Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Pertama bertemu... part 3


__ADS_3

Begitu penasarannya aku apa jawaban bang izal,"Abang jawab apa sama pamanku..?"," Abang bilang kalau Abang mau serius sama adek,dan bukan untuk main-main",jawab bang izal dengan penuh keyakinan. Aku merasa bahagia mendengarnya. Bang izal kemudian berkata," bagaimana perasaan adek sama Abang,?","Aku juga mau serius sama Abang,bukan untuk main- main,walau kita baru kenal,baru sekali ketemu,aku percaya dan nyaman dengan,sebelum kita ketemu,aku sudah jatuh cinta sama abang,karena kebaikan,kelembutan,dan keramahan Abang,"jawabku dengan penuh keyakinan. " Kalau begitu,apa adek mau menikah dengan Abang,?", tanyanya,seketika aku terdiam dan berfikir,dan berkata," beri aku waktu tiga hari untuk berfikir bang,karena aku tidak mau terburu-buru,lagian kita baru kenal,Abang belum tau aku siapa,dan bagaimana orang tua ku,?","Aku sudah tahu semua hal tentang adek,keluarga,dan orang tua adek,paman adek sudah menceritakan pada Abang,justru karena semua hal tentang adek sudah Abang ketahui,Abang semakin mantap untuk melamar adek..!",jawabnya dengan penuh keyakinan. "Akan kufikirkan dulu ya bang",ucapku dengan mantap." Iya dek,Abang tunggu jawaban adek,Abang mau ngasih tahu adek,kalau Abang hanya punya ayah yang sudah tua,dan seorang adik perempuan, dan ibuku sudah lama meninggal dunia,semoga adek mau menerima Abang apa adanya,karena Abang juga mau menerima adek apa adanya'". Kami pun mengakhiri pembicaraan kami.


Di malam yang sunyi ini,saat semua orang tidur nyenyak,aku melaksanakan sholat tahajjud dan sholat istikharah,untuk meminta petunjuk dari Allah SWT,aku memanjatkan doa agar Allah menjauhkan bang izal,jika memang dia bukan jodoh yang terbaik untukku,dan mendekatkan bang izal,jika dia adalah jodoh terbaik untuk ku. Selama tiga malam ini,aku melakukan shalat tahajud dan istikharah,dan Setipa malam juga aku bermimpi tentang bang izal,mungkin inilah petunjuk dari Allah untukku,agar aku bisa mengambil keputusan yang benar di dalam hidupku. Selama tiga hari ini,bang izal juga semakin perhatian padaku,semoga saja perasaannya memang tulus padaku. Saat pagi tiba, dimana hari ini bang izal akan datang untuk menanyakan jawabanku tentang lamaran pernikahannya denganku,ketika pamanku duduk di teras,sambil minum kopi,aku menghampirinya,dan mengutarakan isi hatiku pada pamanku,karena bagaimanapun aku harus meminta pendapatnya mengenai lamaran pernikahan yang diajukan oleh bang Izal kepadaku. Pamanku sama yg sekali tidak keberatan,jika memang aku mencintainya dan mempercayainya,pamanku memberikan idzin dan restunya untukku dan bang izal,kalau soal memberitahukan kepada nenekku dan keluarga yang lain,biar paman saja yang memberitahukan mereka,begitulah menurut pamanku yang terbaik,dan aku hanya mengikuti saja.


Tepat pukul 11 siang,bang izal sudah sampai didepan rumah pamanku,dia pun mengetuk pintu rumah,aku langsung membukakan pintu,karena dia sudah mengabariku sebelum dia tiba dirumah pamanku." Assalaamu alaikum...!",ucapnya,aku pun menjawab," Wa alaikum salam bang izal,silahkan masuk,pamanku juga sudah menunggu Abang,!",bang Izal pun masuk kedalam dan menyalami paman dan bibiku,dan pamanku mempersilahkannya untuk duduk di sebelah kanan pamanku. Kebetulan hari ini hari Minggu, pamanku tidak bekerja hari ini,dan tidak pergi kemanapun, untuk menunggu kedatangan bang Izal,bibiku juga tidak berjualan hari ini,karena pamanku melarangnya untuk berjualan,karena ada hal yang penting yang harus kami bicarakan. Aku pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk kami, serta membawakan cemilan yang sudah kami siapkan,berupaa gorengan bakwan sayur,bakwan udang,tahu isi sayur,tempe bumbu,ubi jalar,dan lain- lain. Setelah meletakkan minuman dan cemilan diatas meja,aku duduk disamping bibiku.

