Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Pengobatan Alami... Part 3


__ADS_3

Keesokan harinya, nenek sudah kami bawa pulang ke rumah pamanku dengan menggunakan mobil tetangga paman.


Beberapa menit kemudian, kami tiba di depan rumah paman, dan bibiku segera keluar rumah untuk menyambut kedatangan kami.


Kami mengangkat tubuh nenek yang berada di atas kasur ke dalam rumah dengan memegangi masing-masing ujung kasur, dengan bantuan para tetangga paman.


Setelah meletakkan nenek di kamar tamu, kami bergegas menuju ruang tamu. Paman mengucapkan banyak terima kasih kepada tetangga yang sudah mau membantu kami.


Aku bergegas menuju kamar nenek.


" Nek, apa ada yang nenek mau?", tanyaku.


" Nenek mau istirahat aja nek, nanti sore tukang pijat refleksinya mau datang memijat nenek, dan besok pagi Ani mau kan menemani nenek ke pemandian air panas", tanya nenek.


" Inshaa Allah nek, selama kami disini, aku akan menemani nenek untuk ke pemandian air panas", ucapku sambil tersenyum padanya.


Aku keluar dari kamar nenek dan bergegas ke ruang tamu untuk menemui suami dan pamanku.


" Paman, jam berapa tukang pijat refleksinya datang untuk memijat nenek?", tanyaku.


" Mungkin kira-kira jam lima sore, tukang pijatnya sudah sampai di rumah ini", jawab pamanku.


" Si Irul kemana paman", tanyaku lagi.


" Adikmu pergi main kerumah temannya, biasanya dia seperti itu kalau sudah pulang dari sekolah", jawab pamanku.


" Abang mau minum apa, biar kubuatkan?", tanyaku.

__ADS_1


" Abang minta air putih aja dek", ujarnya.


Aku bergegas ke dapur untuk mengambil air mineral yang sudah dimasak terlebih dahulu oleh bibiku.


Aku memberikannya kepada suamiku, dan dia langsung meminumnya hingga habis, mungkin dia sudah kehausan dari tadi.


Aku membawa gelas bekas minum suamiku ke dapur, dan aku melihat bibiku sedang menggendong adikku yang masih balita.


" Raihan lagi ngapain?", tanyaku sambil mencubit pipinya yang tembem.


" Lagi nengok bunga kak Ani", jawab bibiku dengan menyerupai suara bayi.


Aku melihat sebuah taman kecil di belakang rumah pamanku, di taman sekecil itu bisa menampung berbagai macam jenis bunga, seperti: Bunga janda bolong, bunga mawar, m


elati, matahari, dan lain-lain.


" Bibi dapat dari tetangga, dan sebagian ada juga yang bibi beli di toko bunga yang ada di pasar", jawab bibiku.


Aku meminta Raihan untuk aku gendong, dan bibiku memberikannya padaku. Raihan tidak menangis ketika aku menggendongnya.


" Kandunganmu udah berapa bulan Ni?", tanya. bibi padaku.


" Alhamdulillah udah masuk enam bulan bi, dan sebelum pulang kampung, aku periksa kandungan terlebih dahulu, kata dokter spesialis kandungannya bilang kalau janinku sehat dan berkembang dengan baik " ucapku sambil mengelus perutku.


" Syukurlah kalau begitu, semoga kalian selalu panjang umur, sehat dan bahagia ", ucap bibiku sambil tersenyum.


" Kita mau masak apa untuk makan malam ini", tanyaku.

__ADS_1


" Kita masak opor ayam sama sambal terasi aja untuk makan malam ya nak", jawabnya.


" Apa bahan- bahannya sudah lengkap?", tanyaku lagi.


" Iya nak", kita tinggal masak aja nanti.


Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajahku. Setelah melepas jilbabku, aku mencuci wajahku dengan menggunakan sabun. Selesai memasak barulah aku mandi.


Ketika aku mencelupkan tanganku ke dalam air yang ada di gayung, aku merasa dingin sekali, dan cepat -cepat membasuh wajahku, aku jadi berpikir dua kali untuk mandi nanti.


Aku bergegas keluar dari kamar mandi, karena suamiku ingin buang hajat, mungkin karena udaranya dingin, airnya jadi dingin sekali.


Aku menuju kamar tidur yang sudah disediakan oleh bibiku di samping kamar nenek.


Aku beristirahat sebentar, sebelum pergi membantu bibiku untuk memasak makan malam.


Di saat sedang melamun, suamiku datang ke kamar dan tidur disampingku, dan memelukku dari belakang.


" Dek, dingin gini enaknya ngapain ya sayang", bisiknya padaku.


" Emangnya enaknya ngapain bang?", tanyaku pura-pura tidak tahu.


" Enaknya bermesraan sama adek sampai puas kan sayang", ucapanku mulai menciumiku.


Suamiku mulai menciumi wajahku dan ******* bibirku,aku membalas ciumannya itu, dan tiba-tiba aku melepaskan ciuman kami, dan berkata" maaf ya bang, adek harus membantu bibi untuk memasak makan malam, Abang sabar dulu ya samapi nanti malam", ucapku sambil bergegas bangkit dan keluar dari kamar.


Rasain kamu sayang, emang siapa suruh kamu mau mancing -mancing aku tadi, emang enak digantungin kayak gitu, ucapku dalam hati sambil tersenyum sendiri...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2