Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Saling percaya dan pengertian...


__ADS_3

Kekompakan dalam rumah tangga sangat penting, agar rumah tangga yang langgeng dan bahagia bisa diwujudkan. Aku bersyukur mendapatkan suami yang pengertian, karena mau membantuku dalam hal apapun.


Setelah mengunci pintu rumah, kamipun berangkat ke kampusku terlebih dahulu. Setelah menghidupkan mesin sepeda motor, bang Izal melajukan sepeda motornya. Akupun memeluk pinggangnya dari belakang, karena takut jatuh.


Beberapa menit kemudian, kami tiba di depan kampus, aku turun dari sepeda motor dan menyalami sambil mencium tangannya, dan suamiku tersenyum dan mencium keningku, dan berpesan, kalau sudah selesai kuliah, agar aku menghubunginya, aku mengangguk mengiyakan perkataannya.


Setelah aku masukkan ke dalam kampus, bang Izal langsung pergi menuju kantornya. Jarak dari kampusku ke kantornya lumayan jauh, ada 15 menit perjalanan jika menaiki sepeda motor.


Di dalam kampus, aku bertemu dengan temanku Putri di taman kampus, karena ruanganku melewati taman kampus ini. "Anii ..!",teriaknya memanggilku, aku berhenti dan menoleh padanya, dia menghampiriku dan bertanya apakah aku ingin masuk kelas, aku mengiyakannya.


Dia bertanya lagi padaku apakah aku bisa mengobrol sebentar dengannya, setelah ku pertimbangkan, dan dosen mata kuliah belum datang, akupun mengangguk mengiyakan. Kami duduk di bangku taman, dan dia bertanya" apakah kamu memang sudah menikah?", aku menatap wajahnya dan berkata" iya, aku sudah menikah, dan hampir dua bulan, masih pengantin baru.


Temanku pun terdiam dan menatapku lama, dan tanpa sengaja dia berucap kalau dia ingin mengenalkanku kepada kakak sepupunya, aku kaget mendengarnya. Aku berkata, " kamu kok bisa ingin mengenalkanku kepada kakak sepupunu, padahal kita baru kenal?",dia menjawab, kalau kakaknya mau menikah dengan pilihan hatinya, siapa tahu kalau kakakku bertemu denganmu, dia jatuh cinta padamu dan segera menikah, karena orang tua sepupuku sakit-sakitan, dan itulah permintaan mereka pada kakakku sebelum mereka meninggal.

__ADS_1


Aku terdiam sejenak mendengar perkataannya, kemudian aku tersenyum dan berkata, " kenapa harus aku, disini masih banyak cewe yang lebih cantik dan lebih baik dari aku", dia hanya tersenyum mendengar ucapanku.


Ketika sedang asyik mengobrol, aku melihat dosen mata kuliah kami sudah datang dan ingin masuk ke kelas kami, dan aku segera pamit kepada temanku, dan diapun mengiyakan nya sambil berlalu pergi menuju ke kelasnya.


Aku bergegas masuk ke dalam kelas kami, dan dosen mata kuliah pun masuk ke kelas dan memulai penjelasan tentang mata kuliah botani III, karena aku memang mengambil jurusan MIPA, program studi Biologi.


Beberapa jam berlalu, mata kuliah kami yang terakhir Zoologi III pun selesai, aku bergegas menyusun buku-bukuku. Setelah dosen mata kuliah keluar dari kelas, kamipun keluar dari kelas. Di luar kelas, aku bergegas ke gerbang kampus, karena suamiku sudah menungguku disana, karena tadi sebelum mata kuliah berakhir, bang Izal mengirim SMS padaku, bahwa dia sudah di gerbang kampus, akupun membalas SMSnya, mengatakan kalau sepuluh menit lagi kuliahku akan selesai.


Setelah beberapa menit, kami tiba di depan rumah kontrakan. Aku heran kenapa bang Izal langsung turun juga dari sepeda motor, biasanya selesai mengantarku, dia akan langsung berangkat ke kantornya.


