Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Keberadaan Carissa


__ADS_3

“Saya serius, Nyonya! Jangan mengatakan hal itu lagi!” Ken mempertegas kalimat peringatan itu. Malah terdengar seperti kalimat ancaman.


Apa sih, Ken? Memangnya ada apa?


“Anda mengerti maksud saya, Nyonya?” Ken masih memimpin jalan diikuti Kinara yang mengekor dari belakang.


“Hmmmm...” Kinara hanya berdehem, sudah cukup. Itu artinya dia mengerti.


“Ken.” Kinara menundukkan kepala, berhenti sejenak.


Karena jarak dari ruang keluarga ke kamarnya cukup jauh, sampai melewati beberapa ruang termasuk dapur yang berdempetan dengan ruang makan.


Sepertinya Dika benar-benar mengasingkan keberadaan Kinara.


Ken menghentikan langkahnya. “Ada apa. Nyonya? Sebaiknya anda segera masuk ke dalam kamar.”


"Aku tahu, Ken. Hanya saja, ada beberapa hal yang mengganjal di hatiku. Bisakah kau menjawab beberapa pertanyaanku?”


Ken melenguh panjang, selama bekerja dengan Dika dia paham watak tuannya. Tidak suka dibantah adalah salah satu yang harus dipatuhi seluruh penghuni mansion ini.


Tak terkecuali dirinya.


“Apa nyonya lapar?” Ken menggerakkan kepala, menunjuk ruang makan.


Lapar? Aku tidak lapar, Ken. Aku ingin bertanya padamu bukan makan. pikirnya.


Nampaknya Kinara tidak mengerti maksud dari kalimat Ken. Sekali lagi Ken memberi isyarat,


dia menggerakkan kedua bola matanya menunjuk ruang makan.


Kinara mengerti, setiap tindakan yang Kinara ambil harus ada alasan untuk melindungi dirinya dan juga orang lain, termasuk Ken.


“Ah, iya, aku lapar.” Kinara melangkah mendekati meja makan. Dia sudah memantapkan hati dan menyiapkan beberapa daftar pertanyaan untuk diajukan kepada Ken.


“Ken, di mana Carissa?” sudah duduk di salah satu kursi, berhadapan langsung dengan Ken. Tentu jarak keduanya cukup jauh.


“Uhuk.. ehm...” Ken sampai terbatuk, tidak menyangka jika hal yang mengganjal pikiran Kinara adalah tentang Carissa. “Apakah hal ini yang sedari tadi membuat anda risau, Nyonya?” Ken menebak, Kinara mengangguk pelan.


“Katakan, Ken. Di mana Carissa? Mengapa Dika dan Carissa harus berpisah jika mereka saling mencintai?” menggigit bibirnya. “Bukankah aku terlihat seperti orang ketiga di antara mereka?


Aku tak ubahnya wanita yang memasuki rumah yang telah bertuan, kedatanganku tidak diharapkan." menatap nanar, kedua bola mata mereka beradu. Segera Ken menundukkan kepala.


"Jawab, Ken." suaranya terdengar parau di antara tarikan napas yang mulai tak beraturan.


“Haaah...” entah sampai kapan Ken akan menarik napas panjang, ini baru pertanyaan pertama. Masih ada sesi selanjutnya.


Ken menyeruput secangkir teh yang dia buat sendiri di dapur,


matanya mulai menerawang jauh. Lalu perlahan dia membuka mulutnya, menjawab pertanyaan Kinara dalam satu kali tarikan napas.


"Nona Carissa, dia sedang menempuh pendidikan seni musik di Inggris.”


“Ah, piano?” Kinara memainkan jarinya di atas meja makan, memperagakan gerakan bermain piano. “Jadi maksudmu ruang musik yang tidak boleh aku masuki adalah miliknya?” tersenyum getir.

__ADS_1


Ken hanya mengangguk.


Ada berapa banyak milikmu di mansion ini, Carissa? Selain memiliki hati suamiku ternyata kau juga memiliki ruangan penting di mansion ini.


Yang bahkan tubuhku ini dilarang memasukinya.


“Selain kamar utama dan ruang musik, ada berapa ruang lagi yang tidak boleh aku masuki, Ken?” mengeratkan jari jemarinya. “Setidaknya aku harus mempersiapkan mentalku untuk menjaga jarak dari ruangan-ruangan itu.” memaksakan diri untuk tetap tersenyum.


“Apa termasuk ruang kerjanya?” Kinara ingat waktu itu Ken ngotot melarang Kinara, ketika dia ingin menemui Dika di ruang kerjanya.


“Benar, Nyonya.”


Kinara menengadahkan kepala, air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya mulai surut. “Apa aku terlihat menyedihkan di matamu, Ken?”


“Tidak, Nyonya.”


“Lalu, kenapa mereka tidak menikah, Ken? Kenapa harus berpisah?”


“Selain menempuh pendidikan di Inggris, Nona juga menjalani pengobatan. Dia menderita penyakit jantung bawaan sejak lahir." Ken tertunduk, ada kesedihan di raut wajah Ken. Tercetak jelas di sana.


