Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Ujian yang menguji kesabaran dan kesetiaan...


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, sekarang sudah seminggu kami lalui setelah kami mengetahui tentang kehamilan ku. Ini berkah dan rezeki dari Allah SWT yang tak ternilai dan sangat berharga untuk hidup kami. Selama seminggu ini kami hanya sekali melakukan hubungan intim, karena suamiku takut akan mempengaruhi kandungan ku jika terlalu sering. Lucunya, aku harus memakai masker ketika berhubungan intim dengan suamiku, dan maskernya ku olesi minyak wangi agar tidak mual ketika tercium bau badan suamiku.


Terkadang suamiku terpaksa menahan hasrat nya untuk melakukan hubungan intim. Aku juga merasa kasihan melihat nya, mau gimana lagi. Selama seminggu ini, hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan saja, karena suamiku yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang agak berat seperti mencuci pakaian, piring, dan membersihkan rumah dan halaman rumah.


Sore ini, ketika aku sedang duduk santai di teras ada sebuah pesan masuk ke hp ku dari dosen pembimbing skripsiku, senin lusa aku akan menghadapi sidang skripsiku, agar aku bisa segera ikut wisuda. Aku mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing atas informasinya melalui SMS juga. Saat aku sedang meletakkan hp ku di kursi teras sebelah yang kosong, ada sebuah pesan yang masuk ke hp ku lagi, aku segera mengambil hp ku dan membaca SMSnya, ternyata temanku Putri yang mengirimkan SMS padaku yang berisi bahwa kakaknya sudah ada di kota ini, dan menanyakan kapan kami bisa bertemu.


Aku menjawab SMS nya, bahwa Senin lusa kami akan bertemu di kampus setelah sidang skripsiku. Dia pun membalas SMS ku dengan jawaban iya. Akupun meletakkan hp ku. Aku bingung dengan sikap temanku Putri. Kenapa dia ingin sekali mempertemukan aku dengan kakak sepupunya, padahal aku tidak mengenalnya. Beberapa menit kemudian, bang Izal tiba di depan rumah kontrakan kami dengan senyum yang merekah. Akupun menyambutnya demikian dan segera menghampirinya dan mencium tangannya.


Aku melihat dia membuka box sepeda motornya, dan mengambil dua bungkusan plastik hitam. Aku jadi penasaran apa isinya, suamiku mencium keningku dan menggenggam tanganku untuk masuk ke dalam rumah kami, aku hanya mengikuti langkahnya.


Setelah di dalam rumah, kami bergegas ke dapur dan duduk di kursi. Bang Izal segera meletakkan bungkusan di atas meja, dan membukakannya untukku, aku melihat isinya adalah sate ayam Madura kesukaanku, akan sangat bahagia dan berterimakasih kepada suamiku, "makasih y sayang udah bawa oleh-oleh sate untukku", ucapku dengan mata yang berbinar- benar seperti mendapatkan emas 1 kg, padahal tadi siang aku memang ingin makan sate, ternyata suamiku membelikannya untukku tanpa aku bilang padanya.


" Sayang kok tau kalau aku pengen makan sate,", tanyaku sambil menyantap makananku, " TU namanya kita sehati yang, karena sama- sama pengen makan sate," ucapnya sambil menyantap makanannya juga. Selesai makan sate, aku membuang sampah pembungkusnya ke tong sampah di belakang rumah.

__ADS_1


Selesai membersihkan meja makan, aku menyusul suamiku yang sedang mengganti pakaiannya di kamar kami. Aku masuk ke dalam kamar, tapi aku tidak melihat suamiku di kamar kami, mungkin dia sedang mandi. Aku menyusulnya ke kamar mandi, dan aku melihatnya sedang memakai sabun, aku melepaskan pakaianku di dalam kamar mandi.


Ketika suamiku membalikkan badannya, dia pun melihatku tanpa sehelai benang pun, dia langsung menghampiriku dan segera memelukku, sambil berbisik padaku," adek sengaja ya menggoda abang?", aku hanya tersenyum mendengar ucapannya, dan aku mulai membantu suamiku memakaikan sabun ke tubuhnya dan dia segera menggendongku ke bawah shower, dan membasahi tubuh kami di bawah shower.


Rambut panjangku yang tergerai jadi basah semuanya, dan setelah menurunkanku, dia membantuku memakaikan sabun ke seluruh tubuhku, dan memberikan shampoo ke rambut panjangku sambil memijatnya perlahan. Aku sangat bahagia dimanjakannya seperti itu, tentu saja tidak gratis. Selesai membilas rambut dan tubuhku di bawah shower, suamiku mengisi air di bath up, dan membawaku masuk ke dalam bath.


