Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Ibra Raffasya Mahendra


__ADS_3

Dika sedang mondar mandir di depan ruang operasi. Selama beberapa hari terakhir keduanya sudah berusaha sebaik mungkin. Tidak pernah putus harapan dan selalu berdo’a, tetapi pada akhirnya jalan operasi sesar harus ditempuh Kinara.


Dika tidak pernah berpikir macam-macam tentang bagaimana anaknya harus keluar. Sesar maupun normal sama saja baginya. Di mata Dika, istrinya tetap wanita terbaik. Yang paling penting keduanya bisa selamat. Satu-satunya yang membuat hatinya sedih dan sangat dia sesali adalah karena kelakuan bodohnya dahulu Kinara harus menanggung semuanya sendiri.


“Duduklah, Nak. Mondar-mandir begitu juga tidak ada untungnya.” Mirna menunjuk kursi di sampingnya. Amanda sedari tadi tidak berhenti berdo’a. Ken dan Marta pun sama. Semuanya berharap operasi berjalan lancar, ibu dan anaknya selamat.


“Duduk, Dika! Kau mirip setrikaan saja!” Marta menggerutu. Dika tidak bisa diajak bicara. Disuruh duduk malah gerakkan kaki ke kiri dan kanannya semakin cepat. “Kau juga dulu keluar dengan cara yang sama.”


Dika berhenti. Mendekati Marta. “Jadi aku juga lahir dengan operasi sesar?”


“Iya, Mamah ‘kan pernah cerita padamu. Kau terlalu besar sampai tidak bisa dikeluarkan dari tempat semestinya.”


“Tapi saat itu Papah juga sangat panik, ‘kan?”


“Entahlah. Yang pasti dia menangis setelah masuk ke ruangan.”


“Aku takut terjadi sesuatu pada Kinara,” ucap Dika dengan wajah cemas. Tak bisa dipungkiri hatinya belum tenang sampai dokter keluar dan memberi kabar baik.


“Tenang saja. Rumah sakit kita punya dokter terbaik. Serahkan saja semuanya pada mereka. Kau hanya membuat Mamah pusing. Sekarang kau duduk dan berdo’a.”


Bukan Dika namanya jika menurut. Dia mondar-mandir lagi dengan mulut komat kamit. Dia terus menatap lampu di ruangan operasi yang masih menyala. Tandanya operasi masih berlangsung.


“Operasi begitu saja lama sekali! Untuk apa aku menggaji mereka mahal-mahal! Besok kita pecat saja semua dokter. Kita cari dokter baru.”


Amanda menatap Ken dengan sorot mata bertanya.


“Bukan Bossku. Sumpah.” Mengangkat kedua jarinya. Sempat-sempatnya mereka bergurau.


“Pokoknya besok kupecat mereka!”


“Kau ini benar-benar!” Marta memijat keningnya. “Apa kau lupa jika Rumah Sakit ini milik Mamah. Jangan seenaknya begitu.”


Aku sampai lupa kalau ini milik Mamah, batin Dika.


“Duduklah, Mas Dika. Kak Kinar adalah wanita yang kuat. Manda yakin semuanya akan berjalan lancar. Kalau terus mondar-mandir begitu Mas Dika semakin panik,” ucap Amanda mencoba menenangkan kakak iparnya.


Sepertinya Dika memang tidak peduli apa pun. Tidak ada satu pun ucapan yang dia dengar. Terserahlah. Sesuka hatinya saja. Akhirnya lampu di pintu ruang operasi redup. Pertanda operasi telah usai. Samar-samar tangisan bayi pun mulai terdengar. Dokter Amel keluar dari dalam ruangan. Di wajahnya terlukis senyum bahagia. Dia selalu bahagia setiap kali melakukan tugasnya sebagai seorang dokter. Namun, kali ini sedikit berbeda karena dia baru saja membantu persalinan putra pewaris seluruh aset keluarga Mahendra.


Dika berhambur mendekati dokter Amel. “Bagaimana? Apa Kinara selamat? Putraku bagaimana?” Dika langsung memberondong pertanyaan.


Yang lain pun tak mau kalah. Satu per satu orang yang menunggu menghampiri dokter Amel.


“Amel, menantu dan cucuku baik-baik saja ‘kan?” tanya Marta.


“Anu, mereka berdua selamat ‘kan?” Dan ini Ibu Kinara yang bertanya.


“Bagaimana keadaan kakak dan keponakanku?” Sekarang Amanda yang bertanya.


Alis dokter Amel bertaut. “Kenapa? Kau juga mau bertanya?” menatap tajam ke arah Ken.

__ADS_1


Ken menutup rapat mulutnya. Dia tahu itu adalah peringatan dari dokter Amel agar dirinya tidak banyak bertanya.


“Amel!” Dika mengguncang tubuh dokter Amel.


“Sabar. Jangan memberondong pertanyaan begini. Keduanya selamat. Nyonya telah berhasil berjuang dan sekarang dalam keadaan baik-baik saja. Putra Anda juga lahir dengan selamat. Tidak kurang suatu apa pun. Dan dia sangat tampan.” Berdecak kagum.


“Aku boleh masuk?” tanya Dika. baru mendengar cerita dokter Amel saja sudah membuat dada Dika berdesir. Matanya sudah berkaca-kaca. Dia tidak sabar ingin mendekap mesra Kinara, mengecup kening dan bibir merahnya. Dia sudah berjuang keras untuk melahirkan putranya ke dunia.


“Tentu saja boleh, Tuan Muda.”


Dika masuk ke dalam ruangan. Dia sudah disambut dengan Kinara yang tersenyum bahagia, wajah lelahnya tertutupi dengan perasaan haru.