"Itulah mengapa tuan muda mengijinkan nona untuk


tinggal di Inggris.


Sebenarnya mereka sudah merencanakan pernikahan, segera setelah nona Carissa kembali mereka akan menikah.


Tetapi tuan besar sangat menyukai sikap ayah anda sejak mereka masih duduk di bangku SMA,


Akhirnya mereka memutuskan untuk mengubah persahabatan itu menjadi ikatan persaudaraan."


Yah,


Seperti itulah takdir Tuhan mempertemukan kalian. Diikat dalam ikatan pernikahan yang saling mennyakiti.


Tapi percayalah, Nyonya. Apa yang diberikan Tuhan kepadamu adalah yang terbaik untukmu."


Deg....


Jadi aku sedang memasuki ruangan gelap tanpa ujung? Hanya karena merebut tempat seorang wanita pesakitan? Kejam sekali kau Kinara.


“A..aku...” Kinara tidak tahu harus mengasihani dirinya sendiri yang menikah dengan laki-laki egois seperti Dika, atau seorang gadis yang dicintai suaminya yang juga sama tidak beruntungnya.


“Tidak perlu memaksakan diri untuk menanggapi apa pun, Nyonya. Jika tidak ada pertanyaan lagi, mari saya antar anda ke kamar.”


“Satu lagi, Ken. Hanya satu lagi.” Ken hanya mengangguk, tentu saja artinya boleh. Sebenarnya ada begitu banyak pertanyaan yang sudah Kinara susun di otaknya, memorinya cukup baik ketika mengingat daftar belanjaan apalagi sekadar bertanya tentang seorang gadis yang dicintai suaminya.


Tetapi semua pertanyaan itu kabur begitu saja ketika Kinara mendengar keadaan Carissa,


si gadis pesakitan yang menjadi tersangka kedua setelah Dika.


“Kapan dia kembali, Ken?” bukankah Kinara harus mengembalikan tempatnya? Tidak seharusnya dia ada di sini 'kan?


“Untuk hal itu saya benar-benar tidak tahu, Nyonya.” meletakan cangkir teh. “Sepertinya tuan muda yang lebih tahu, anda bisa bertanya langsung pada tuan.”

__ADS_1


Apa kau pikir laki-laki gila itu akan menjawabnya, Ken? Dia bahkan menyeret aku ke dalam kamarnya hanya karena cemburu buta.


"Untuk apa nyonya bertanya kapan nona Carissa kembali?"


"Untuk mengembalikan tempatnya, Ken. Ini bukan tempatku,


aku yang salah karena merebut tempatnya."


"Ini tempat anda, Nyonya. Sejak anda menjadi istri tuan muda, semua ini milik anda.


Ikatan suci di antara kalian berdua tidak bisa diputuskan hanya karena perasaan bersalah.


Kuatkan hatimu, nyonya.


Anda tidak perlu pergi dari tempat ini. Tidak ada yang perlu dikembalikan,


Jika memang ada biarkan tangan Tuhan yang bekerja."


“Terima kasih, Ken.” tetapi ini memang miliknya. pernikahan ini tidak lebih dari status yang membuat aku dan Dika terpenjara di dalam neraka.


Kinara bangun, dan pergi menuju kamar diikuti Ken dari belakang.


Begitu sampai di dalam kamar, Kinara berbaring di ranjang kecilnya. Biarlah, meski kecil tetapi lebih baik daripada harus tidur satu kamar dengannya. Pikir Kiara.


Apa aku terlihat begitu hina di matamu, Dika? aku yang hanya memegang tugas dan amanat ayahku ini haruskah mengalami penderitaan sekian rupa? silih berganti seperti musim.


"Apakah sekarang aku yang terlihat egois? Apakah aku harus melepas ikatan suci ini? Mengembalikan semuanya kepada Carissa, hiks....."


Kinara sesenggukan, air mata yang dia tahan ketika berhadapan dengan Ken pada akhirnya jatuh juga.


"Aku harus apa, Tuhan?


Jika aku berpisah darinya? Apa yang harus aku katakan kepada ibukku? Aku bahkan terlalu malu untuk pulang. Jika aku mengatakan keadaan yang sebenarnya, ibu akan merasa sangat bersalah.


Karena ibu juga yang menyetujui pernikahan terkutuk ini, hiks.." memukul dadanya.


"Aku hanya tidak ingin membebaninya, belum sempat aku membalas kasih sayangnya.


Haruskah aku pulang dengan membawa kabar perceraian.


Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?"


\=\=\=\=> Bersambung......


Tinggalkan jejak cinta kalian.


klik LIKE, FAVORIT, RATE BINTANG 5, KOMENTAR POSITIF, DAN VOTE YANG BANYAK ❤️


Jangan lupa mampir di novel \=\=>Reinkarnasi Dua Bintang karya AGUS PRIATNA ❤️


Selama bulan puasa ini author akan berusaha tetap update.


mohon dimaklumi jika ada keterlambatan 🙏

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan, semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin ❤️😊


__ADS_2