Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Liburan...


__ADS_3

Pov. Ani dan Izal


Pagi yang cerah dengan udara yang cukup dingin. Kami bangun tidur dengan badan yang terasa pegal -pegal.


" Sayang, badan adek jadi pegal -pegal gara-gara ulah Abang..!", ucapku manja.


" Kok cuma gara-gara abang dek, adek juga ikut andil lho, malahan adek yang lebih semangat dan bergairah semalam", Ucapnya menggodaku.


" Emang abang ini bisanya cuma ngeles doank, pokoknya Abang tanggung jawab sama perbuatan Abang bikin badanku pegal-pegal", ucapku cemberut.


" Abang ada ide sayang, gimana kalau kita ke pemandian air panas yang mengandung belerang yang ada di dekat penginapan ini, biasanya mandi di pemandian itu, bisa bikin tubuh kita segar bugar kembali", ucap suamiku sambil memelukku.


" Kak Khadijah dan suaminya Raka gimana,apa mereka kita ajak ke pemandian air panas itu sayang?", tanyaku sambil tersenyum padanya.


" Kayaknya kita ga usah mengganggunya mereka dulu, mereka kan masih pengantin baru dan lagi menjalankan misi untuk bercocok tanam sampai bibit yang mereka tanam bisa tumbuh subur, jadi kita berdua aja ya sayang, biar lebih nikmat dan puas nanti mandinya", ucapnya sambil mengelus perutku .


" Berarti kita jalan kaki ke pemandian itu sayanga?", tanyaku.


" Iya sayang, jalan pagi kan sehat untuk ibu hamil seperti adek, apalagi udah tujuh bulan, biar lebih sehat, nantinya biar lebih mudah bersalinnya, gitu kan saran dokter spesialis kandungannya ", ucapnya membujukku.


Akhirnya kami berjalan kaki menuju ke tempat pemandian air panas tersebut. Selama lima belas menit berjalan kaki, kami tiba di depan pemandian air panas yang kami tuju.


Setelah membayar tiket masuk ke dalam pemandian, kami bergegas masuk ke kolam air panas yang mengandung belerang tersebut dengan perlahan.


Kami mandi dengan memakai piyama. Ga mungkin juga, aku mandinya pake gaun tidur teransparan yang kupakai tadi malam.


Selama setengah jam kami berendam di kolam air panas tersebut. Karena merasa lapar, aku mengajak Suamiku untuk sarapan di restoran sederhana yang ada di dekat pemandian air panas ini.


" Aku mesan iga bakar saus pedas pake nasi putih, minumnya teh manis hangat vya dek", ucapku sambil tersenyum kepada pelayan yang ada didepanku.


" Aku mesan nasi goreng spesial sama teh manis hangat ya dek", ucap suamiku menimpali.


" Tunggu sebentar ya kak, pesanannya akan kami antar", ucap sang pelayan sambil tersenyum dan berlalu pergi.


Beberapa menit kemudian, pesanan kami diantar oleh pelayan.


Di saykami menikmati saarapan, Kak Khadijah dan suaminya Raka datang menghampiri kami.


" Enak ya, sarapan pagi ga ngajak-ngajak kakak?", ucap kak Khadijah.


Aku kaget mendengar ucapan kak Khadijah, dan menoleh ke arahnya.

__ADS_1


" Maaf ya kak, bukannya kami ga mau ngajak kakak dan bang Raka sarapan, tapi kami takut mengganggu acara bulan madu kalian", ucapku sambil tersenyum.


" Kalian udah mandi?", tanya bang Raka pada suamiku.


" Udah bang, tapi selesai sarapan, kami mau berendam lagi di kolam air panasnya", ucap suamiku.


" Kalian udah sarapan kak?", tanyaku pada kak Khadijah.


"Alhamdulillah udah dek, tadi sarapan di penginapan, kami tau kalian disini, karena diberitahu sama pelayan kamar", ucap kak Khadijah sambil tersenyum.


" Kalau begitu, kita berenda bareng aja di kolam air panas biar makin seru", ucapku semangat.


"Tapi kakak ga bawa baju ganti kesini, ntar pulangnya basah- basah donk", tolak kak Khadijah.


" Ya udah, kakak mandi pake baju sewaan yang ada disini aja, murah kok kak", ucapku membujuknya.


Akhirnya, kak Khadijah dan suaminya Raka, menyewa baju renang yang ada di pemandian.


Kami berendam bersama di dalam kolam air panas selama satu jam. Setelah mandi air bersih yang ada di kamar mandi pemandian tersebut, kami bergegas kembali ke penginapan.


Kami berjalan kaki bersama menuju penginapan sambil bergandengan tangan dengan pasangan masing-masing.


