Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Bulan Madu... part 2


__ADS_3

Hujan deras terus mengguyur kota Brastagi semalaman, kamipun hanya bertahan di kamar sepanjang malam sambil bercocok tanam dan memadu kasih, maklum namanya pengantin baru, masih hangat-hangatnya.


Pagi pun tiba dibarengi suara kicauan burung yang bersahutan. Pagi ini kami sedang bersantai di teras kamar penginapan sambil memakan sarapan kami. Kami makan bersama dengan lahapnya, karena tenaga kami terkuras habis karena kerja rodi semalaman.Selesai sarapan, rencananya kami akan jalan-jalan ke kebun jeruk dan strawberry yang ada di dekat penginapan ini.


Pagi ini cuacanya cerah, dan udaranya lumayan sejuk, mungkinkah karena baru turun hujan. Setelah mengunci kamar, kami berjalan kaki sambil bergandengan tangan menuju perkebunan jeruk dan strawberry. Setibanya di tempat tujuan, kami menemui pemilik kebunnya dan meminta izin untuk berwisata di kebun miliknya.


Pemiliknya sangat ramah dan baik, dia mempersilahkan kami untuk berwisata di kebun miliknya. Sambil bergandengan tangan, kami meuju tempat penanaman pohon 🍊 terlebih dahulu. Kami memperhatikan penanaman pohon 🍊, dimulai dari penggemburan tanahnya, melubangi dan cara menanam pokok jeruknya.


Selesai memperhatikan penanamannya, kami menuju kebun jeruk yang sudah berbuah dan berselfie ria disana.


Bang Izal juga membeli beberapa kg untuk kami bawa pulang, setelah membayar jeruk yang kami beli, dan kami sekarang kami akan menuju kebun strawberry 🍓. Setibanya disana, kami langsung menuju pembibitan pokok strawberrynya, dan cara penanamannya dan cara memetik buahnya. Kami mengambil beberapa buah strawberry untuk kami nikmati di kebun itu.


Buah strawberry yang kami petik sangat manis dan nikmat dikonsumsi. Selesai menikmati buah strawberrynya, suamiku juga membeli beberapa kg untuk kami bawa pulang. Setelah membayar buah yang kami beli, kamipun berjalan kaki menuju pemandian air panas yang ada di dekat penginapan juga.


Sebelum mandi, bang Izal terlebih dahulu mengantarkan buah-buah yang kami beli di kebun tadi ke kamar penginapan, sedangkan aku menunggu bang Izal didepan pemandian sambil menikmati pemandangan yang indah dan menikmati udara segar di daerah itu. Mungkin karena banyak pepohonan dan pegunungan, cuaca disini walau panas tapi masih terasa sejuk dan menyegarkan.

__ADS_1


Ketika sedang duduk menunggu suamiku, aku melihat beberapa pasangan masuk ke dalam pemandian, aku jadi heran melihat mereka masuk bersama ke dalam pemandian. Aku jadi penasaran, gimana keadaan pemandian tersebut di dalam. Setelah beberapa menit, aku melihat bang Izal menuju ke arahku. Saat bang Izal sudah dekat, aku bertanya," kok lama banget sayang?, aku jadi jamuran disini nungguin Abang!", suamiku mencium keningku dan menjawab,"Abang tadi sakit perut, mungkin masuk angin, jadi tadi buang hajat dulu baru abang minum obat diare yang ada di tas ransel bawaan kita, tapi ga ada akan yang gangguin adek disini? karena menurut abang keadaan disini aman dan penduduknya juga ramah dan baik".


Aku berbisik ke telinga suamiku," tadi ada banyak pasangan yang masuk ke dalam pemandian ini, dan aku penasaran banget gimana keadaan didalam sayang?", suamiku tersenyum mendengar ucapanku. Suamiku menggandeng tanganku masuk ke dalam pemandian, ternyata, pemandiannya ada ruangan-ruangan kecil yang berjarak setengah meter antar masing-masing ruangan.


Aku menoleh ke arah suamiku. Dia hanya tersenyum melihat reaksiku. Suamiku langsung menggendongku masuk ke dalam ruangan, karena kaget, aku sedikit menjerit, karena takut jatuh dari pelukannya. Setelah di dalam ruangan, suamiku menurunkanku di sebuah ranjang kecil di sudut ruangan. Di ruangqn ini ada sebuah bak mandi besar yang bisa menampung tiga orang.


Aku melihat suamiku mulai melepaskan semua pakaiannya dan menuju ke arahku, dan mulai melepaskan pakaianku satu persatu. Tentu saja ada upahnya, tidak ada yang terlewatkan lagi dari tubuhku yang tidak dicumbuinya, setelah puas melihat tubuhku, suamiku mengangkat tubuhku ke bal mandi, dan mendudukkanku di pangkuannya. Kamipun berciuman dengan penuh gairah, dan siang ini kami lewati dengan penuh gairah dan saling memuaskan.


