
Beberapa jam kemudian, kami tiba di sebuah penginapan. Aku dan kak Khadijah ketiduran selama di perjalanan.
Ketika tiba di depan penginapan, bang Izal membangunkan kami.
Perlahan kubuka mataku, ternyata kami sudah ada di Kota Brastagi. Aku ingat dengan penginapan ini.
Karena,di penginapan ini kami berbulan madu. Aku meregangkan otot-otot tubuhku yang agak pegal. Aku juga melihat kak Khadijah terkejut dengan keberadaan kami sekarang.
" Bang Raka, ini dimana?", tanya kak Khadijah pada suaminya.
" Ini di Brastagi, kita akan menginap disini sampai hari Minggu besok, kita nikmati aja liburan dadakannya ya sayang", ucapnya sambil tersenyum pada kak Khadijah.
Aku dan suamiku bergegas menuju kamar penginapan yang sudah dibayar oleh suamiku untuk dua hari.
" Emangnya Abang ga kerja Sabtu besok, ntar dimarahi sama atasannya Abang?", tanyaku suamiku.
" Abang udah minta izin sama atasannya Abang, besok Fauzi yang gantiin Abang untuk mencek absen mingguan, dan laporannya akan dikirim Fauzi sama Abang, dan Abang yang ngelaporin ke atasannya Abang, tadi sewaktu di perjalanan abang nelpon Fauzi", ucap suamiku mejelaskan.
" Ooh.. syukurlah kalau begitu sayang, adek takut aja Abang dimarahin sama atasannya Abang, kita kan butuh pekerjaan untuk hidup, adek takut aja Abang di pecat, gara-gara sering idzin ga masuk kerja", ucapku khawatir.
" Inshaa Allah, selagi kita mau berusaha, pasti ada rezekinya dek, seandainya Abang dipecat, berarti bukan rezekinya Abang, Allah sudah menyiapkan rezeki yang lain untuk kita", ucap suamiku dengan penuh keyakinan.
Kami bergegas masuk ke dalam kamar penginapan, karena sudah larut malam.
" Jujur saja, aku kaget kalau kita akan berlibur akhir pekan disini", ucapku sambil merebahkan tubuhku setelah membuka jilbabku.
" Sebenarnya ini udah kami rencanakan dari tadi sore, saat adek nyuruh Abang tidur sama si Raka di ruang tv, Abang ga terimalah kalau malam ini ga dapat jatah, hehehe ", ucap suamiku sambil cengengesan.
" Ya ampiyuun bang, ga apa-apa kali kalau libur bercinta untuk satu malam, emangnya Abang ga capek dan bosan kalau bercintanya tiap hari?", tanyaku gemas melihatnya.
" Ga lah sayang, malahan makin tiap hari, makin mantap, karena ngunjungin si baby tiap hari, biar sehat selalu", ucapnya sambil mengelus perutku dan mencium keningku.
" Abang ada hadiah untuk adek, tapi harus dipake ya", ucapnya sambil tersenyum.
" Kado apa sayang?", tanyaku penasaran.
__ADS_1
Bang Izal pun keluar dari kamar menuju kamar bang Raka.
Mungkin kadonya masih ketinggalan di dalam bagasi mobil.
Beberapa menit kemudian, suamiku sudah berada di dalam kamar. Aku menunggunya dengan setia dan rasa penasaranku yang cukup tinggi.
" Ini dek, di pakai ya sayang, biar makin hot malam ini", ucapnya sambil tersenyum dan memberikan sebuah tas keci yang berisi sebuah kotak besar dan kecil.
Aku terlebih dahulu membuka kotak kecil, aku melihat sebuah kalung yang bertahtakan berlian yang mungil tapi sangat memukau, dan sebuah cincin berlian yang mungil juga, seperti satu set, karena model dan bentuknya sama.
" Terima kasih ya sayang kejutannya", ucapku bahagia sambil memeluknya.
" Dibuka lagi sayang kotak yang besarnya", ucap suamiku sambil tersenyum.
Kemudian aku membuka kotak besarnya, dan aku melihat sebuah gaun tidur transparan yang sexy dan berwarna peach, tanpa pakaian dalam.
Mataku berkedip- kedip melihatnya, sambil menoleh ke arah suamiku.
" Ini apaan sayang?", tanyaku heran.
Jujur saja, aku belum pernah memakai pakaian seperti ini, tapi ini adalah permintaan suamiku yang harus aku lakukan untuk menyenangkan hatinya.
