
Pagi pun tiba,saat adzan shubuh berkumandang,aku bergegas ke kamar mandi,untuk mandi sekalian mengambil wudhu,dan akupun melaksanakan kewajibanku sebagai muslim. Selesai sholat shubuh,aku keluar kamar,dan membantu bibiku yang sedang bersiap-siap untuk menyiapkan sarapan pagi. Bibiku berkata"Ani bantu bibir bikinkan teh manis sama kopi ya,biar bibi yg menyiapkan sarapan pagi","iya bi"jawabku dan langsung mengerjakan apa yang disuruh bibiku. Bibi juga sudah selesai memasak nasi goreng untuk sarapan pagi,disertai dengan keripik sambal dan telur mata sapi. Aku menata nya diatas meja makan,dan bibiku segera memanggil pamanku untuk sarapan pagi,karena pamanku mau berangkat bekerja ke sekoah MAN tempat dia mengajarkan ilmu yang dia miliki kepada anak didiknya. Kami menikmati sarapan pagi dengan lahap, karena bibiku memang jago memasak. Aku juga ingin seperti bibiku,jago memasak,agar aku bisa menyenangkan suamiku nanti,menurut kata orang tua dulu,menyenangkan suami harus dimulai dari perutnya,jadi aku juga ingin jago memasak. Selesai sarapan pagi,aku pun membersihkan meja makan,dan mencuci piring kotor dan peralatan masak yg sudah dipakai bibi. Sejenak paman dan bibiku sedang duduk-duduk di ruang tv,akupun menghampiri mereka, dan duduk disamping bibiku."Paman,bibi,hari ini ada temanku yang mau datang bertamu ke rumah ini,apakah boleh ..?", tanyaku,"iya,ga apa-apa kok,asalkan kalian dirumah ini,tidak pergi kemana-mana,jaga tata Krama,agar tidak menimbulkan fitnah,emang temanmu darimana,?"jawab pamanku," iya paman,nanti kami duduk di teras saja,dan hanya mengobrol,temanku berasal dari daerah kota gunung tua,paman",jawabku,"OOO ..teman cowo yang sering menelponmy ya,"jawab bibiku," iya bi,orangnya sopan dan baik kok bi",jawabku,mereka tersenyum mendengar ucapan ku. Pamanku pun berangkat bekerja dengan menaiki kuda besinya,dan bibi sudah mulai membuka warung sembakonya,biar kecil,tapi bisa menambah penghasilan bibiku,jadi gaji pamanku bisa mereka tabung katanya.Aku bergegas membersihkan rumah dan warung sembako bibiku,aku membantu bibiku lebih rajin,agar bibi senang denganku,dan bisa menyayangiku seperti anaknya sendiri.
Selesai kebersihan,aku duduk di teras sambil main HP, ternyata bang Izal mengirimkan SMS padaku,yang berisi bahwa dia akan tiba disidimpuan. Ketika aku sibuk mau membalas SMSnya,tiba-tiba ada seorang cowo menyapaku," Assalaamu alaikum dk Ani,!!",aku hanya bengong saja sambil menatap wajahnya,bukan karena terpesona,tapi aku kaget,kalau dia sudah didepan mataku,"wa alaikum salam bang Izal",jawabku terbata-bata,bang Izal tersenyum melihat reaksiku yang lucu menurutnya. " Boleh saya duduk..?" tanyanya,akupun tersadar,"silahkan duduk bang,aku buatin minum dulu y!",aku segera masuk kerumah menuju dapur dan membuatkan teh manis dingin dan membawa segelas air putih ke teras,aku menyempatkan diri memberitahu bibiku,kalau temanku sudah datang,bibiku segera menghampiri kami di teras. "Diminum bang"ucapku mempersilahkannya,"seharusnya dek Ani,tidak usah repot bikin minum untu Abang,karena Abang baru minum tadi di warung kopi di perjalanan mau kesidimpuan ini,"ucapnya,"ga mérepotkan kok bang",jawabku.
Bibi menghampiri kami dengan membawa roti dan keripik sambal sebagai cemilan,biar lebih enak ngobrolnya,kata bibi,dia hanya sebentar menemani kami,karena ada langganan bibi yang datang untuk belanja kebutuhan dapurnya .
