Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Nasib Cinta Kinara (Part 3)


__ADS_3

Selang beberapa menit Kinara sudah kembali ke ruang teve dengan secangkir kopi hitam di tangannya.


“Ini kopinya.” Meletakan secangkir kopi di atas meja. “Aku tidak tahu apakah ini sesuai seleramu atau tidak.” Duduk di samping Dika, di kursi yang berbeda.


“Apa pun yang kau buat. Pasti sesuai seleraku, Kinara.”


Kinara langsung menatap tidak suka mendengar rayuan Dika. Saat ini bukan waktunya untuk merayu, hatinya sedang tidak ingin diusik.


Aku baru tahu kau segalak itu, pantas saja aku bisa tergila-gila padamu, batin Dika lalu menundukan kepala sembari menyesap kopi buatan wanita tercintanya.


Ini kali pertama Dika meminum minuman buatan Kinara.


“Ah, boleh aku bertanya, Kinara?” Meletakan cangkir kopi.


“Apa?”


“Kenapa kau menangis? Kau bilang kau baik-baik saja. Lalu di wajahmu itu apa? Bukankah itu bekas air mata?” tanya Dika membuka percakapan lebih serius.


“Aku memang menangis. Tapi aku tidak tahu apakah hal yang aku tangisi ini layak untuk ditangisi atau tidak.”


“Lalu kenapa kau bilang baik-baik saja?”


“Baik-baik saja bukan berarti benar-benar baik, Dika.”


Dika nampak mengernyitkan alisnya. Tidak mengerti dengan kalimat ambigu yang diucapkan Kinara. Daripada merusak suasana hatinya, Dika lebih memilih diam lalu meraih remote teve dan menghidupkan teve.


“Kau suka drama keluarga seperti ini? ‘Suara Hati Suami’?” Dika nampak tersenyum lebar sembari menunjuk layar teve.


“Tidak, itu hanya kebetulan. Apa urusanmu belum selasai? Segera habiskan kopimu dan pulanglah.”


Kinara terlihat sibuk dengan handphone di tangannya, beberapa kali mengetik dan meletakan di telinga. Lalu ekspresinya berubah meredup begitu panggilan telepon itu tidak terhubung. Namun, Kinara melakukannya lagi, lagi, dan lagi.


“Kau sedang menghubungi seseorang?”


“Eeem ....” Kinara menganggukan kepala.


“Apa orang itu tidak menjawab?”


“Eeem ....” Mengangguk lagi.


“Apa orang itu, Agra Grissham?”


“Eeem ....” Kinara terus mengangguk tanpa melihat ke arah Dika.


“Kau mau rujuk denganku, Kinara?”


“Eh? Tidak mau!” Kinara langsung menoleh, sementara Dika tertawa getir.


Dia hanya mencoba mengambil kesempatan, setiap dia bertanya jawaban Kinara selalu ‘Eeem’ jadi Dika pikir siapa tahu pertanyaan terakhir itu juga dijawab sama oleh Kinara. Namun, nyatanya tidak. Bahkan tubuh Kinara benar-benar menolak kehadiran Dika dengan memberikan respon cepat.

__ADS_1


Tidak masalah, Dika. Masih ada hari esok. Kau tidak boleh menyerah, selagi Kinara belum menikah dengan laki-laki lain, maka jalanmu masih terbuka lebar untuk mendekatinya. Tenang, Dika. Janur kuning belum melengkung, Kau harus semangat untuk meluluhkan hati Kinara yang lebih keras dari gunung dan lebih angker dari hutan, batin Dika menyemangati dirinya sendiri.


Ketika suasana hening tiba-tiba berita panas berkelebat di layar televisi. Berita tentang pertunangan Agra dan Allen.


Dika gelagapan, dia segera meraih remote dan berniat mengganti saluran teve. Namun, Kinara segera menghentikannya.


“Jangan, Dika. Aku perlu tahu kapan pertunangan itu dilaksanakan, berita bahagia tetaplah berita bahagia sekalipun harus menyakiti perasaan beberapa orang. Siapa tahu aku bisa datang untuk mengucapkan selamat.” Kinara mengigit bibir bawahnya.


Dika terdiam, dipandangnya sosok wanita yang berusaha terlihat kuat meskipun dalam keadaan sedih. Mungkin setegar itu pula Kinara bertahan ketika Dika berlaku kasar dan tidak manusiawi padanya, pikir Dika.


“Itu satu minggu lagi, pertunangan Agra dan Allen akan dilaksanakan satu minggu lagi.” Kinara tersedu.


Malang sekali nasibku, tidak ada bedanya ketika aku bersama dengan Dika. Dua laki-laki ini hanya membuat hatiku terluka, batin Kinara.


Tidak banyak yang bisa Dika lakukan, memeluk Kinara jelas tidak mungkin karena Kinara bukan lagi istrinya. Sejak gugatan cerai itu dia ajukan, jatuhlah talak pertamanya untuk Kinara. Dika hanya bisa menahan rasa sakit melihat wanita yang dicintainya sedang menangis tersedu karena laki-laki lain.


“Kinara ... apa kau ingin bertemu dengannya?” tanya Dika begitu tangis Kinara mereda. “Dengan Agra," lirihnya.


