Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Nasib Cinta Kinara (Part 4)


__ADS_3

“Bicara yang jelas, Ken!”


Jika mengenai Kinara tentu saja Dika tidak bisa bertindak santai. Apalagi melihat Ken yang tergesa seperti itu. Sudah pasti sesuatu sudah terjadi pada Kinara.


“Semalam, tidak lama setelah Tuan Muda pulang dari kediaman Nyonya Muda. Rumah Nyonya didatangi oleh dua orang preman.”


"Allahu Akbar!" Gelas air di sampingnya sampai jatuh karena tersenggol. Beberapa pelayan langsung membersihkan sisa tumpahan air di atas meja.


“Tenang dulu, Tuan Muda.” Ken berusaha menenangkan.


“Bagaimana aku bisa tenang, Ken! Apa yang terjadi pada Kinara?! Dua orang preman?” tanya Dika meyakinkan.


Ken menganggukan kepala. “Benar, Tuan. Mereka menggedor dan masuk secara paksa ke dalam rumah Nyonya.”


Dika shock, pikirannya sudah sampai ke ranah perampokan. “Apa yang mereka ambil, Ken? apa itu perampok? Atau penculik?” Memijat pangkal hidungnya.


Seharusnya identitas Kinara belum diketahui, kan? Lalu siapa yang berniat jahat padanya? batin Dika.


“Bukan, Tuan Muda. Mereka hanya mengacak-acak rumah Nyonya. Mereka juga terlihat seperti preman bayaran. Anehnya, mereka tidak mengambil barang apa pun kecuali mengancam agar Nyonya pergi jauh dari kota ini.”


“Pergi dari kota ini?” gumam Dika sembari bertopang dagu. Jelas ada yang aneh dengan dua orang preman itu. Pikirannya sudah mengunci satu nama, jika dugaan Dika benar maka dia tidak akan segan menghancurkan orang itu.


“Tapi Tuan tidak perlu khawatir. Karena tak berapa lama para tetangga datang ketika mendengar suara bibi Ane yang berteriak minta tolong, imbasnya bibi Ane pun kena pukul. Pak budi juga ikut terluka di beberapa bagian tubuhnya karena berusaha melindungi Nyonya.”


“Lalu bagaimana dengan Kinara?”


“Nyonya sendiri mengalami shock, Tuan. Beruntung malam itu adalah jadwal kunjungan dokter Amel, dan Nyonya langsung mendapat pertolongan pertama.”


Ken menjelaskan dengan sangat hati-hati, selama menjelaskan apa yang terjadi pada Kinara raut wajah Dika tidak berubah. Merah padam dengan tangan yang mengepal.


“Siapa? Siapa manusia yang berani menyentuh istri dan anakku?”


“Roy, Tuan Muda. Kedua preman itu adalah orang suruhan Roy. Mereka juga berhasil kita lumpuhkan.”


“Kurang ajar! Beraninya Roy menyentuh wanitaku.” Dika menggebrak meja makan sampai beberapa makanan tercecer di atas meja. “Jika terjadi sesuatu pada istri dan anakku, aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri. Mengejarnya sekalipun sampai ke neraka.” Gemerutuk gigi Dika terdengar sangat jelas. Dia mengendurkan lingkaran dasinya dan meneguk segelas air putih.


“Ada berapa total kerja sama kita dengan keluarga Grissham?” Duduk pun terasa tidak tenang.


“Ini, Tuan.” Ken menyodorkan tumpukan berkas yang luar biasa banyak. “Ini baru sebagian, Tuan,” ucapnya mantap. Ken memang seperti itu, sangat bisa diandalkan. Pribadinya yang jenaka dengan kalimat-kalimat bijak tidak membuat Ken lalai dengan semua pekerjaannya.

__ADS_1


Dika terdiam, membaca sebagian deretan kata dan angka di depannya. Tiba-tiba Dika bangun, meraih jas coklat yang tergantung di kepala kursi dan segera mengenakannya. “Ayo kita bersiap, Ken. Saatnya bertemu dengan manusia gila harta!" Seringai licik terukir jelas di sana.


Ken mengangguk dan segera mempersiapkan semuanya.


Hotel bintang lima milik keluarga Mahendra.


“Selamat pagi, Tuan Muda?” Roy membungkuk sembari memberi hormat.


Dika mengepalkan tangan. Ingin sekali rasanya mendaratkan satu pukulan di wajah Roy. Namun, tujuan utamanya belum terwujud, dia harus menahan sampai pukulan yang lebih terasa didapatkan oleh Roy. Ini bukan soal pukulan fisik, tetapi pukulan yang lain. Dika hanya membalas dengan tersenyum tipis.


“Bagaimana kabarmu, Tuan?” tanya Roy bersemangat sembari menarik kursi untuk Dika.


Berhenti basa-basi, Roy! bahkan sampai kau menjilat sepatuku sekalipun belum tentu aku mau memaafkanmu. Kau telah menyentuh wanita yang sangat berharga dihidupku, batin Dika.