Suamiku mulai mengelus perutku dan menciumnya, sambil berkata " baik-baik disana ya nak, ayah dan mama mau joget dulu", aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Akhirnya kami melakukan joget di dalam bath up dengan goyangan patah- patah, agar tidak terlalu menggoncang kan tubuhku.


Sore yang hot segera kami sudahi, setelah kami merasa puas, kamipun mandi kembali.


Malam pun tiba, setelah sholat isya dan makan malam, kamipun tidur bersama dan sambil berpelukan, karena aku sudah tidak mual lagi dengan mencium bau tubuh suamiku.


Pagi hari pun tiba, hari ini adalah hari minggu, seperti biasa, aku hanya melakukan pekerjaan yang ringan saja dan suamiku mulai mencuci pakaian kami yang kotor dengan menggunakan mesin cuci. Selesai mencuci, suamiku akan membersihkan rumah kami dañ pekarangan rumah kami. Sedikitpun dia tidak pernah mengeluh dan merasa rendah diri karena membantuku melakukan pekerjaan rumah, karena kondisiku tidak memungkinkan aku melakukannya.

__ADS_1


Aku semakin menghormatinya dan semakin mencintainya, karena sikapnya yang sangat peduli padaku. Selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kami istirahat sejenak di ruang tv sambil menonton film. Aku meletakkan kepalaku di pangkuannya sambil menggenggam tangannya. Sesekali kucium tangannya dan suamiku hanya tersenyum melihatku.


Suamiku bertanya padaku berapa biaya untuk wisudaku nantinya, aku segera menjawab sekitar lima juta. Suamiku berkata," nanti abang transfer ke rekening adek y", aku hanya mengangguk mengiyakan perkataannya. Setelah menonton tv, dan makan sian, kami kembali ke kamar untuk tidur siang, saat hendak masuk ke kamar, ada orang yang sedang mengetuk pintu rumah kami, suamiku masuk ke kamar, aku segera menuju pintu rumah untuk melihat siapa yang datang.


Ketika pintu rumah kubuka, sudah ada Mira didepan pintu rumah kami sambil menggendong anaknya yang baru lahir sambil menangis terisak padaku. Melihatnya, aku meràsa kasihan padanya dan menyuruhnya untuk duduk di kursi teras. Aku melihat matanya melihat ke dalam rumahku, seperti mencari sesuatu atau dia ingin menemui suamiku, aku langsung berkata padanya, kalau aku sendirian di rumah. kebetulan sepeda motor suamiku masih ada di belakang dapur, karena baru di cuci oleh suamiku tadi pagi. jadi Mira tidak akan tahu kalau suamiku ada di dalam rumah.


Dia segera duduk di kursi teras, dan mulai menceritakan alasannya datang ke rumah kami, ketika dia sedang bercerita, aku mengirimkan SMS kepada suamiku, agar dia tidak keluar rumah dan tidur siang duluan, karena aku tidak mau dia ketemu dengan Mira,. Suamiku pun membalas SMS ku dengan jawaban Mira. Intinya, aku tidak terlalu menyimak cerita Mira tentang alasannya datang ke rumah kami.


Aku melihat gelagat pelakor dari tingkahnya yang selalu melihat ke arah pintu rumahku, mungkin dia ingin bertemu dengan suamiku. Aku tidak akan pernah rela jika rumah tanggaku dirusaknya seperti yang dia lakukan dulu padaku sewaktu di sekolah. Selesai bercerita, dia bertanya kepadaku apakah dia boleh sering -sering mengunjungiku ke rumah kami, dan aku keberatan dengan niatnya itu. Aku langsung melarangnya sering datang ke rumah kami, karena kami banyak pekerjaan dan ingin banyak istirahat, karena aku sedang hamil dua bulan.


Dia kaget mendengar kehamilanku, bukannya mengucapkan selamat, malahan dia langsung pamit pulang ke rumahnya, karena suaminya sedang menunggunya di rumah. Aku terdiam sejenak melihat tingkahnya yang menurutku tidak wajar. Aku hanya mengangguk mengiyakan perkataannya, dan dia pun segera pergi ke pinggir jalan untuk menaiki becak motor.


Setelah kepergiannya, aku masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah. Aku bergegas ke kamar kami, karena ingin menceritakan tingkah si Mira yang sangat aneh menurutku. Setibanya di kamar, aku melihat suamiku sedang....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2