
Dua hari berlalu, aku belum mengetahui apa kejutan dari suamiku, mungkin tidak jadi dia berikan atau ada yg halangan yang lain, aku tidak ambil pusing akan hal itu. Kemaren, dari jam 9 pagi bang Izal berangkat ke kantor tempat dia bekerja, seharian aku sendiri dirumah, aku hanya membersihkan rumah, pekarangan, dan mencuci pakaian, setelah selesai mencuci, akupun tidur siang, mungkin karena kecapean, aku jadi kebablasan sampai sore, sehingga aku melewatkan waktu shalat Dzuhur, aku terbangun pukul 4 sore, aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu untuk sholat ashar.
Selesai sholat, Aku mengambil makanan untukku, karena tadi siang tidak makan, jadi perutku mulai keroncongan. Saking kelaparannya, aku sampe nambah dua kali, padahal hanya rebusan sayur bayam dan samabal teri pake tempe dan kacang, aku makan seperti kesetanan, tidak seperti biasanya, mungkin karena aku merasa bosan dirumah seharian tanpa ada yang menemani. Akupun berencana untuk jalan-jalan disekitar komplek rumah kontrakan ini saja, agar aku tidak terlalu bosan.
Selesai makan, kau bergegas memakai jilbabku, dan keluar rumah dengan memakai sandal. Ketika aku melewati sebuah warung kopi, ada beberapa pemuda yang menggodaku, mereka pikir aku masih anak gadis kali ya, tapi masa iya, mereka tidak bisa membedakannya yang udah dibobol sama yang masih tersegel.
Akupun cuek saja melepas merea, dan aku melihat ada warung sembako, aku mampir sebentar untuk membeli cemilan dan minuman segar, penjualnya bernama Bu Aminah, orangnya ramah dan sopan, dia tau aku orang baru disini, dan dia juga mengatakan padaku agar aku tidak terlalu jauh dari komplek ini, karena zaman sekarang banyak orang yang pikirannya jahat, karena tidak punya iman lagi, sehingga dia sanggup untuk menyakiti orang lain demi kepentingan pribadinya., mungkin inilah yang dikatakan akhir zaman yang mendekati hari kiamat, karena lebih banyak orang yang berbuat maksiat dan kejahatan daripada kebaikan.
Aku mendengarkan nasihat ibu Aminah tersebut dengan baik. Dia mengatakan padaku, jarak lima meter dari warungnya ada sebuah taman kecil, cocok untuk melepaskan kebosanan, karena udaranya segar, disebakan banyak pepohonan di taman itu. Aku berterima kasih atas nasihat dan petunjuknya, aku bergegas ke taman itu,karena takut kesorean.
Sesampainya aku di taman, aku mencari tempat duduk yang kosong dan nyaman menurutku, karena taman itu lumayan ramai dikunjungi oleh para penduduk disini. Setelah mendapatkan tempat duduk yang aku inginkan, aku membuka botol minumanku, dan meneguknya sedikit demi sedikit.
Sebenarnya aku mau menelpon bang Izal,, tapi aku takut dia merasa terganggu dalam bekerja. Ketika aku duduk melamun sambil memakan cemilan, ada seorang pria yang menyapaku dengan ramah," boleh duduk disini dek, karena semua tempat duduk sudah padat, tidak ada lagi yang kosong, selain yang didekat adek, " tanyanya padaku dengan penuh harap, aku melihat sekeliling taman memang sudah penuh, Akupun mengangguk dan memberikan jarak yg cukup jauh darinya, karena aku tidak ingin menimbulkan fitnah.
__ADS_1
Aku hanya diam saja sambil menikmati makanan dan minumanku, kemudian dia menyapaku lagi," dek, kenalkan namaku Raka, nama adek siapa?", akupun menjawab dengan singakt, "Ani bang", dia hanya tersenyum mendengar jawabanku yang sangat singkat.