Selesai mandi, kami memakai pakaian kami kembali. Keluar dari pemandian, kami menuju kamar penginapan, dan beristirahat sebentar sebelum makan siang. Rencananya sore ini kami akan kembali ke kota Medan, karena besok suamiku akan aktif bekerja kembali. Selesai makan siang, kami mengemasi barang-barang kami ke tas ransel yang sudah kami bawa.


Setelah kenyang, dan istirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah kontrakan kami. Beberapa menit kemudian, kami tiba di depan rumah kontrakan. Setelah membuka pintu, bang Izal mengangkat barang-barang kami ke dalam, kerena dia melihatku kelelahan.


Aku segera masuk ke dalam kamar kami, dan membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Suamiku menyusulku ke kamar, dan mengikutiku untuk membaringkan tubuhnya di sampingku. Dia memiringkan tubuhnya menghadap ku, sambil mengelus-elus perutku, dan berbisik ke telingaku, " semoga bibit yang kutanam ini, bia cepat tumbuh subur dan berkembang ", aku menatap wajahnya dan berkata," bagaimana kalau belum tumbuh, gimana menurut abang?, apa abang akan bosan dan meninggalkanku ?".


Bang Izal langsung memeluk dan mencium bibirku, dan berkata," Abang tidak akan pernah meninggalkan adek samapi maut memisahkan kita, seandainya belum tumbuh, Abang akan lebih bekerja keras lagi dan lagi, samapi bibit yang abang tanam akan tumbuh subur dan berkembang". Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya,dan berdoa dalam hati, semoga Allah SWT segera mengabulkan doa kami untuk dipercayakan untuk mendapatkan momongan. Aiimiin...

__ADS_1


Akupun membalas pelukannya, karena kelelahan, kamipun tertidur lelap sambil berpelukan sampai pagi.


Hari ini suamiku mulai aktif bekerja, dan hari ini aku akan ke universitas negeri Medan, tempatku melanjutkan kuliah.Sebelum berangkat, aku menyiapkan berkas yang aku perlukan untuk mengurus kuliahku. Sebelum ke kantor, suamiku mengantarku terlebih dahulu ke kampus, dan dia berpesan, kalau urusanku sudah selesai, aku harus mengabarinya, dan di akan menjemputku ke kampus.


Setelah tiba di kampus, aku pamit kepada suamiku terlebih dahulu dan mencium tangannya, dan suamiku berpesan agar aku lebih hati-hati di kampus ini, karena aku masih baru disini. Aku mendengarkan nasihatnya, dan mengiyakan pesannya padaku.


Aku masuk ke dalam kampus, suamiku melanjutkan perjalanannya menuju kantornya. Di dalam kampus, aku bertanya kepada seorang mahasiswi, diman letak kantor Adira kampus, dan dia bersedia mengantarku ka kantor administrasi, karena aku memberitahunya kalau aku mahasiswi tranferan baru di kampus ini.


Dalam perjalanan menuju kantor administrasi, kami berkenalan satu sama lain, aku memberitahukan namaku padanya, diapun sebaliknya. Ternyata dia juga mahasiswi tranferan sama seperti aku, tapi dia bersal dari kota Siantar dan namanya Putri. Setelah tiba di kantor administrasi, aku menemui staff administrasi bagian mahasiswa transferan dari daerah lain.


Sebelumnya, teman baruku Putri, sudah memberitahuku apa saja berkas yang diperlukan., sehingga urusanku cepat selesai, dan aku sekalian meminta jadwalku untuk kuliah kepada staff administrasi. Setelah selesai, aku keluar dari kantor. Aku melihat Putri sedang menungguku di luar kantor.


Aku bergegas menghampirinya, dia mengajakku ke kantin kampus. Sesampai di kantin, kami duduk di sudut kantin, karena hanya disitu kursi yang kosong, sedangkan yang lainnya sudah terisi. Kami memesan makanan dan minuman yang kami inginkan. Beberapa menit kemudian, pesanan kami diantar pelayan kantin tersebut.


Ketika kami sedang mengobrol, suamiku menelponku untuk menanyakan apakah urusanku sudah selesai, agar suamiku menjemputku ke kampus. Aku pun menjawab pertanyaan suamiku dan mengatakan padanya agar segera menjemputku. Setelah selesai makan, aku pamit kepada temanku Putri, karena suamiku sudah menjemputku dan menungguku di gerbang kampus, dan dia kaget mendengarnya...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2