
Aku tertidur lelap, dan tidak menyadari kalau bang Izal sudah tidur di sampingku, sambil memeluk tubuhku.
POV. Izal
Saat aku menyadari kalau istriku tidak bersama bibi dan nenek lagi, aku menghampiri nenek untuk menanyakan keberadaan istriku, karena aku yakin dia pasti sedang marah dan cemburu melihatku berbicara dengan Najwa.
Aku sudah berusaha untuk menghindar dan menjauhi Najwa, setiap kali aku berpindah tempat duduk, dia selalu mengikutiku, dan kulihat istri sedang sibuk mengobro dengan nenek dan bibi, aku ga enak hati, pindah sana-sini lagi, akhirnya aku jadi mengobrol dengan Najwa, walau hatiku tak terasa tenang, tapi apa boleh buat.
" Nek, dimana Ani?", tanyaku sambil menghampirinya. "Duduk dulu, baru nenek jawab", ucap nenek sambil tersenyum.
Akupun duduk disebelah kanan nenek.
__ADS_1
" Izal, sebaiknya kamu harus lebih mengutamakan menjaga perasaan Ani saat ini, karena dia sedang mengandung anak kalian nak, dia jadi agak sensitif dan posesif terhadap kamu, suaminya, nenek bukannya mau ikut campur urusan pribadi kalian, tapi jangan karena menjaga persatuan orang lain, Izal mengorbankan perasaan Ani, nanti kalian juga yang akan menyesal, karena tidak saling menjaga perasaan satu sama lain ", ucap nenek menasehatiku.
" Aku juga sudah menasehati Ani tadi, tapi sepertinya karena kondisinya yang sedang hamil, atau pengaruh hormon kehamilannya, dia agak sulit mencerna apa yang aku katakan, Izal kan tau, kalau Ani sifatnya keras kepala, tapi dia orangnya mudah memaafkan dan naik sebenar, mungkin karena terlalu kumanjakan sewaktu kecil, karena yang mengasuh dia dan adiknya adalah nenek, mereka mendapatkan kasih sayang dari nenek saja, bukan dari orang tua kandung mereka sendiri ", ucap nenek sambil tersenyum padaku.
" Iya nek, aku mengerti maksud nenek agar aku lebih perhatian dan peduli pada Ani, demi keharmonisan rumah tangga kami, terimakasih atas nasehat nenek, semoga aku bisa menjadi imam yang baik untuk Ani ke depannya, jujur saja Nek, aku sangat sayang dan cinta pada Ani, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakannya", ucapku sambil berjalan padanya.
" Diman Ani, nek?", tanyaku lagi, karena aku yakin nenek pasti sudah tau Ani pergi kemana.
" Baiklah nek, aku menyusul Ani dulu, takut dia kenapa-kenapa nantinya", ucapku sambil meninggalkan nenek.
Aku bergegas menuju kamar kami, ketika ku buka pintu kamar, kulihat istriku sudah tertidur lelap sambil memeluk bantal guling, tanpa memakai selimut. Mungkin dia lupa untuk mengambilnya, " Begitu besarnya cintamu padaku Ani, hanya melihatku berbicara dengan wanita lain saja, kamu segitu cemburunya, sedangkan aku belum pernah mengungkapkan perasaanku padamu, kamu mencintai aku dengan tulus dan tanpa syarat, semoga kita selalu hidup bersama selamanya,dan aku akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia" ucapku dalam hati sambil memeluk tubuhnya.
__ADS_1
Aku menatap wajahnya dan mengelus-elus rambutnya, mungkin dia merasa terganggu dengan ulahku, saat dia mulai terbangun dan membuka matanya, aku langsung mencium bibirnya dan ********** sambil berpelukan.
Aku tau dia akan langsung protes padaku, tapi anehnya, dia tidak membalas ciumanku seperti biasanya saat kami melakukannya, mungkin dia masih kesal padaku. Dia hanya diam saja, dan tidak meresponku, aku bingung jadinya, bagaimana cara untuk membujuknya.
Ani membalikkan tubuhnya membelakangiku, dan tidur kembali tanpa sepatah katapun. Itu tanda kalau dia sangat kesal padaku. Aku memeluknya dari belakang dan berbisik ke telinganya, " Abang minta maaf dek, kalau abang salah, karena berbicara dengan teman kka Khadijah, itu tidaklah kusengaja sayang, tapi dia yang terus-menerus mengajakku untuk mengobrol", ucapku sambil memeluknya.
Ani hanya diam membisu tanpa merespon perkataanku. Mungkin dia sudah tertidur. Akhirnya aku tidak bisa berbuat apapun lagi, karena aku takut dia semakin kesal padaku, biarlah dia tenang dulu, baru ku bujuk lagi.
Akupun tertidur lelap sambil memeluk tubuhnya dan mengelus perutnya yang mulai membesar, karena perbuatanku, kami tidur dalam satu selimut yang menghangatkan tubuh kami di malam yang dingin ini.
Bersambung...
__ADS_1