Ketika aku melihat ke arah jalan raya, aku melihat bang Izal datang dengan menaiki sepeda motor untuk menjemputku, tapi dia sama sekali tidak tersenyum padaku, mungkin dia marah karena aku tidak meminta izinnya, yang menunjukkan tidak salah karena aku hanya berjalan-jalan sebentar untuk menghilangkan kebosananku dirumah, atau dia lagi cemburu padaku karena ada pria yang duduk didekatku.
Aku segera berdiri untuk menemuinya, dan menyapanya sambil tersenyum manis, dia hanya cuek saja tanpa menjawab sapaan ku, padahal aku hanya ingin tahu apa dia sudah lama pulang atau dia kebetulan melihatku disini sepulang kerja.
Aku hanya diam dan bergerak naik ke atas sepeda motor, ketika aku sudah duduk di belakangnya, diapun menarik tanganku untuk memeluknya dari belakang, aku hanya menuruti keinginannya saja, dengan memeluknya dengan erat. Bang Izal pun langsung mengendarai sepeda motor lumayan kencang, agar cepat sampai dirumah kontrakan kami.
Sesampainya dirumah, bang Izal menyuruhku turun dari sepeda motor dan segera masuk ke dalam kamar. Aku hanya diam dan menuti perintahnya, karena aku tahu dia sedang marah atau cemburu padaku. Aku langsung ke kamar dan melepas jilbabku. Kutunggu suamiku dengan duduk di tepi tempat tidur kami.
Bang Izal membalikkan tubuhnya dan menatap mataku, dan aku memberanikan diri untuk mencium bibirnya, karena ini pertama kali aku yang memulai permainan kami. Suamiku segera membalas ciumanku dengan penuh nafsu, sambil berbisik padaku," aku akab bekerja keras untuk membuatmu cepat hamil,agar kamu tidak kesepian dirumah kita ini sendirian", aku tersenyum mendengar ucapannya. Bang Izal berhenti sejenak dan bertanya padaku," apakah adek mau mengandung penerus keturunan dari Abang?", akupun mengangguk menjawab pertanyaan dari suamiku itu. Kamipun melanjutkan percintaan kami sampai pagi tanpa makan malam.
Pagi yang cerah di akhir pekan, hari ini adalah hari sabtu. Seperti hari biasa, aku melaksanakan tugasku sebagai muslim yang taat kepada Allah SWT terlebih dahulu, dan melaksanakan tugasku sebagai istri yang baik. Aku memasak opor ayam pagi ini, sesuai permintaan suamiku, sekalian mie goreng dan sambal belacan yang digoreng.
__ADS_1
Selesai memasak, aku menemui suamiku di kamar, dan aku melihatnya masih tertidur pulas.
Aku membangunkannya, dia hanya menjawab iya, tapi tidak membuka matanya.
Aku berbisik ke telinganya,"kalau Abang ga bangun, jam berapa kita nyampe di Brastagi nanti ?", dia langsung membuka matanya, dan menatap wajahku, aku tersenyum melihatnya, dia segera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku sangat bahagia, ternyata kejutan yang ingin bang Izal berikan adalah mengajakku untuk bulan madu di Kota Brastagi selama dua hari.
Selesai sarapan pagi, kami berangkat berdua menggunakan sepeda motor.
Kami membawa beberapa pakaian dan makanan yang sudah kumasak dan kubungkus dengan baik. Jarak dari kota Medan ke kota Brastagi, sama seperti jarak desa kami ke kota sidimpuan. Jadi kami hanya santai menaiki sepeda motornya sambil menikmati pemandangan.
Di saat ada pemandangan yang indah, kami berhenti untuk berselfie ria dan sambil memakan makanan yang kami bawa, karena menurutku lebih aman memakan makanan yang dimasanya di rumah daripada makanan yang di pinggir jalan. Selesai menikmati makanan dan pemandangan, kami melanjutkan perjalanan ke kota Brastagi.
Setibanya di Brastagi, kami mencari penginapan yang nyaman dan aman dengan isi dompet suamiku, biar murah, tapi harus bersih dan nyaman untuk kami berbulan madu, agar misi kami untuk mendapatkan momongan lebih cepat terwujud. Seemaangaat...
__ADS_1
Bersambung..