Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Penampilan


__ADS_3

🌸Apakah manusia bisa memilih takdir seperti apa yang harus dijalani?


Bisakah aku juga memilih takdir lain?


Tuhan, perpisahan dengan ayahku saja sudah membuat dadaku terasa sesak.


Dan hari ini Engkau memintaku kembali merasakan sakit yang sama🌸


Mobil terus melaju menembus jalanan Desa yang belum sepenuhnya tersentuh aspal, ada beberapa bagian yang masih menggunakan batu kerikil dan berlubang. Sehingga menimbulkan bunyi yang cukup mengganggu ketika kerikil itu beradu dengan ban mobil. Kinar menyandarkan tubuhnya, memalingkan wajah dan memandang jalanan yang ia lewati.


Mobil terus melaju meninggalkan Desa yang memiliki banyak kenangan bagi Kinar, tempat kelahiran Kinar, tempat ia dibesarkan penuh cinta kasih. Tempat yang akan selalu menjadi yang teristimewa dihatinya.


Kini mobil bergerak melewati beberapa bangunan mewah dan menjulang tinggi seperti ingin menyentuh permukaan langit.


Mobil terus melaju menembus hiruk pikuk jalanan kota. Gegap gempita mulai terlihat di sana sini jalanan kota.


Matahari mulai merangkak naik, kini cahayanya berada di puncak langit. Menyilaukan pandangan mata Kinar. Kinar sedikit memicingkan mata ketika cahaya matahari memantul menembus kaca mobil. Ken yang melihat reaksi Kinar mengambil inisiatif untuk menawarkan kacamata


“Nyonya butuh kacamata?”


“Tidak perlu Ken, apa perjalanan kita masih jauh?” Kinar merasa dirinya sudah cukup lama berada di dalam mobil, tetapi mobil terus melaju, tidak ada tanda-tanda akan berhenti.


“Masih lumayan jauh Nyonya, jika tidak terjebak macet kemungkinan sekitar dua jam lagi kita akan sampai” Ken menjelaskan dengan sopan


Dua jam lagi? Sebenarnya kemana Ken akan membawaku?


“Baiklah Ken, bisakah aku tidur dulu?” Kinar menutup mulutnya yang mulai menguap.


“Tentu saja Nyonya, nanti kalau sudah sampai saya akan bangunkan Nyonya” Jawab Ken sopan, ia tetap fokus menyetir.


Tak membutuhkan waktu lama Kinar sudah terlelap.


Beberapa saat kemudian.


Ckiiit !!


Kinar terbangun ketika merasakan tubuhnya berguncang.


“Apa sudah sampai?” Kinar mengerjapkan mata beberapa kali, lalu melakukan gerakkan menggelengkan kepala untuk mengembalikan kesadrannya.

__ADS_1


“Sebentar lagi Nyonya, tapi Nyonya harus membersihkan wajah terlebih dahulu dan memakai pakaian yang sudah disiapkan Tuan”


Tunggu, maksudmu aku harus berdandan sesuai perintahnya? Yang benar saja, bahkan ayahku tidak bisa mengatur caraku berpakaian. Memangnya dia siapa? berani mengatur caraku berpakaian.


Apa aku harus menuruti perintah laki-laki yang bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun, ketika pergi dari rumahku hari itu. mimpi, aku tidak akan menurutinya.


“Ada apa dengan pakaian yang aku kenakan Ken? Ini masih bagus dan layak, untuk apa aku harus memakai apa yang diminta Tuanmu” Kinar selalu hidup sesuai caranya, apa yang Kinar suka itu yang akan dia jalani, dan apa yang Kinar tidak suka, maka tak ada seorang pun yang bisa memaksanya.


“Tolong jangan menyusahkan saya Nyonya, Tuan akan marah jika saya tidak bisa mengurus hal kecil seperti ini, saya mohon Nyonya, kenakan apa yang Tuan minta” nampak kecemasan terlihat jelas di wajah Ken.


Hah? Mengatur cara berpakaian seseorang merupakan hal kecil? Ayolah, selama hidupku tidak ada yang bisa mengatur bagiamana caraku berpakaian.


Sebenarnya Kinar enggan menuruti perintah Dika, tetapi melihat ekspresi wajah Ken akhirnya Kinar memilih mengalah.


“Tapi ini pusat perbelanjaan, di mana aku harus berganti pakaian?”