“Ken.” Alih-alih menjawab pertanyaan Roy, Dika segera meminta berkas kontrak yang perlu mereka tanda tangani.


Ken yang berdiri sigap di samping Dika segera menyodorkan berkas itu.


“Silakan tanda tangan di sini, Tuan Roy.” Menunjuk nama Roy sebagai pihak kedua.


Roy antusias melihat angka-angka keuntungan yang bisa diraupnya setelah bisnis ini terjalin, dia segera menanda tangani berkas itu tanpa curiga. Berkas yang sah di mata hukum itu jika tidak dipelajari dengan teliti jelas sangat merugikan Roy sebagai pihak kedua. Sesuai rencana, Roy sudah terlena dengan iming-iming keuntungan di bagian awal kontrak tanpa mempelajari keseluruhan isinya.


Mungkin juga karena selama ini bisnisnya dengan keluarga Mahendra berjalan lancar-lancar saja. jadi dia tidak memiliki kecurigaan untuk kerja sama kali ini.


“Tentu saja.” Menyambut uluran tangan Roy. “Saya punya permintaan, Tuan Roy.”


“Permintaan?” Kening Roy berkerut. “Katakan saja, Tuan Muda.” Tersenyum antuias.


“Saya hanya ingin menjalankan bisnis ini dengan putra Anda.”


“Maksudmu?” Roy mulai curiga.


“Kontrak ini berisi pengalihan kekuasaan atas bisnis yang akan kita jalin, penanggung jawab sepenuhnya adalah putra Anda.”


“Apa maksudmu?” Roy berniat bangun dari kursi sampai Ken menekan bahunya dan membuat Roy duduk kembali.


“Bersikap sopanlah terhadap Tuan Muda!” Ken memberi penekanan dengan mencengkeram kuat bahu Roy sampai Roy duduk tak berkutik.


“Ma ... maafkan saya, Tuan Muda. Saya hanya terkejut dengan apa yang baru saja saya dengar.” Roy tertawa kecil. “Mungkin telinga saya sedang mengalami gangguan.”

__ADS_1


Dika memberi isyarat pada Ken.


“Kau tidak salah dengar, Tuan Roy! Biar saya tunjukan.” Ken membalik beberapa halaman dan menunjukan pada Roy. “Perhatikan beberapa point ini dengan baik.”


Roy panik, matanya membulat sempurna.


“Ini ....” Roy nyaris menggebrak meja ketika tangannya langsung di tangkap oleh Ken.


“Jangan bertindak diluar batas, Tuan Roy. Kau tidak akan sanggup menerima risikonya!" Ken melotot dengan rahang mengeras.


Singa itu melunak, nyalinya menciut. Walaupun keluarga Grissham kaya raya dan masuk dalam jajaran pemilik perusahaan raksasa, pada dasarnya kedudukan keluarga Grissham masih di bawah keluarga Mahendra. Keluarga Mahendra mengendalikan semua perusahaan yang berada di bawahnya. Tak terkecuali perusahaan Roy.


“Maafkan saya, Tuan Muda. Kalau boleh tahu, sebenarnya apa maumu?”


“Seperti yang kau lihat Tuan Roy. Ini adalah kerja sama antara saya dan putra Anda, Agra Grissham. pada bagian depan memang terlihat seperti saya dan Anda yang akan melakukan kerja sama. Namun, pada dasarnya Anda hanya bertindak sebagai pemberi dan pengalihan kuasa untuk putra Anda, itu artinya seluruh keuntungan bisnis kali ini akan dimiliki oleh putra Anda.”


Akan kulakukan semuanya untukmu Kinara, termasuk memberi jalan bagi Agra untuk mendaki ke puncak tertinggi, batin Dika.


“Tuan Muda sengaja melakukan ini?”


Dika terbahak. “Memangnya apa keuntungan yang bisa aku dapatkan jika aku sengaja melakukan ini? Bisnis ini memiliki nilai uang yang fantastis, Tuan Roy. Untuk apa saya menjalin bisnis dengan anak ingusan yang baru belajar dunia bisnis, ini jelas akan merugikan perusahaan saya.”


“Lalu kenapa Anda tetap melakukannya, Tuan Muda?” tanya Roy, kepalanya masih menunduk karena Ken masih berdiri di sampingnya.


“Karena kau telah menyentuh yang seharusnya tidak kau sentuh, Tuan Roy!" Aura membunuh datang dari tatapan mata Dika.


“Apa maksudmu, Tuan?”


Dika mengeluarkan handphone dan mendorong sampai menyentuh ujung tangan Roy.


“Apa ini, Tuan Muda?” Roy meraih handphone dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat foto yang ada di bagian depan layar. “Ini ....”


Bersambung...


.


Ya begitulah emak, suka bikin penisiran 😜 Maklumin ajah, jemurannya belum kering jadi masih harus digantung 😅🤣


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, vote, rate bintang5, komen yang banyak, dan makasih buat yang kasih tips.


__ADS_2