__ADS_1


Bang Izal pun mulai berbicara tentang alasan kedatangannya kemari," om aku datang ke rumah om ini untuk melamar putri om yang bernama Ani untuk menjadi istriku,pendamping hidupku,dan sebelumnya aku juga sudah mengatakan hal ini kepada dek Ani,dan dia meminta waktu selama 3 hari untuk berfikir,dan hari inilah hari dimana dek Ani akan memberikan jawabannya atas lamaran pernikahan ini,semoga dek Ani mau menerima lamaranku ini,dan mau menerima aku apa adanya",ucapnya dengan penuh keyakinan. Pamanku pun menjawab dengan bijak,"masalah pernikahan adalah hal yang penting,jika memang Ani mau menerima nak Izal,saya tidak keberatan, mungkin kalian memang sudah ditakdirkan Allah SWT untuk berjodoh,dan semua yang ditakdirkan Allah adalah yang terbaik". Bang Izal pun melihatku yang sedang duduk disamping bibiku dengan kepala tertunduk,dan dia langsung bertanya apa keputusanku",aku menjawab dengan pasti,"aku menerima lamaran pernikahan yang diajukan oleh Abang padaku,tapi aku meminta satu hal,yaitu agar Abang mengizinkan aku untuk menyelesaikan kuliahku,hanya itu" ,bang Izal pun menyanggupi permintaanku dan akan selalu mendukungku sampai kuliahku selesai. Aku sangat bahagia mendengar perkataan bang izal,aku tidak menyangka kalau bang Izal adalah jodohku, malaikat pelindung yang diberikan Allah SWT padaku.


Sambil meminum minuman yang kubuatkan tadi,dan memakan cemilan,kami pun sepakat kalau pernikahan kami akan diadakan secara sederhana saja,dalam waktu seminggu lagi. Bang Izal akan menyampaikan kabar baik ini kepada ayahnya dan keluarganya yang lain,karena pamanku juga menyarankan hal yang baik harus dilakukan dengan cepat,tidak boleh diperlambat. Setelah sepakat,bang Izal pun langsung pamit pulang,untuk segera membicarakannya dengan ayah dan keluarganya,padahal kami belum makan siang,katanya dia sudah kenyang karena sudah minum dan makan cemilan,nanti aku makan siang di gunung tua saja,begitu katanya. Kami hanya mengiyakan saja, karena tidak baik memaksa orang yang memang tidak mau.


Setelah kepergian bang Izal,kami pun sholat Dzuhur di kamar masing-masing,karena adzan sudah selesai dikumandangkan.

__ADS_1


setelah sepenuhnya sadar,barulah aku ingat perkataan pamanku,kalau nenekku akan tiba sore ini di rumah pamanku. Aku langsung memeluknya dan mencium pipinya,aku sangat rindu pada nenekku,padahal baru seminggu kami terpisah. Nenek menyuruhku untuk bergegas mandi dan menunaikan sholat ashar,dan aku menuruti perintah nenekku dengan bahagia. Nenek hanya tersenyum melihat tingkahku seperti anak-anak,saking bahagianya melihat dan memeluknya secara langsung.


Selesai mandi dan sholat,aku menghampiri nenekku di ruang tv,dan duduk disampingnya,sambil memeluk pinggangnya dari belakang,dan nenekku hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang lucu,dan berkata padaku," nanti kalau sudah menikah,kamu harus tetap sayang dan rajin mengunjungi nenek ya sayang","iya dong nek,pastilah aku akan tetap menyayangi nenek selama hidupku ini,karena nenek yang menyayangi dan membesarkan aku dan adikku,"ucapku dengan penuh keyakinan.


Selesai makan malam,kami bercengkrama di ruang tv,dan membicarakan tentang rencana pernikahanku yang acaranya secara sederhana saja,hanya mengundang sanak saudara,dan para tetangga pamanku,memang acaranya dilakukan di rumah pamanku, karena rumah nenekku sangat kecil,mungkin tidak akan mampu menampung banyak orang. Semuanya serba instan,karena aku tidak mau menyusahkan nenekku dan pamanku,sehingga aku mengiyakan saja apa yang mereka katakan,yang penting aku tidak menyusahkan mereka. Pamanku yang disipirok dan adikku juga akan datang sehari sebelum acara pernikahanku yang diadakan pada hari Minggu juga,karena adikku masih sekolah,pamanku tidak mau dia terlalu banyak libur sekolah,dan adikku yang akan menjadi wali nikahku nantinya,karena adikku memang sudah Aqil baligh,sehat jasmani dan rohani. Adikku lumayan nakal orangnya cuek,suka berantem dengan teman sebayanya,sedangkan orangnya pendiam dan suka menyendiri, karena terlalu banyak yang aku fikirkan,padahal aku masih muda,tapi cara berfikirku seperti orang yang sudah tua. Nenekku sangat setuju aku menikah dengan cepat, karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput,dan aku tidak mau kamu menderita karena tidak mempunyai pelindung,aku akan menghadap Allah dengan ikhlas,jika kalian mempunyai pelindung selain Allah dan nenek,begitu katanya. Selalulah berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan rahmatdan hidayahNya kepada kita,agar tetap berpedoman kepada Islam,karena kedepannya kehidupan kita akan semakin sulit,jika kita tidak berpegang teguh kepada ajaran Islam,agama yang diridhoi Allah SWT,semoga Allah menguatkan Iman dan Aqidah kita,begitu nasehat nenekku tersayang,panutanku,dan aku akan selalu mengingat nasehatnya...

__ADS_1


Semua doa yang terbaik untuk kita semua..


Aamiin ..


__ADS_2