Ucapnya sambil mengelus perutku.


" Aamiin ", ujarku.


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, adzan magrib berkumandang dengan lantang, sebagai pertanda malam sudah tiba.


Selesai adzan, kami bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan mendirikan sholat Maghrib berjamaah.


Selesai sholat, Kami makan malam bersama di dapur.


" Sayang udah ga ngidam bau bawang putih lagi kan", tanyaku.


" Kayaknya ga lagi sayang, kalau kecium bau bawang putih, abang ga mual lagi ", jawabnya.


" Syukurlah sayang, karena biasanya ngidam itu cuma sampai hamil empat bulan atau lebih, tapi ada juga yang ga ngidam" , ujarku sambil menyiapkan makanan untuk suamiku.


Kamipun menikmati makan malam bersama dengan lahapnya dan penuh syukur kepada Allah SWT, karena masih diberikan rezeki untuk bisa makan seadanya seperti saat ini..

__ADS_1


Tetaplah bersyukur akan apa yang ditakdirkan Allah SWT, agar hidup kita semakin berkah dan di ridhoi oleh Allah SWT.


Bersambung...


__ADS_2