
Aku menunggu hal apa yang akan diceritakan oleh bang Izal kepadaku, karena aku sangat penasaran hal apa yang akan dia katakan. Bang Izal mulai bercerita kepadaku. Dua tahun yang lalu, aku berpisah dengan seorang gadis yang aku cintai dan dia juga mencintaiku, tapi kedua orang tuanya tidak menyetujui hubungan kami, karena aku hanyalah seorang pengangguran miskin, aku mengerti jika mereka hanya ingin yang terbaik untuk putri mereka, akhirnya mereka menjodohkannya dengan pria lain. Nama gadis itu adalah Mira. Akupun meninggalkan kota kecil ini untuk merantau ke kota besar, Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara.
Di saat aku kebingungan mencari pekerjaan, aku bertemu dengan sahabat lamaku sewaktu sekolah SD, dia membantuku untuk mencari pekerjaan, akhirnya aku diterima di sebuah perusahaan simpan pinjam. Aku sangat bersyukur atas pertolongan Allah SWT kepadaku dan juga temanku itu, akhirnya status pengangguranku berakhir. Aku bekerja dengan giat dan bekerja keras, agar aku bisa mengubah nasibku dan mengangkat derajat keluargaku, aku juga ingin membahagiakan ayah dan adikku, karena ibuku sudah lama meninggal dunia, ketika aku masih SMP saat itu.
__ADS_1
Kerja kerasku, akhirnya membuahkan hasil, aku diangkat manager di perusahaan simpan pinjam di tempatku bekerja, sedikit demi sedikit aku memperbaiki rumah kita ini, dulu yang sangat kecil menjadi sebesar ini, ayahku yang sebatang kara dan juga sering sakit-sakitan membuatku kepikiran dengan adikku yang kurang sehat alias cacat / tuna rungu. Karena kondisi itu, akhirnya aku berpikir untuk menikah, akupun bertanya kepada sepupky untuk mengenalkanku kepada seorang gadis, dan dia memberikan nomor handphonemu kepadaku, dan aku mulai menghubungimu.
Aku tidak bermaksud untuk membohongimu, hanya saja hubungan kita bisa terjadi secepat itu, sehingga aku tidak bisa menceritakan semuanya padamu, karena aku sangat menyukaimu dan membutuhkanmu, dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku tulus menikahimu.
__ADS_1
Bang Izal menyusul ku ke kamar, dan segera membaringkan tubuhnya disebelahku, sambil berkata," kita akan selalu hidup bersama selamanya, dan aku akan berusaha membahagiakanmu dan menjadi suami yang baik untukmu sayang", kemudian dia memelukku dari belakang, aku hanya diam membisu sambil berfikir, apakah hubungan tanpa adanya cinta ini, akan langgeng dan berhasil sampai maut memisahkan kami, ini adalah kesalahanku, karena tidak menanyakan ni perasaannya padaku, dia hanya membutuhkanku untuk mengurus dirinya dan keluarganya, jujur saja aku juga membutuhkan dia sebagai malaikat pelindungku, memperhatikanku, menyayangiku.
Sudah dua hari aku hidup bersama bang Izal, satupun dari keluargaku, tidak ada yang mencoba menghubungiku, apakah aku baik saja atau gimana keadaanku disini, mungkin mereka bahagia terlepas dari diriku, yang hanya beban bagi mereka. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap bertahan hidup dengan bang Izal, karena aku memang mencintainya, mungkin suatu saat nanti, suamiku akan mencintaiku, seperti cintaku padanya. Aku membalikkan tubuhku dan membalas pelukannya. Kulihat bang Izal tersenyum, karena pelukanku padanya. Bang Izal mengunci pintu kamar kami, dan kamipun melanjutkan hubungan percintaan kami seperti semalam, sampai kami kelelahan dan tertidur lelap sampai magrib tiba...
__ADS_1
Bersambung...