Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Akhirnya...


__ADS_3

Disaat perjalanan ke rumah, kami singgah di loket bus Bayang Pane untuk membeli tiket bus menuju Sidempuan. Nenek, paman, dan bibiku akan pulang ke Sidempuan nanti malam.


Setelah mendapatkan tiket bus, kami kembali meneruskan perjalanan ke rumah. Beberapa menit kemudian, kami tiba di depan rumah.


Kami keluar dari mobil, aku bergegas menuju pintu rumah untuk membukakannya, karena kuncinya ada padaku.


Kami segera masuk dan beristirahat di ruang tamu.


" Kenapa nenek,paman dan bibi cepat sekali pulangnya?", tanyaku.


" Pamanmu harus kembali bekerja besok, dan Pamanmu sudah libur bekerja selama seminggu, dan rekan kerjanya memberitahukan bahwa Senin besok akan diadakan rapat koordinasi dengan pihak luar sekolah dan orang tua siswa di sekolah, jadi semua guru diwajibkan untuk hadir dalam rapat koordinasi tersebut", ucap nenek menjelaskan.


" Iya nak, nanti kapan-kapan, kami akan berkunjung la yg i kesini bersama adikmu Irul, dan pamanmu yang di Sipirok, dan bibi juga", ucap bibi menimpali.

__ADS_1


" Iya bi, aku ngerti kok", ucapku sedih.


"Ani ga usah sedih, nanti Ani maen kerumah kakak aja, biar ga kesepian dirumah kalau Izal lagi kerja ", ucap kakak Khadijah menambahi.


" Iya kak, kalau bang Izal mengizinkan, aku pasti maen kerumah kakak ", ucapku sambil tersenyum.


Saat adzan Ashar berkumandang, kami terdiam sejenak sampai adzan selesai. Kak Khadijah dan suaminya Raka, pamit untuk pulang ke rumah mereka, karena sudah Sore dan masih ada urusan dirumahnya.


Aku mengantarkan mereka ke depan pintu rumah, dan berkata," Nanti habis magrib jangan lupa datang lagi ya kak, untuk mengantarkan nenek, paman ,dan bibi ke loket busnya", " Iya dek, tenang aja, inshaa Allah, kakak akan datang", jawab kak Khadijah sambil tersenyum.


Aku tidak tahu, kalau suamiku sedangkan mandi juga, dam dia melihatku tanpa berkedip karena tidak memakai sehelai benang pun di tubuhku. Dia langsung menghampiriku dan memeluk tubuhku, dan berbisik, " Aku sangat merindukanmu sayang, sudah dua hari dua malam si junior puasa, Adek mau kan melayani abang disini?", aku tersenyum dan membalas pelukannya, dan kuciumi dadanya dengan penuh gairah. Seakan puasa selama setahun, suamiku menciumiku dengan penuh gairah, kamipun bercinta dan saling memuaskan di dalam kamar mandi.


Selama satu jam di kamar mandi dengan berbagai adegan percintaan, kami akhirnya menyudahinya dengan mandi bersama di bawah shower.

__ADS_1


Selesai berpakaian, kami merebahkan tubuh kami di atas tempat tidur dan saling berpelukan, karena merasa lelah dengan aktivitas kami di kamar mandi tadi. Suamiku mencium keningku dan mengelus perutku yang mulai membuncit, dan aku sangat bahagia, di saat suamiku memanjakanku seperti ini.


" Sayang, nanti malam, mau makan nasinya lauk pauknya apa, biar Adek Masakin sore ini, karena habis magrib nanti, kita harus mengantar nenek, paman dan bibi ke loket busnya,", ucapku sambil memeluknya.


" Terserah Adek aja mau masak apa, pasti abang makan" jawabnya sambil mengelus perutku.


Selesai sholat ashar, aku bergegas ke dapur untuk memasak makanan untuk malam ini. Aku melihat bibi sedang mengobrol dengan nenek," Lagi ngobrol apaan nek, layaknya seru banget", tanyaku," Ini lagi membahas kakakmu Khadijah, kayaknya ada hal yang dia sembunyikan dari kita tentang rumah tangga atau keluarga suaminya", ucap bibi khawatir.


" Bibi ga usah khawatir, kalau kak Khadijah tidak bisa menyelesaikan masalahnya, dia pasti akan cerita pada kita, benar kan nek", tanya pada nenek untuk meminta dukungannya.


" Iya nak, hal biasa kalau masalah kecil dalam rumah tangga, yang penting sabar dan tabah serta berdoa kepada Allah SWT agar diberikan solusi yang tepat, dan nenek yakin, Khadijah pasti bisa mengatasinya, karena dia adalah wanita yang sabar dan bijaksana", ucap nenek sambil tersenyum pada kami.


" Bi, kita mau masak makanan apa untuk malam ini?", tanyaku penasaran menu apa yang akan kami siapkan untuk malam ini....

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2