Kinara langsung menoleh dan menganggukan kepala begitu nama Agra disebut. “Kau bisa melakukannya?”


Dika mengangguk dan tersenyum getir. “Iya, aku bisa.”


Aku bisa melakukan apa pun untukmu, Kinara. Sekalipun membuka jalan untukmu bertemu dengan Agra, batin Dika.


“Apa kau ingin lari dengannya? Membebaskan Agra dari pertuangan? Untuk itu pun aku bisa membantumu.” Dika menunduk dalam. Jawabannya sudah pasti ‘Iya’ diikuti anggukan kepala dan senyum manis di wajah Kinara, pikir Dika.


“Tidak!” jawab Kinara tegas.


“Lalu? Untuk apa kau bertemu dengannya?”


“Ada hal yang perlu aku pastikan, tolong bantu aku, Dika.” Ditatapnya lekat wajah Dika.


Dika segera memalingkan wajahnya ketika dua manik bening itu beradu. Bagi Kinara mungkin debaran cinta kepada Dika sudah hilang, bersama keputusannya untuk berpisah dari Dika. Namun, tidak bagi Dika. Debaran itu semakin tumbuh besar dan mangakar di hatinya, keinginan memiliki wanita di depannya pun menjadi semakin kuat.


“Baiklah. Besok sore aku akan membawamu untuk bertemu Agra.” Dika meraih cangkir kopinya dan tersenyum manakala melihat isinya sudah habis. “Waktunya pulang, kopinya sudah habis.” Dika pamit pulang dan berpesan agar Kinara tidak terlalu kepikiran dengan pertunangan Agra.


🍃Mansion Dika🍃


“Bagaimana, Ken?” Dika memutar tubuhnya begitu mendapati Ken masuk ke dalam ruang kerja.


“Seperti yang Tuan Muda pikirkan, Roy sudah mengurung Agra tepat ketika pertunangan itu diumumkan di televisi.”


Dika nampak melenguh panjang.


Nasib kita berdua tidak jauh berbeda Agra. Aku yang kekurangan kasih sayang orang tuaku, dan kau yang hidup dalam obsesi ayahmu. Sialnya lagi, kita justru jatuh cinta pada wanita yang sama, batin Dika.


“Roy sungguh orang tua yang tidak punya hati. Anak sendiri saja diperjual belikan seperti barang!" geramnya. Dika berjalan ke arah jendela dan memandang pohon besar di ujung jalan. “Bagaimana dengan berkas kerja samanya?”


“Beres, Tuan Muda. Roy memang tergila-gila dengan kekuasaan, tanpa pikir panjang dia langsung terima ajakan kerja sama kita.”

__ADS_1


“Rencananya?”


Ken menunduk dalam. Kerja sama ini menghabiskan banyak uang, awalnya tujuan Dika menjalin kerja sama dengan keluarga Grissham adalah untuk menstabilkan keuangan perusahaan dan membuat perusahaan keluarga Mahendra menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia.


Namun, untuk kali ini kerja sama yang akan terjalin memiliki tujuan yang berbeda. Melalui kerja sama ini Dika ingin mengikat keluarga Grissham di bawah kekuasaannya sehingga bisa mengendalikan perputaran saham perusahaan itu. Sepenuhnya berada dalam genggaman tangan Dika.


Keberuntungan masih berpihak pada Dika karena sampai detik kerja sama itu diajukan, Roy belum mengetahui kebenaran tentang status Kinara.


“Ada masalah, Ken?”


“Tidak ada, Tuan. Semuanya berjalan lancar. Besok pagi Tuan Muda bisa bertemu dengan Tuan Roy untuk membicarakan kesepakatan bisnis, lalu kita bisa menyusun rencana selanjutnya.” Ken menyodorkan berkas kerja sama yang belum di tanda tangani.


“Rencana selanjutnya ...,” gumamnya, “Mempertemukan wanita yang aku cintai dengan laki-laki lain, ini terdengar menyedihkan.” Dika tersenyum sembari menerima berkas itu.


“Anda yakin ingin melakukan ini, Tuan Muda?”


Seharusnya ini menjadi kesempatan untuk Dika menjauhkan Kinara dari Agra, tetapi Dika tidak bisa melakukan itu. Melihat Kinara yang menangis tersedu di depannya menjadi salah satu pertimbangan Dika. Jangankan mempertemukan Kinara dan Agra, jika harus membuat keduanya bersatu pun rasanya akan Dika lakukan demi kebahagiaan Kinara.


Pagi hari di mansion Dika.


"Tuan!" Ken berlari tergesa sampai nyaris jatuh.


"Ada apa?"


"Terjadi sesuatu dengan Nyonya ...," ucap Ken dengan napas terengah.


"Apa maksudmu?!"


"Semalam ...." Ken nampak menarik napas sebelum melanjutkan kalimtnya.


Bersambung....


Yuk tarik napas dulu biar kalian bisa kuat nunggu TCK up lagi 🤣😂


.


.


Jangan lupa like sama votenya loh.


.


.


Yang belum follow akun medsos emak. Cuss di follow.


IG : @RoseeLily16


FB : RoseeLily

__ADS_1


Youtube : Rosee Lily (Jangan lupa subscribe, yah. Bakal ada banyak video berkaitan dengan novel emak, termasuk novel baru emak)


__ADS_2