Selang beberapa menit kemudian, kami tiba di depan penginapan. Kami segera masuk ke dalam kamar kami masing-masing untuk mengganti pakaian.


Kami sangat bersemangat untuk menghabiskan waktu liburan kami ini. Selesai mengganti pakaian, Kami bergegas menuju tempat penyewaan delmannya.


" Pak, dimana petugas penyewaan delmannya?", tanyaku pada seorang pria yang berumur separuh baya saat tiba di tempat penyewaan delmannya.


" Saya sendiri nak, àda yang bisa saya bantu nak?", jawabnya.


" Kami mau menyewa delman bapak untuk keliling kota Brastagi, bisa pak?", tanyaku lagi.


" Bisa sih nak, tapi mahal lho biayanya ", jawabnya.


" Berapa pak?", tanyaku.


" Kira-kira 500rb an nak", jawabnya.


" Oke pak, tapi kita nunggu kakakku dulu, sebentar lagi akan tiba disini ", ucapku sambil mengecek hp ku dan membaca balasan SMS dari kak Khadijah.


" Iya nak, bapak siap-siap dulu ya ", ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Berapa menit kemudian, kak Khadijah dan suaminya sendiri tiba di tempat penyewaan delman ini.


Bapak si pemilik delman pun mempersilahkan kami untuk menaiki delmannya.


Sambil membaca doa memohon perlindungan kepada Allah SWT di dalam hati, kami menaiki delman secara bergantian dan perlahan agar tidak terjatuh.


Si pak kusir menjalankan delmannya dengan hati - hati dengan kecepatan sedang.


Aku sangat bahagia dan bersyukur bisa berlibur bersama keluarga seperti ini.


Sejenak aku lupa dengan kesedihan yang membelenggu hati dan pikiranku, tentang ibuku yang tidak pernah mengingat atau mengunjungi aku dan adikku.


Ternyata masih ada seorang ibu yang tidak peduli dengan anaknya sendiri. Tapi, inilah taqdir, Allah SWT yang Maha Adil memberikan aku kebahagiaan dengan memberikan aku suami seperti bang Izal, walau dia tidak pernah mengucapkan kata cintanya, tapi aku tau dia juga mencintaiku seperti aku mencintainya.


Terkadang Cinta tidak perlu diucapkan tapi dirasakan. Begitulah menurut pendapatku.


Aku juga melihat gurat kebahagiaan di wajah suamiku dan kak Khadijah dan suaminya Raka. Kami sama-sama bahagia dengan liburan kami kali ini.


" Sayang, gimana ya keadilan dek Marni dirumah, aku jadi kepikiran sama dia, kita disini happy - happy, dia dirumah kita gimana ya?", tanyaku khawatir.


" Adek tenang aja, kemaren sewaktu di dalam perjalanan ke bioskop, Abang sudah menitipkan Marni ke tetangga kita pak Budiman, agar mereka mau melihat dan mengawasi Marni, lagian Marni juga sudah besar, dia sudah dewasa, dia juga bisa memasak dan mencuci serta membersihkan rumah, jadi adek tidak perlu khawatir ", ucapnya menghiburku.


" Syukurlah bang, semoga Allah SWT melimpahkan Marni dan kita semua disini, Aamiin", ucapku sambil tersenyum bahagia.


" Dek Ani ga usah khawatir, kakak yakin kalau Marni akan baik- baik saja, jadi kita nikmati aja liburannya", ucap kak Khadijah sambil tersenyum padaku.


" Iya kak, makasih ya kak atas nasihat Kakak, tadi aku cuma kepikiran sama dek Marni takut dia kenapa-kenapa, ga etis juga kan kak, kita disini happy - happy, sementara dia disana tidak tau gimana kabarnya, karena liburan kita ini kan liburan dadakan", ucapku sambil tersenyum.


" Iya sayang, kita nikmati aja liburan kita saat ini, dengan menikmati pemandangan yang indah dan udara yang segar dan sehat " , ucap suamiku sambil menggenggam tanganku.


Aku tersenyum bahagia mendengar ucapannya. Aku bahagia memiliki keluarga seperti mereka, yang memiliki kasih sayang yang tulus dan murni dari dalam hati.


Selam tiga jam kami berkeliling kota Brastagi sambil menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang segar dan menyehatkan.


Siang ini kami berencana makan siang bersama di rumah makan yang ada di dekat penginapan.


Setelah kami tiba di depan penginapan, aku melihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul dua siang, pantas saja perutku udah keroncongan, ucapku dalam hati.


Kami bergegas turun dari delman dengan hati- hati, dan bergegas menuju rumah makan yang ada di dekat penginapan ini.


Kami...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2