Waktupun berlalu,tidak teras sudah waktunya makan siang,aku baru ingat belum memasak makan siang,aku pamit sebentar untuk masuk ke rumah,dan sekalian untuk sholat Dzuhur,bang Izal tidak keberatan untuk menungguku di teras. Aku bergegas menuju dapur,dan kudapati bibiku baru selesai memasak makan siang berupa tumis kangkung kesukaanku,dan ikan tongkol di goreng pake cabe rawit dan dibanyak tomatnya,aku sampai ngiiler,melihat masakan bibiku. Ternyata bau harum yang tercium diteras,berasal dari aroma masakan bibiku. " maf ya bi,jadi ga ikut bantu bibi masak?",ucapku merasa bersalah,"ga apa2,kamu kan lagi menemani teman kamu yang datang dari jauh,ga enak juga kalau dia ditinggal sendiri,sana sekalian panggil temanmu untuk makan siang,karena pamanmu sebentar lagi akan pulang,"ucap bibiku,"iya bi,sebentar lagi bi,aku sholat Dzuhur dulu,baru kupanggil bang Izal ya bi",jawabku,aku segera bergegas mengambil wudhu dan mendirikan sholat Dzuhur. Selesai sholat,aku ke teras memanggil bang Izal untuk makan siang,kebetulan di teras,pamanku baru tiba di rumah pulang dari mengajar. "Assalaamu alaikum.." uacap pamanku,"wa alaikum salam " ,kami jawab bersamaan. Bang Izal menyalami pamanku,dan pamanku pun menyambut dengan baik dan mempersilahkan bang Izal untuk masuk. Sebenarnya pamanku,agak kaget melihat penampilan bang Izal,dengan pakaian yang kusam,ada beberapa bagian di celana panjangnya yang sudah koyak atau sengaja dikoyakkan,dan menggunakan sandal jepit yg sudah tipis,dan talinya hampir putus,dan belum lagi motor bututnya,mungkin tadi bang Izal kecapean bawa motornya. Kami masuk ke rumah dan duduk dikursi meja makan. Pamanku segera membersihkan dirinya di kamar mandi,kemudia dia kekamar mereka untuk mengganti pakaian,dan menyusul kami di meja makan,dan makan siang bersama. Kami menyantap makan siang dengan lahap,apalagi aku sangat menyukai tumis kangkung,sampai aku nambah porsi makan,saking enaknya. Selesai makan siang,seperti biasa,aku melakukan pekerjaanku dengan baik,hanya saja perutku agak sakit,karena kekenyangan ( nabutong tuu),hehehe,sedangkan paman,bibi dan bang Izal ke ruang tamu untuk mengobrol.
__ADS_1
Ku selesaikan pekerjaanku denga cepat,agar tidak ketinggalan info terbaru tentang kedatangan bang Izal menemuiku. Setela selesai,aku bergegas menyusul mereka ke ruang tamu,dan duduk di samping bibiku,sedangkan bang Izal berhadapan dengan pamanku. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan sebelum aku datang,setibanya aku diruang tamu,mereka hanya diam saja,tidak ada obrolan. Aku jadi penasaran,nanti akan kutanyakan pada bang Izal,ucapku dalam hati. Pukul 3:00,sore,bang Izal pun pamit kepada kami untuk kembali ke gunung tua,agar tidak kemalaman,karena dia takut motor bututnya tiba- tiba rusak di tengah jalan. Aku tersenyum sekilas mendengar perkataan bang Izal. Bang Izal pun keluar dari rumah menuju motor bututnya,dan menghidupkan motor bututnya dengan susah payah,akhirnya bisa hidup juga motor bututnya itu. Pamanku berperan agar bang Izal hati-hati di jalan dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Aku hanya tersenyum simpul dan berkata," hati- hati y bang, kalau sudah sampai tujuan,jangan lupa mengabari kami", bang Izal pun hanya tersenyum,dan melajukan motor bututnya dengan perlahan.
Sepulangnya bang Izal,kami masuk kedalam rumah,dan duduk diruang tv,sambil menonton tv,kami menunggu selesainya adzan ashar,agar kami segera melaksanakan sholat ashar. Dikarenakan ada tamu,akhirnya pamanku tidak jadi ke kampusku untuk menyelesaikan masalah kuliahku,sehingga urusan kampusku akan diselesaikan pamanku esok hari,kebetulan pamanku tidak mengajar karna tidak ada jam mata pelajarannya untuk esok.
Aku masih penasaran apa yang pamanku bicarakan dengan bang Izal,mungkin kalau nanti malam bang Izal menelponku,akan kutuntaskan rasa penasaranku ini. Selesai sholat ashar,aku membersihkan rumah kembali,sebelum aku mandi sore,agar tidak keringatan lagi. Selesai mandi,aku membantu bibiku untuk menutup warung sembakonya,karena sudah mulai gelap,dan sebelum adzan magrib berkumandang,kami sudah selesai menutup warung sembakonya.
Ketika aku bersiap- siap untuk tidur,karena sudah jam 9 malam,hp ku berdering..
__ADS_1
triiing...lalala...
triiiing..lalala..
Akusegera mengambil hp ku yang kuletakkan di samping bantalku,karena ku tau,pasti bang Izal yang menghubungiku. " assalaamu alaikum bang", ucapku,"Wa alaikum salam, udah tidur y dek?", tanya bang Izal," belum bang,ni lagi golek-golek aja di tempat tidur,oh ya,sewaktu. dirumah pamanku,Abang ngobrol apa aja sama pamanku,?",tanyaku dengan begitu penasaran,sampai kefikiran seharian ini. " pamanmu bertanya sama Abang,apa Abang mau main-main atau mau serius sama adek,itu aja kok",jawab bang Izal, "jadi Abang jawab apa sama pamanku...?",...
bersambung...
__ADS_1