Bang Izal menggenggam tanganku, setelah membuka pintu rumah, kami masuk ke dalam rumah. Aku penasaran dan segera bertanya," sayang ga ke kantor lagi ?", dai menjawab, "ga dek, khusus hari ini abang cepat pulang, karena teman-teman kantor abang mau datang ke rumah kita, dalam rangka untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan kita", Akupun mengangguk mengerti alasan kenapa bang Izal tidak ke kantor lagi. Jadi kita mau nyiapin makanan apa aja yang ?, tanyaku lagi, adek ga usah masak makanan apapun, nanti adek capek, ntar makanannya abang pesan aja via online. Aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan perkataannya.


Suamiku memeluk tubuhku dari belakang sambil menciumi leher dan bahuku dan berbisik," adek layani abang ya siang ini, abang lagi pengen bercinta sama adek, biar kepanasan abang nungguin adek terobati ". Akupun berbalik dan merangkul lehernya sambil mengecup bibirnya sekilas. Seketika itu bang Izal langsung mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar. Suamiku meletakkan aku di atas tempat tidur, dan mulai melepaskan pakaianku satu-persatu, dan akupun melakukan hal yang sama padanya.

__ADS_1


Dia pun mulai mencium keningku, pipiku dan ******* bibirku dengan penuh gairah. Aku hanya mengikuti permainannya saja. Siang ini kami lewati dengan penuh gairah dan keringat yang bercucuran. Beberapa jam kemudian kami menyudahi acara cocok tanam kami, dengan acara mandi bersama di kamar mandi, tentunya dengan aksi yang hot, agar kami semakin puas dengan hasilnya nanti.


Selesai mandi, kami berpakaian di kamar tidur. Aku bergegas ke dapur untuk mengambil makanan untuk kami makan siang ini. Terlebih dahulu ku panaskan opor ayam yang sudah kumasak tadi pagi. Setelah kuhidangkan di meja makan, aku memanggil suamiku untuk makan siang bersama. Setelah suamiku duduk, kamipun makan dengan lahapnya, karena tenaga kami terkuras saat bercinta tadi.


Setelah kenyang, kami duduk di ruang tv,aku bertanya pada suamiku, kapan teman-temannya, dan dia menjawab kalau teman-temannya datang ke rumah kami nanti malam sehabis sholat isya. Aku tersenyum mendengar ucapannya, dan memintanya untuk memesankan makanannya terlebih dahulu, agar nanti malam makanannya tidak terlambat diantar kerumah kami.


Suamiku segera masuk hp nya untuk memesan makanan delivery, mulai dari ayam bakar nasi uduk, sambal terasi, sambal ikan teri kacang, daun ubi tumbuk yang pake santan, dan beberap kue untuk cemilan kami.


Waktupun berlalu dengan cepat, tidak terasa malam pun tiba. Setelah sholat isya, temman sekantor suamiku sudah berdatangan satu persatu. Mereka mengajak pasangan masing-masing, dan membawa oleh-oleh berupa buah-buahan dan ada juga makan ringan lainnya. Kami semua duduk di ruang tamu, untunglah ruang tamu kami cukup luas dan bisa menampung tamu kami yang kurang lebih 20 orang. Sebagian ibu-ibunya duduk di ruang tv dan ada juga yang lebih suka duduk di teras rumah.


Aku bertanya pada suamiku apakah semua temannya sudah hadir, dan dia menjawab ada satu lagi teman kantornya yang belum datang, dan kami masih menunggunya, agar acara makan malam bersama ini bisa di mulai. Beberapa menit kemudian, temannya pun tiba di depan rumah kami, dan dia langsung minta maaf karena terlambat. Kami menjawab tidak apa-apa, tapi setelah melihat wanita hamil yang dl belakangnya, setelah melihat wajah istrinya, aku kaget dan tanpa sadar aku berucap, " Miiraa...??!!"....


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2