Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Drama Kecil


__ADS_3

Dengan langkah gontai Agra berjalan mendekati Dika dan Kinara. Sesekali dia diam di tempat, lalu menundukan kepalanya. Agra tidak tahu jika nasibnya begitu malang, bahkan ketika dia ingin melepaskan semuanya. Sesuatu yang tidak ingin dia lepas, justru muncul di depan matanya. Sesuatu berupa cinta yang tidak akan bisa dia milikki sampai kapanpun. Cinta Kinara.


"Tuan, apa Anda yakin ingin menemui mereka." Nathan terus mengekor di belakang Agra. Mengambil jarak cukup dekat dengan Tuannya.


"Jika aku lari, bukankah aku terlihat seperti pengecut?" Mengusap kasar wajahnya. Tatanan rambut yang tidak tersentuh pomade itu semakin berantakan. Memberikan kesan nakal yang menggoda di wajah tampannya.


"Berpura-pura tidak tahu, mungkin lebih baik, Tuan." Suara Nathan semakin pelan. Dia tahu bagaimana beratnya perjuangan Agra untuk mendapatkan hati Kinara. "Hampir satu bulan ini Anda memantapkan diri. Jika sekarang Tuan bertemu dengan Nona Kinara, saya takut Tuan akan berubah pikiran."


"Aku tidak akan berubah pikiran. Tekadku sudah bulat, tetapi aku juga tidak bisa berpura-pura tidak tahu, Nath. Kau lihat, gadis di depanmu sedang menundukan kepala." Menatap lurus ke arah Kinara. "Dia mungkin sedang merasa bersalah padaku."


Nathan tahu gadis yang dimaksud Agra. Saat ini Kinara memang sedang menundukan kepala. Meremas kedua jemarinya dengan tatapan kosong.


"Jika aku pergi begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku takut dia terbebani dengan perasaan bersalahnya dan merasa menjadi penyebab kepergianku."


"Tapi, Tuan ...."


Nathan nampak menarik dan mengembuskan napas berat. Dalam kondisi seperti ini saja Agra masih memikirkan perasaan Kinara. Dia bahkan tidak peduli dengan hatinya sendiri yang sesang terluka.


"Setidaknya aku harus membuat drama kecil agar dia tidak merasa bersalah padaku."


"Dra-drama?" Nathan menaikan sudut alisnya. Bertanya dengan suara penuh penekanan. Namun, Agra hanya mengagukkan kepala sembari tersenyum.


Entah hal bodoh apalagi yang akan dilakukan Agra. Yang jelas Nathan tidak bisa membujuk atau menghentikan keputusan Agra.


Agra memantapkan langkahnya. Berjalan mendekati Kinara.


"Kalian sedang apa?" tanya Agra begitu dia berdiri di depan Dika. Berusaha tersenyum lebar.


"Kami baru saja mengantar kepergian, Carissa. Duduklah." Menarik kursi untuk Agra.


Agra sedikit terkejut mendengar ucapan Dika. Yang dia tahu, Carissa sudah memutuskan untuk tinggal di Indonesia. "Carissa kembali ke Inggris?"


Dika mengangguk. "Iya. Katanya ada beberapa dokumen yang perlu dia urus." Melirik koper yang dibawa Agra. "Kau sendiri mau ke mana?"


"Aku mau melanjutkan kuliah di Prancis." Tersenyum simpul.


"Pran-Prancis?" tanya Kinara tergagap.


"Iya."


"Kenapa?"


Agra tersenyum lebar. Saatnya drama kecil dimulai. "Yah, kau tahu jika wanita di Prancis sangat cantik dan seksi, bukan? Lagi pula setelah gagal mendapatkan cintamu, aku harus move on. Dan Prancis adalah negara dengan wanita yang menggoda." Agra mengedipkan matanya.

__ADS_1


Kenapa dia berubah? Kenapa tingkahnya seperti Agra yang dulu, suka menggoda wanita. "Tapi, haruskah pergi sejauh itu? Memangnya di Indonesia tidak ada wanita yang cantik dan seksi?"


Bagiku, satu-satunya wanita yang cantik di dunia ini hanya kau, Kinara, tetapi kau sudah dimiliki orang lain. Aku bisa apa? Selain melarikan diri sajuah mungkin seperti seorang pengecut, batin Agra.


"Kau pikir saja. Setiap hari aku harus melihat apel. Bukankah itu sangat membosankan? Sesekali aku butuh menyegarkan mataku dengan melihat dan menikmati buah anggur."


Menikmati? Apa maksudmu? Pikiran Kinara sudah mengembara jauh. Menjurus pada kata 'menikmati' yang diucapkan Agra. Kinara tahu jika kehidupan **** diluar sangtlah bebas. Mungkinkah itu maksudnya? pikir Kinara.


"Tapi 'kan ...."


Dika meraih jemari Kinara. Membelai lembut di sana. "Kita harus menghormati keputusannya, Kinara. Jangan memaksakan sesuatu yang tidak perlu kau ketahui. Terkadang ada banyak hal yang tidak bisa diceritakan."


Kinara menoleh. Menatap Dika dengan mata berkaca-kaca. Seandainya tidak ada Agra, dia akan berhambur ke dalam pelukan Dika. Dia tahu Agra pergi karena dirinya. Dan dia butuh seseorang untuk menenangkannya.


