
Kak Dewi terdiam mendengar pertanyaanku.
Kemudian, ada seseorang yang menjawab pertanyaanku dengan tiba-tiba.
" Kami tidak akan pernah menerima kamu sebagai ibu sambung kami, walau kamu adalah istri dari ayah kandung kami", ucapnya.
" Kamu siapa?", tanyaku sambil menatap matanya dengan tajam.
" Namaku adalah Boy, anak bungsu dari pria tua yang kamu nikahi, dan akau tujuanmu untuk menikah dengan ayahku adalah untuk menguasai hartanya, benarkan?", ucapnya lagi sambil tersenyum sinis padaku.
" Jangan ngomong seperti itu Boy, ayahmu akan marah bila mendengar perkataanmu itu", ucap kak Dewi.
" Kamu jangan salah paham padaku, àku tidak berniat buruk terhadap ayahmu ataukah harta kalian", ucapku membela diri sambil duduk dengan tenang di sofa bersama putriku Syifa.
" Itukan manis dibibirmu saja, tidak ada yang tahu isi hatimu apa!", ucapnya dengan nada ketus.
" Yah, itu terserah kamu mau menikahiku apa, selama ayahmu menjadi suamiku, otomatis aku menjadi ibu sambungmu, mau terima atau tidak, yang penting aku akan melaksanakan tugasky sebagai istri dari ayahmu, dan sebagai ibu kalian dirumah ini", ucapku dengan tegas.
" Dasar wanita licik, lihat saja ap yang akan aku lakukan padamu, agar ayahku mengusirmu dari hidupnya dan dari rumah ini selamanya ", ucapnya dengan suara keras.
" Silahkan saja, tai ingat, Allah itu Maha Adil, dan aku yakin Allah pasti akan melindungi hamba-Nya yang berjalan di jalan yang benar ", ucapku dengan tegas.
" Sok alim ya!, kamu pikir aku akan tertipu dengan tipu muslihat wajah polos sama sifat sok alim mu itu!", ucapnya lagi.
" Itu terserah kamu mau menilai aku apa, yang penting aku akan berusaha untuk menjadi istri dan ibu yang baik selama aku hidup bersama ayahmu, dan seharusnya kamu lebih memikirkan kebahagiaan ayahmu, daripda egomu yang tidak baik itu!", ucapku.
" Sok ngajarin pula kamu ya!, ingat ya wanita sok alim, sok jujur, aku bukan anakmu yang bisa kamu atur-atur di rumah ini, ingat itu!", ucapnya sambil berlalu pergi menuju kamar tidurnya yang ada di dekat ruang tamu ini.
" Kamu yang sabar ya dek!, sebenarnya Boy adalah anak yang baik, dan penurut, mungkin dia mendapat hasutan yang tidak baik dari bibinya atau kakak-kakaknya, sehingga dia berubah menjadi tidak sopan seperti itu!", ucapkqk Dewi menghiburku.
" Ga apa-apa kak, yang penting aku akan berusaha untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk mereka, dan semoga Allah membukakan pintu hati dan pikirannya ke jalan yang benar, agar keluarga ini bisa hidup harmonis dan bahagia ", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Ma!, siapa tadi yang bentak mama?", tanya Habib tiba-tiba dengan nafas yang terengah-engah.
" Ga ada sayang, emangnya siapa yang berani bentak mama do rumah ini?", tanyaju balik.
" Ooh ya ma, berarti Habib salah dengar aja kali ya dari halaman rumah yang ada di depan!", ucapnya.
__ADS_1
" Iya sayang, keringin dulu keringatnya, baru mandi ya nak!", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Iya ma, Habib ke kamar dulu ya ma, mandi di kamar mandi yang ada di kamar Habib aja!", ucapnya sambil tersenyum padaku dan berlalu pergi menuju kamar tidurnya.
" Hati -hati naik tangganya ya sayang!", ucapku.
" Iya ma!", ucapnya sambil terus berjalan perlahan menaiki tangga.
" Jadi, kapan kakak pulang ke Medan?", tanyaku.
" Ooh, Tante ngusir nih ceritanya!", ucapnya sambil tersenyum menggodaku.
" Ya ampun, kak Dewi, aku ga ngusir lho, cuma pengen tahu aja, kalau kakak ga balik lagi ke Medan, aku senang banget malahan!", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Aku bercanda kok dek!, rencananya besok malam, aku balik ke Medan, karena cutiku sudah habis dek!", ucapnya sambil tersenyum padaku.