Yang benar saja, mana ada Mall yang membiarkan seseorang membawa pakaian dari luar dan mencobanya di dalam. Itu sama saja seperti sebuah penghinaan. Pikir kinar


“Tidak masalah Nyonya, ini salah satu Mall milik Tuan, mari ikuti saya” Ken turun dari mobil, membuka pintu mobil dan meminta Kinar untuk mengekor di belakangnya.


Mall ini miliknya? Sekaya apa dia?


“Selamat datang Tuan Ken”


Beberapa Karyawan mall berlarian menyambut Ken dan membungkukkan tubuh seraya memberinya hormat.


Bahkan Ken saja di hormati sampai seperti ini, lalu bagaimana dengan dia?


Ken meminta salah satu SPG untuk mengantar Kinar menuju ruang ganti VVIP.


Kinar mengikuti SPG itu, ia berhenti di depan ruangan yang berukuran cukup besar.


“Silakan, Nyonya bisa berganti pakaian di sini” Ia mempersilakan dengan sopan, Kinar membuka pintu dan mendapati ruang ganti pakaian yang sangat mewah.


Haah.. untuk kesekian kalinya Kinar menghela nafas panjang. Ia menyandarkan tubuhnya di atas kursi yang sangat nyaman, jauh berbeda dengan kursi berbahan dasar plastik yang ada di rumahnya. Sepersekian detik Kinar membuka kantung yang diberikan Ken padanya.


Cekkk. Kinar berdecak ketika melihat isi di dalam kantung itu adalah sebuah gaun, Ya, tidak ada yang salah dengan gaun, hanya saja Kinar tidak suka menggunakan gaun. Ia lebih suka menggunakan celana jeans dengan kaus longgar. Itu terasa nyaman ketika ia kenakan.


Sudahlah, aku benar-benar tidak ingin berdebat dengan Ken.

__ADS_1


Kinar segera memakai gaun yang di berikan Dika.


Kinar membuka tas kecil yang ia kenakan, mengeluarkan bedak dan liptint dari dalam tas itu, membuka bedak itu dan mengenakan tipis ke wajahnya, tak lupa ia mengoles liptint berwarna nude ke bibirnya.


Kinar memang di kenal tidak suka berdandan. Ia tidak seperti kebanyakkan gadis lainnya.


Meski wajahnya jarang tersentuh make up, tetapi tidak bisa di pungkiri jika wajah Kinar benar-benar terlihat cantik. Kinar membereskan barang-barangnya, bergegas ke luar dari ruang ganti.


“Ayo Ken, aku sudah memakai apa yang tuanmu minta” Kinar meminta Ken untuk segera meninggalkan Mall itu, namun lagi-lagi Ken mengeluarkan kalimat yang terdengar menjengkelkan.


“Maafkan saya Nyonya, tapi Nyonya harus mengganti sepatu yg Nyonya kenakan. Karena Tuan belum tahu ukuran kaki Nyonya, Tuan meminta Nyonya memilih langsung Hight Heels yang sesuai dengan gaun yang Nyonya kenakan” Ken menjelaskan sopan, Ken mengerti jika wanita yang berada di depannya benar-benar merasa lelah, tetapi Ken tidak bisa berbuat apa pun. Ia hanya mengikuti perintah tuannya.


Oh Tuhan, berikan aku stok sabar yang melimpah.


Haaah.. entah sudah berapa kali Kinar menghela nafas.


“Baiklah, pilihkan apapun yang cocok dengan gaun ini. No 37” tanpa basa-basi Kinar meminta salah seorang SPG untuk mencarikan hight heels yg sesuai dengan baju yang ia kenakan.


Tak berapa lama SPG itu kembali dengan membawa beberapa kotak berisi sepasang hihgt heels, Kinar mencoba hight heels satu persatu, pilihannya jatuh pada hight heels berwarna senada dengan gaun yang ia kenakan.


“Apa ini sudah cukup Ken? Atau masih ada lagi permintaan tuanmu?” Kinar benar-benar lelah, ia hanya bisa mengeluh di dalam hati.


Apa pun yang terjadi, ini adalah takdir yang harus Kinar jalani.


“Tidak ada Nyonya, hanya ini” Ken mengangguk sopan.


Ken dan Kinar melangkah keluar menjauh dari Mall itu, keduanya kembali menghilang di balik pintu mobil.


\=\=\=> Bersambung đź’•đź’•


Jangan lupa klik Like đź–’


Klik Favorit ❤


Tinggalkan komentar đź’¬


Beri tip dan vote


🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2