
Setelah menemukan penginapan yang pas, kami menyewanya selama dua hari termasuk hari ini sampai esok hari. Setelah menerima kunci kamar, kami bergegas masuk ke dalam kamar kami. Bang Izal segera meletakkan tas ransel bawaan kami ke atas meja, dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Setelah melepas jilbabku, aku ikut membaringkan tubuhku di samping suamiku. Kumiringkan tubuhku untuk menatap wajahnya.
Bang Izal berkata," apakah suamimu ini sangat tampan sehingga adek tidak berkedip menatap wajah Abang ?, dia langsung memeluk tubuhku dan mencium keningku. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.
Aka melepaskan pelukannya dan bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Aku hanya takut kalau bang Izal merasa kebauan ketika memelukku tadi, karena tubuhku mudah berkeringat.
Bang Izal langsung menyusul ku ke kamar mandi ketika aku selesai melepaskan semua pakaianku. Aku kaget ketika dia tiba-tiba memelukku dari belakang dan mulai menciumiku, aku lari menuju bathup yang sudah terisi air, bang Izal tersenyum melihat reaksiku. Bang Izal segera melepaskan semua pakaiannya dan menyusul ku ke bath up.
__ADS_1
Kamipun mandi bersama di dalam bath up, sambil saling memuaskan satu sama lain, sampai keringat berkeliaran dari pori-pori kami dan bercampur dengan air bath up. Tak terasa dua jam kami di kamar mandi, selesai mandi kamipun memakai pakaian kami di kamar tidur.
Aku melihat leherku penuh dengan tanda merah buatan suamiku, dan dia hanya tersenyum melihat reaksiku di depan cermin.
Dia berkata" mantap kan sayang hasil karya abang, nanti abang buatin lagi yang lebih banyak di bagian ini, sambil tangannya menyentuh bukit kembarku,", aku langsung mencubit tangannya, dan berlalu menuju tempat tidur.
sayang?", ucapnya padaku, aku menjawab," aku lapar sayang, tenaga habis karena abang gempur berjam-jam, emang abang ga kelaparan?", bang Izal segera memesan makanan melalui via telepon kamar penginapan yang sudah tersedia.
Bang Izal memesan makanan dan cemilan serta minuman yang banyak, aku jadi heran mendengarnya dan jadi takut, kalau semalaman ini aku tidak akan bisa tidur, bakalan digempur semalaman. Beberapa menit kemudian, semua pesanan kami diantar oleh pelayan kamar sambil menggunakan payung, karena hujan deras.
__ADS_1
Setelah bang Izal menerima semua pesanan kami, dan memberikan tips untuk pelayan kamar, bang Izal menyusulku di tempat tidur dan berkata," ternyata hujan deras di luar sayang, kita ga tau kalau lagi hujan saking serunya tadi di kamar mandi, pantas jadi lebih dingin udaranya, jadi makin nikmat nanti bercintanya kan sayang", aku cuek saja dan mengambil makanan yang sudah di atas meja, dan sambil menyuapi bang Izal ayam gorengnya, biar dia ga banyak cerita lagi, karena aku sudah kelaparan.
Bang Izal tersenyum melihat tingkahku yang menyantap makanan dengan lahapnya, dan dia segera mengikutiku untuk makan. Setelah kenyang kami duduk di depan televisi yang ada di dalam kamar. Aku berjalan mendekati jendela untuk melihat apakah masih hujan atau tidak, ternyata masih hujan deras, giman mau jalan-jalannya nanti ke kebun jeruk sama kebun strawberrynya kalau hujan terus.
Aku kembali duduk disamping suamiku dan menyandarkan kepalaku ke bahunya sambil memeluknya.
Kebetulan filmnya juga film yang romantis, karena terbawa suasana dan cuaca yang cukup dingin, sehingga kamipun melanjutkan permainan kami diatas kursi dan dengan gaya baru, agar kami saling memuaskan dan menghangatkan satu sama lain. Semoga misi kami untuk cepat dapat momongan segera berhasil. Aamiin...
Bersambung....
__ADS_1