" Apa ini muat sama aku bang, sementara perutku udah besar gini, bahannya tipis banget, mana disini udaranya dingin lagi", ucapku sambil menggelengkan kepalaku.
" Itu muat kok sayang, tadi pas beli udah disesuaikan untuk ibu hamil, bahannya memang tipis, dan elastis, kalau soal udaranya dingin, nanti Abang kasih kehangatan yang tidak terlupakan", ucapnya sambil menggodaku.
Mau tak mau, aku harus menuruti keinginannya.
Aku pun melepaskan semua pakaianku di depannya dan memakai gaun tidur yang dia belikan untukku.
Ada- ada aja sih suamiku ini, apa dia ketularan usilnya bang Raka, atau memang aslinya memang gitu ya, gimana keadaan kak Khadijah ya malam ini, apa sama sepertiku, Gagal total rencana rahasia kami, akhirnya kami yang dikerjain, apes banget deh..!, sungutku dalam hati.
Aku melihat mata suamiku yang berbinar- binar melihat lekukan tubuhku yang terpampang jelas di depannya.
Suamiku tersenyum sambil berjalan mendekatiku. Akupun membalas senyumannya.
__ADS_1
Suamiku membuka ikatan rambutku, akhirnya rambut panjangku tergerai indah. Dia mulai membelai wajahku dan mencium keningku dan pipiku.
" Adek sangat cantik dan seksi, kalau bisa, setiap kita bercinta, adek akan se sexy ini", bisiknya sambil mencumbuiku.
Aku membalas ciumannya dan cumbuannya dengan penuh gairah, untuk mencapai kepuasan maksimal sampai kami lelah dan tidur sambil berpelukan sampai pagi.
Dibidara yang dingin, kami saling berbagi kehangatan dan saling memuaskan satu sama lain.
POV. Khadijah
Aku bahagia mendapatkan sebuah kado yang menurutku sangat berharga. Sebuah kalung emas bermata biru, dan sebuah cincin berlian bermata biru juga. Tapi, saat aku melihat pakaian tipis yang ada di dalam kotak, aku langsung kaget melihatnya.
" Ini pakaian apa ya bang?", tanyaku penasaran.
" Ini gaun tidur transparan sayang, sangat cocok untuk kulitmu yang putih mulus dan bersih, Abang ingin adek mau memakainya, agar kita bercinta dengan lebih hot dan bergairah, untuk mencapai kepuasan maksimal sampai pagi, agar bibit yang kutanam di rahimmu ini cepat tumbuh subur", ucapnya sambil tersenyum dan memeluk tubuhku.
Sebenarnya aku bingung, aku pakai atau tidak, tapi melihat wajah suamiku yang sedang dikuasai oleh nafsu, aku tidak ingin mengecewakannya.
Aku bergegas menuju kamar mandi untuk memakai pakaian tipis yang berwarna putih ini. Aku malu saat melihat tubuhku yang ada di cermin. Kemudian, aku buka ikatan rambutku, dan kegeraikan rambutku sambil kurapikan dengan sisir yang ada di depan cermin.
Perlahan, aku keluar dari kamar mandi. Aku berjalan mendekati suamiku yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi sambil menungguku keluar dari kamar mandi.
Suamiku berdiri mematung menatapku dengan tatapan yang penuh gairah. Dia berjalan mendekatiku dan memeluk tubuhku dengan erat sambil membelai rambutku.
" Adek sangat cantik, aku tidak menyangka, adek bisa secantik dan se sexy ini, membuatku lupa diri", bisiknya sambil mencumbuiku.
Awalnya aku merasa malu membalas ciumannya, tapi lama-kelamaan, aku terbawa suasana, aku membalas ciumannya dan cumbuannya dengan penuh gairah.
Kami saling memuaskan satu sama lain sampai keringat bercucuran dari tubuh kami, sampai malam ini berakhir dengan penuh gairah, kehangatan dan akan menjadi kenangan yang sangat indah.
Aku berjanji dalam hati, akan selalu tampil cantik di depan suamiku, setiap kali kami mau berhubungan intim, agar dia tidak berpaling pada wanita lain. Karena, sekarang aku baru tahu, kalau suamiku menyukai penampilanku yang seperti ini, yang sebelumnya tidak aku ketahui.
Kami melewati malam yang panjang dengan penuh gairah dan cinta untuk saling berbagi kehangatan dan kenikmatan sampai kami lelah dan ketiduran sambil berpelukan sampai pagi tiba.
Bersambung...
__ADS_1