Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Masa lalu yang tidak terlupakan.. part. 4


__ADS_3

Aku meninggalkan Mira, dan mengejar Ani untuk menjelaskan bahwa yang dia lihat itu tidak seperti yang dia pikirkan, tetapi dia tidak mau mendengar penjelasanku, dan aku tahu dia seperti itu karena dia sangat kecewa padaku. Aku mencoba berbagai cara, tapi tidak berhasil, sampai kami pulang dari Sibolga pun masih kucoba, tapi tidak bisa.


Aku sudah kehabisan ide, akhirnya aku hanya pasrah dia meninggalkanku tanpa sepatah kata pun.


Terakhir kami bertemu kembali sebelum dia menikah, sewaktu hari idul Fitri tahun ini, dan sangat cuek padaku dan mungkin dia belum bisa memaafkannya kesalahan yang kuperbuat tanpa sengaja.


Sekarang, setelah hampir lima tahun berlalu, kami dipertemukan kembali oleh adik sepupuku, dan dia sudah menikah dan sedang mengandung, akhirnya harapanku pupus sudah, Raniku, yang kuharapkan menjadi istriku, pendamping hidupku, tidak akan pernah kembali lagi ke sisiku.


Aku memutuskan untuk fokus ke karierku saja, semoga aku dipertemukan dengan jodoh yang terbaik untukku.


Aamiin..


Semoga engkau selalu hidup bahagia Raniku, dan kamu selalu berada di tempat yang terindah di lubuk hatiku. Cinta Pertamaku.

__ADS_1


POV. Mira


Malam itu, aku melihat Ani dan Azam sedang berciuman di dalam komedi putar, aku kaget melihatnya. Berarti selama ini mereka memang berpacaran dan Ani berbohong padaku selama ini, ucapku dalam hati.


Kenapa dia selalu beruntung dibandingkan aku, aku yang terlebih dahulu menyukai Azam, tapi Ani yang mendapatkan Azam, selama ini Ani selalu juara umum, dan aku hanya juara 2 saja, setiap tahunnya. Aku akui, Ani sifatnya memang baik, dia tidak pernah berfikiran negatif, dan selalu mau membantu orang yang sedang kesusahan, dia membantu semampunya. Aku bisa mudah mengerti pelajaran, karena bantuannya juga, tapi aku tidak mau terima, jika dia selalu di atasku dan selalu bahagia.


Kemudian aku memiliki ide untuk memisahkan Ani dan Azam, karena ku tahu mereka sangat saling mencintai, jadi, pastinya salah satu dari mereka akan lebih mudah tersulut api cemburu. Malam itu ketika di kota Sibolga, aku menaruh sepucuk surat di bawah tas Azam dan tas Ani, dan aku sengaja meminjam jaket yang selalu dipakai Ani, karena ku tahu itu pasti pemberian dari Azam. Dia memang berat hati untuk memberikannya untuk kupakai, tapi aku terus meminta tolong padanya, karena aku tidak punya jaket, dan aku meras kedinginan, akhirnya dia memberikannya.


Betapa bahagianya aku melihat kesedihan di mata Ani, dan kulihat dia diam -diam menangis di bawah bantalnya. Percuma kamu pintar Ani, selalu juara umum, tapi kamu sangat mudah aku bodohi dan bohongi, kamu lebih mempercayai rivalmu daripada orang yang kamu cintai.


Aku tertawa bahagia dan bersyukur atas berhasilnya rencanaku untuk memisahkan mereka.


Sekarang keberuntungan akan selalu ada di pihakku.

__ADS_1


Selamat bersedih Ani untuk sepanjang hidupmu..


Setelah hampir lima tahun berlalu, aku bertemu kembali dengan Ani. Kulihat dia semakin cantik, aku sempat terpaku melihatnya di depan rumah kontrakan mereka, saat ingin menghadiri acara syukuran atasannya suamiku, yang ternyata adalah mantan kekasihku dulu yang kutinggal menikah, karena hubungan kami tidak di restui oleh orang tuaku, karena bang Izal sangat miskin dan hanya sebatang kara di dunia.


Aku melihat wajahnya bang Izal semakin tampan, aku semakin menyesal, karena sudah meninggalkannya dulu. Jika ku tahu, dia akan sesukses sekarang, tidak akan kutinggalkan dia dulu. Lagi dan lagi, Ani lebih beruntung daripada aku, dan nasibku.


Aku tidak rela melihat dia bahagia, apalagi kulihat bang Izal sangat mencintainya dan perhatian padanya, mungkin peluanku untuk merebut bang Izal kembali, akan sulit, apalagi sekarang aku sedang hamil anakku dengan suamiku.


Sungguh malangnya nasibku yang kurang beruntung ini. Kenapa selalu Ani yang bisa melebihi aku dari semua hal di dunia ini...


Menyebalkan sekali melihat bang Izal bahagia dengan Ani, rivalku sejak dari sekolah dulu...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2