"Lalu bagaimana dengan Allen?"


"Allen?" Agra nampak menyeringai. Tatapan matanya penuh kebencian. "Aku tidak ada hubungan apa pun dengannya. Untuk apa aku memikirkan Allen!"


Kinara diam. Dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi, melihat perubahan sikap Agra dia tahu ada yang tidak beres antara Allen dan Agra.


Tiba-tiba bangun datri kursi. "Aku mau ke toilet."


"Baiklah. Nanti Pak Budi yang akan mengantarmu."


"Kenapa kau berbohong padanya? Kau ke Prancis bukan untuk bersenang-senang, 'kan? Aku tahu kau sudah berubah."


Agra tersenyum getir mendengar pertanyaan Dika.


"Tentu saja bukan. Seperti yang kau katakan. Aku sudah berubah, aku tidak tertarik untuk bersenang-senang dengan wanita.


"Lalu?"


"Aku hanya tidak ingin dia merasa bersalah padaku. Aku tidak ingin dia berpikr macam-macam."


"Tapi, dengan ucapanmu tadi dia akan berpikir kau sudah berubah."


"Itu yang aku harapkan." Tersenyum. "Aku berharap dia melihatku sebagai laki-laki Brengsek. Dengan begitu aku bisa menjalani hidup yang lebih tenang."


"Kau sungguh mencintainya? Sampai kau rela melakukan ini."


"Tentu saja. Mungkin cinta kita berdua untuknya sama besar, tetapi takdir tidak berpihak padaku. Takdir lebih memilihmu, aku bisa apa selain pasrah?"


"Haaaah ...." Memejamkan mata. "Aku menyesal kita bertemu dalam situasi yang seperti ini, tetapi aku juga bersyukur karena bisa mengenalmu." Mengeluarkan kartu nama. "Kau bisa menghubungiku. Kapan pun kau butuh bantuanku, aku akan membantumu."

__ADS_1


Mengambil kartu itu. "Terima kasih." Langsung menyimpan di dompetnya. "Mungkin aku akan menyusahkanmu dengan meminta banyak bantuan darimu." Tertawa kecil.


"Kapan pun." Dika tersenyum.


Dika tahu, sangat berat jika dia ada di posisi Agra. Namun, jalan inilah yang akan mendewasakannya.


Beberapa saat kemudian Kinara kembali dari toilet. Matanya sembab. Dika tidak marah, meskipun mengetahui jika Kinara menangis di toilet. Wanita memang lebih perasa. Mungkin Kinara masih merasa bersalah.


Nathan melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya lalu berucap, "Tuan, sudah saatnya."


"Baiklah." Agra bangun dari kursi. "Aku harus pergi. Gadis-gadis cantik sudah menungguku." Mengulurkan tangan pada Dika.


Semoga hari-harimu lebih banyak diisi tawa. Kau lelaki hebat. Terima kasih, berkatmu aku bisa berubah menjadi suami yang baik untuk Kinara, batin Dika.


Menerima uluran tangan Agra. "Jaga kesehatanmu. Semoga di sana kau bisa menemukan apa yang kau cari."


"Aamiin." Tersenyum. Beralih melirik Kinara. "Aku pergi, yah. Kau harus jaga dirimu dengan baik, semoga semua hal berjalan sesuai rencana. Sesekali aku akan mengubungi suamimu, aku ingin tahu setampan apa wajah putramu."


Kinara tidak menjawab. Dia hanya menganggukan kepala sembari mengigit bibir bawahnya.


Agra menatap Kinara untuk waktu yang lama. Ketika kelopak matanya mulai basah dia segera memalingkan wajahnya. Menyeka kasar sudut matanya agar air mata tidak tumpah.


Semoga kau dan putramu dilimpahkan kesehatan dan keselamatan. Semoga kau selalu hidup bahagia. Aku akan terus mengingatmu, sebagai perjalanan hidupku yang paling berharga. Aku pergi, Kinara, batin Agra.


Agra melambaikan tangan, menatap Dika dan Kinata secara bergantian lalu berbalik bedan. Memperlihatkan punggungnya yang lebar. Di punggung laki-laki itulah Kinara pernah membagi dukanya, tetapi dia harus pergi. Demi kebaikan bersama.


Aku akan menyebut namamu dalam do'aku. Semoga kau mendapatkan wanita yang ribuan kali lebih baik dari aku. Semoga kau selalu dilindungi Tuhan. Berbagialah di tempat barumu, batin Kinara.


"Ayo kita pulang, Sayang." Menggandeng tangan Kinara. "Kepergian dua orang yang pernah ada di hidup kita biarlah menjadi awal kebahagiaan kita berdua."


Kinara tersenyum. Entahlah saat ini dia tidak bisa berkata-kata.


Bersambung....


.


.


Yuk, Bang. Ke rumah emak aja. Ngapain sih jauh2 ke Prancis, udah tau ada Corona malah nekad ke sana 🤐🙄


.


.

__ADS_1


Mana jempolnya, LIKE tiap babnya. KOMENTAR positifnya, VOTE dan KOINNYA. Untuk itu semua, kalian luar biasa.


__ADS_2