" Sekalian bareng aja sama kami kak, kebetulan kami mau daftarin Syakira ke pesantren Tahfidzul Qur'an yang ada di Medan, yang ada di daerah Tembung kak", ucapku.
" Boleh juga tuh dek, jadi kakak bisa hemat ongkos sama Snacknya", ucapnya sambil tertawa.
" Iya juga ya dek, terkadang kakak bingung sendiri mau kakak apain tuh uang yang banyak, anak ga punya, uang tabungan makin bengkak, gimana ya dek?", tanyanya.
" Kakak mau nanya atau gimana nih?", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Mendingan Kakak umroh plus ke Makkah, Madinah plus Kashmir, India, sekalian Bu Ki an madu sama suami kakak biar cepat dapat momongan", ucapku.
" Iya ya dek, Kakak kok ga kepikiran ya kesitu!, lusa kalau Kakak udah di Medan, Kakak ajakin suami Kakaklah untuk umroh sekalian bulan madu lagi, biar cepat dapat momongan", ucapnya sambil tersenyum padaku.
" Gitu donkz kak, uangnya jangan ditumpukin terus, sesekali harus berfoya-foya ya kak, jangan lupa bawain oleh-oleh sama adekmu yang cantik ini, sama titip salam sama Salman Khan ya kak!", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Syifa juga ya bi, beliin boneka sama makanan favorit orang India yang namanya jelebi itu lho bi!", ucap Syifa menambahi.
" Kok tahu namanya nak?", tanyaku.
" Syifa kan sering nemanin mama nonton film India, jadi tahulah ma!", ucapnya sambil tersenyum padaku.
" Emang ya, anak sama mamanya sama aja!", ucap kak Dewi sambil tertawa.
__ADS_1
" Ooh ya Ni, Om Zain masih tidur ya di kamar?", tanyanya dengan senyum menggoda.
" Iya kak, habis olahraga siang tadi", ucapku dengan wajah memerah karena malu.
" Mantap ga olahraganya?", tanyanya lagi.
" Mantap donk!", ucapku sambil tertawa lepas.
" Kita masak menu apa untuk makan malam nanti kak?", tanyaku.
" Nyonya Zain tak perlu repot-repot untuk memasak, semuanya sudah dihandle sama pelayan rumah ini!", ucapnya sambil tersenyum padaku.
" Ga bisa gitu donk kak, jujur aja aku ga betah kalau ga punya kerjaan, minimal bantu masak atau bersih -bersih rumah, karena aku udah biasa kerja, jadi kalau tiba-tiba diam aja, ga ngapa-ngapain, boring deh jadinya!", ucapku.
" Iya juga sih!, kamu kan wonder woman, yang serba bisa dan mandiri, kamu bosan sendiri ya dek, kalau ga ada kegiatan, tapi, adek kan tugasku Melayani suami dan mengurus anak, jadi itu juga merupakan pekerjaan yang penting lho dek!, jadi kamu fokus aja untuk itu!", ucapnya.
" Karena itulah kak, aku kan mau nyenangin suamiku, karena bibiku bilang, nyenangin hati suami dimulai dari Perutnya, jadi aku mau nyenangin suamiku dengan makanan yang kumasak sendiri", ucapku sambil tersenyum padanya.
" Mantap juga jurus jitumu dek!, kakak pun akan melakukan hal yang sama untuk suami Kakak nantinya, biar dia makin cinta dan sayang sama Kakak ya!", ucapnya sambil tersenyum padaku.
" Ya udah, aku ke dapur dulu ya kak, mau meriksa apa menu untuk makan malam nanti, sekalian aku mau ngorek informasi tentang makanan yang disukai ataupun yang tidak disukai oleh suamiku dan anak sambungku itu", ucapku sambil tersenyum padanya berlalu pergi menuju dapur.
" Syifa sama bibi aja ya!, atau kita nonton tv aja ya di ruang tv?", tanyanya.
" Iya bi, kita nonton film kartun kesukaan Syifa ya bi, upan dan opon bi!", ucapnya sambil menggenggam tangannya kak Dewi.
" Lagi masak apa Bu?", tanyaku pada seorang ibu yang sedang sibuk merajang sayuran.
" Nyonya jangan ke dapur, nanti tuan Zain marah pada kami", ucapnya.
" Ga apa-apa Bu, jangan langgananku nyonya ya, ga enak dengernya, aku lebih suka dipanggil nak aja ya!", ucapku sambil membantunya merajang sayuran.
" Bu, suamiku suka makanan apa ya?, atau makanan yang tidak disukainya apa?", tanyaku.
" ooh, suamimu sukanya makanan...
Bersambung...
__ADS_1