
POV. Azam
Saat ini kapal kami sedang berlabuh di pelabuhan di negara Tetangga, Malaysia.
Kapal kami sudah ada tiga hari di pelabuhan negara ini. Karena penat di dalam kapal, aku berencana untuk jalan-jalan di ibukota Malaysia, Kuala lumpur. Jaraknya tidak terlalu jauh dari pelabuhan.
Aku bergegas menuju ke dek kapal, dan turun melalui tangga penyeberangan menuju daratan yang ada di pinggir pantai. Aku merentangkan kedua tanganku untuk menghirup udara segar di pantai dan mencoba menikmati pemandangan. Aku berjalan perlahan di bibir pantai, sambil memakai kaca mata hitamku dan sesekali berfoto Selfie.
Aku bertemu beberapa anak muda yang sedang duduk santai di tepi pantai dan melihat mereka dengan bahagia menikmati keindahan alam Ciptaan Allah Maha Agung, yang tiada bandingannya dengan apapun.
Aku melihat sepasang kekasih yang sedang membuat istana pasir, sama seperti yang kulakukan dulu dengan Cintaku Ani. Aku tersenyum melihat mereka yang sedang berebutan pasir seperti anak kecil dan main kejar-kejaran. Aku semakin merindukan wajahnya Ani. Ku ambil hp yang ada di handphoneku, dan kulihat foto Ani yang menjadi wallpaper hp ku. Senyuman manisnya yang tulus dan tatapan mata yang tajam, namun sendu, yang membuat hatiku berdebar saat melihat tatapn matanya.
Ketika sedang asyik memperhatikan foto Ani sambil berjalan di bibir pantai, aku tidak sengaja menabrak tubuh seorang gadis.
bruukk...
" Aduh... sakitnya kakiku", ucap gadis itu setengah teriak.
__ADS_1
" Maaf ya dek, Abang ga sengaja nabrak adek", ucapku sambil membantunya untuk berdiri, tapi karena kakinya sakit, terpaksa aku memapahnya untuk beristirahat sebentar di sebuah tempat duduk di tepi pantai.
Setelah kami duduk, akku bertanya padanya ", kalo boleh tau nama adek siapa?", " Nama saya Siti Nurhaliza, panggil aja Siti bang", ucapanya dengan tersenyum padaku.
" Baiklah dek Siti, apa kakimu masih sakit", tanyaku khawatir.
" Alhamdulillah,sudah mendingan bang", ucapnya. Kudengar dari nada bicaranya, seperti nya dia bukanlah penduduk asli negara ini, apa mungkin dia seorang TKW, ucapku dalam hati.
" Adek berasal dari mana?, karena menurut pendapat Abang, adek bukanlah asli orang sini?", tanyaku.
" Iya bang, aku aslinya orang Indonesia, disini aku bekerja sebagai TKW, pembantu rumah tangga, kebetulan hari ini aku menemani keluarga majikanku berlibur ", jawabnya sambil melihat kiri kanan, seperti takut ketahuan.
" Apa kamu sedang ada masalah?", tanyaku.
" Iya bang, majikanku yang laki-laki sering berlaku kasar padaku jika aku melakukan kesalahan-kesalahan kecil, dan terkadang dia hampir memperkosaku, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena aku TKW ilegal, tak punya surat-surat resmi, jadi mereka semakin semena-mena padaku", jawabnya dengan raut wajah takut.
" Apa kamu mau pulang ke Indonesia ", tanyaku.
__ADS_1
Dia menatapku dalam, dan aku juga menatap wajahnya. Gadis ini lumayan manis, hanya saja tubuhnya terlalu kurus, mungkin dia sudah lama menderita disini, ucapku dalam hati.
" Kenapa Abang mau membantu, padahal Abang tidak mengenalku dan tidak tau siapa alau sebenarnya, kita baru saja kenal, dan Abang sudah mau membantuku", ucapnya.
" Memang kita baru kenal, dan aku mau memberikan bantuan kepadamu, hanya karena kemanusiaan, dan kita berasal dari negara yang sama, dan kita sebagai umat manusia, apalagi seiman, harus saling tolong - menolong", ucapku sambil tersenyum.
Kemudian dia menundukkan kepalanya, dan bergumam, terima kasih ya Allah, engkau mempertemukan kami, agar dia bisa membebaskanku dari penderitaan hidup ini, karena siksaan manusia tidak punya hati ini.
" Aku mau bang, tapi caranya gimana,dan nama Abang siapa?", tanyanya balik.
"Namaku Azam, dan kamu tidak usah takut padaku, aku sudah sering singgah di kota ini, dan kamu bersabar sebentar, agar aku menghubungi kenalanku disini yang bisa membawamu pulang ke Indonesia,tanpa pantauan pihak imigrasi ataupun majikanmu", ucapku dengan penuh keyakinan.
" Iya bang, aku percaya sama Abang, kalau bisa hari ini ya bang, karena kalau aku ikut pulang kerumah majikanku, aku tidak bisa keluar lagi, apalagi sekarang mereka sedang mencariku", ucapnya sambil melihat sekeliling kami.
Aku bergegas menelpon temanku Bima, yang biasa menyelundupkan Tenaga Kerja ke negara ini secara ilegal, dan keberuntungan memihak kami, jadi beberapa menit lagi kapalnya akan berangkat ke Indonesia untuk membawa pakaian selundupan untuk dijual ke Indonesia, setelah berbicara cukup lama, akhirnya dia setuju membantuku untuk membawa Siti, pulang ke Indonesia.
Aku segera mengajak Siti untuk ke pelabuhan, tempat kapal temanku Bima sedang berlabuh menunggu kedatangan kami", aku sengaja memeluk pinggangnya dan memakaikan jaketku, agar tidak ada yang curiga dan majikannya tidak bisa mengenalnya dari jauh.
__ADS_1
Akhirnya....