“Sayang.” Dika berhambur. Memeluk mesra istrinya. Dia mengusap wajah lelah Kinara dengan kedua telapak tangan. Bibirnya bergerak mengecup kening Kinara dan berbisik di telinganya, “Terima kasih, Sayang. Kau adalah istri terbaik.”


“Tuan Muda. Ini putra Anda,” ucap salah seorang perawat yang sedang menggendong bayi baru lahir.


Tanpa menunggu lama Dika langsung menyambar. Menggendong dan mendekap putranya dengan penuh cinta. Dia mendekatkan bibirnya di telinga si kecil lalu mengadzankan dengan suara bergetar. Kinara menangis haru, tanpa sadar air matanya jatuh. Kebahagiaan ini tidak bisa dibeli dengan apa pun juga.


“Sayang, ini Ayah. Selamat datang di dunia putraku Ibra Raffasya Mahendra. Semoga kau menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tua. Kau tidak perlu pandai dalam segala hal seperti Ayahmu, kau hanya perlu menjadi manusia yang berakhlak baik dan berguna bagi sesama. Kau harus menjadi laki-laki yang lebih baik dariku, Nak.”


Dika berjalan mendekati Kinara sembari menggendong putranya. “Berikan padaku, Mas. Aku ingin memeluknya,” ucap Kinara dengan mata berkaca-kaca.


Dika tersenyum.


“Ini Bunda, Sayang.” Mengecupi wajah putranya. Mendekatkan ke pelukan Kinara.


***


Sepersekian menit. “Masuklah!”


Nathan masuk ke dalam ruangan yang terasa lebih dingin dari biasanya. Mungkin dia terlalu gugup dengan kabar yang akan dibawanya.


“Bagaiamana?” tanya Agra langsung ke inti.


“Laki-laki, Tuan Muda. Lahir dengan operasi sesar. Mereka memberi nama putra mereka dengan Ibra Raffasya Mahendra. Lahir pukul ... dengan berat badan ....” Nathan menjelaskan semua informasi dengan rinci tanpa melewatkan satu kata pun.


“Ibra Raffasya Mahendra.” Agra tersenyum tipis. Berakhir sudah. Apalagi yang bisa dia harapkan dari seorang wanita yang memiliki suami yang mencintainya dan seorang putra. Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk Agra mengundurkan diri dari kehidupan Kinara dan Dika.


“Kau boleh keluar.”


Nathan bergeming. Dia tidak tahu harus mulai dari mana, tetapi ada yang harus dia sampaikan.


“Kenapa?”


“Begini, Tuan Muda.” Merogoh kantung celananya. Nathan meremas selembar surat dari Allen.


“Apa lagi? Kau tahu aku tidak suka menunggu.”


Nathan memberanikan diri berjalan mendekat. “Ini, Tuan.” Meletakan surat itu di atas meja.

__ADS_1


Sudut alis Agra terangkat. “Dari Allen lagi?”


“Benar, Tuan.”


“Buang! Aku tidak berniat menerimanya. Apalagi sampai membaca.”


“Tapi, Tuan. Mungkin ini hanya surat permintaan maaf.”


Kelopak mata Agra terangkat. Nathan langsung menunduk takut. “Baik. Saya akan membuangnya.” Meraih kembali surat dari Allen dan pamit undur diri.


Agra memutar tubuhnya. Menghadap tembok. mendongakkan kepalanya lalu berucap, “Selamat tinggal Kinara.”


Season 1 Takdir Cinta Kinara -End-


Pesan singkat.


Segala sesuau yang kita inginkan belum tentu bisa kita dapatkan. Sekeras dan sekuat apa pun kita berusaha, jika Tuhan berkehendak lain. Kita hanya bisa pasrah. Ingat! Yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut-Nya. Sedangkan yang menurut-Nya baik, sudah pasti baik untuk kita.


Arti nama anak DiKi.


IBRA (Diambil dari Ibrahim yang berarti 'Penguasa yang baik')


RAFFASYA (Tempat tertinggi)


MAHENDRA (Nama besar bapaknya lah 🤣 yang berarti Raja para dewa dalam bahasa sanskerta)


Jadi Ibra Raffasya Mahendra (Pemimpin yang baik hati dan berkuasa.)


Emak nggak sabar pengen liat gedenya dirimu, Nak. Jari jemari udah gatel pengen menorehkan kata2 tentang seorang Ibra yang lahir dari Sikap dingin ayahnya dan sikap pantang menyerah ibunya)


Bonus pict.


Ibra (5tahun)



Terima kasih telah menemani perjalanan panjang Kinara dan Dika. Sudah sabar untuk mengikuti alurnya, mengerti hakikat jodoh yang sebenarnya. Akhirnya emak bisa menyelesaikan TCK. Walaupun sebelumnya terjadi sedikit masalah. You know lah 🤣


.


.


Terima kasih juga atas dukungan, LIKE, KOMENTAR, VOTE, BAHKAN KOIN. Kalian sungguh luar biasa ❤️


Kalau ada pertanyaan seputar TCK. Kalian bisa DM ke emak di IG. Dan jangan di unfav dulu, karena mungkin emak bakal lanjutin ke season 2 tentang kisah Agra manusia kutub yang angkuh dan Allen gadis arogan yang sudah taubat.


.


.

__ADS_1


Untuk info kapan season 2 rilis, kalian bisa follow igeh emak @roseelily16 nanti emak share di sana. Sekali lagi emak ucapkan terima kasih telah memilih TCK sebagai bacaan kalian 😘❤️


__ADS_2