Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Prasangka Buruk


__ADS_3

“Dengan siapa?” Dika berusaha bertanya setenang mungkin, meski amarah di hatinya bak lelehan lahar yang siap menyembur.


“Eh? Teman.” Jawab Kinara hati-hati. “Ada apa?” mencoba memberanikan diri untuk bertanya.


“Hahaha... kau baru satu bulan kuliah di tempat itu, Kinara. Kau bahkan masuk ke kampus Royal dengan status mahasiswi yang mendapatkan beasiswa.” Dika mengubah posisi tubuhnya.


"Kau pikir ada berapa banyak orang yang mau berteman dengan mahasiswi beasiswa sepertimu?” Dika melempar majalah tebal itu ke atas meja.


Kinara terkejut, otaknya mulai bisa diajak bekerja sama. Meski pertanyaan tentang sikap Dika yang terkesan aneh menggelayut manja di hatinya, tetapi Kinara harus tetap berbicara setenang mungkin.


“Dunia ini tidak selalu diisi oleh orang-orang picik, Dika.


Orang-orang yang sedikit-sedikit membawa kasta, membedakan golongan manusia sesuai harta yang dimiliki. Masih banyak orang-orang yang peduli dengan ketulusan, mungkin aku beruntung karena bertemu dengan orang yang masih menjunjung tinggi ketulusan. Bukan melulu soal harta dan tahta.”


Kinara menundukkan kepalanya, terlihat seperti posisi sempurna untuk mengheningkan cipta.


Dunia memang kejam, tetapi memiliki Alisa dan Agra sebagai teman adalah sebuah anugerah yang patut Kinara syukuri.


Ketulusan? Apa kau terlalu bodoh? Atau sedang berpura-pura bodoh? Jelas sekali laki-laki itu jatuh hati padamu. Ada niat terselubung dibalik sikap sok tulusnya itu, masa kau tidak bisa membedakan.


Dika membatin begitu mendengar jawaban dari mulut Kinara.


“Klise sekali alasanmu, Kinara. Kau pikir aku buta? Sampai tidak tahu niat busukmu?” Dika mulai menaikkan volume suaranya.


Kinara terperanjat ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Dika.


“Apa maksudmu, Dika?” masih berusaha bersikap tenang.


“Agra Grissham, putra tunggal keluarga Grissham, pewaris seluruh aset keluarga Grissham dan anak dari pemilik kampus termewah dan terbesar.” Seketika raut wajah Dika berubah merah padam, lebih menakutkan dari terakhir kali Kinara berdebat dengannya tentang peraturan pernikahan yang tidak masuk akal itu.


Entah mengapa, setiap kali menyebut nama Agra hatinya seperti dipenuhi keinginan untuk membunuh.


“Kau membuntuti aku, Dika?” Kinara tetap tenang, tetap merendahkan suaranya.


Dia suamiku, dia suamiku. Aku harus menghormatinya, harus, harus.

__ADS_1


Kinara berusaha mengingatkan status Dika sebagai suaminya.


"Itu tidak penting, Kinara.” Dika menggeram. "Aku bisa melakukan apa pun padamu, termasuk mengetahui semua kegiatanmu." Dika menatap tajam,


tajam sekali sampai Kinara harus melarikan pandangannya seperti seorang pengecut yang ketakutan.


Kehabisan nyalinya sampai mencapai titik terendah.


Kenapa? kenapa harus memperhatikan aku yang tidak berarti ini? Kenapa harus mengetahui segala kegiatanku? Kenapa, Dika?


“Apa yang kau berikan pada laki-laki itu? Pipimu? Bibirmu? Atau tubuhmu?” Dika menghakimi tanpa mengetahui kebenaran yang ada.


Kinara terdiam, menundukkan kepalanya. Air mata mengalir deras, terlalu deras sampai tidak terbendung lagi. Tubuhnya bergetar, hatinya sakit bukan main. Kinara mengepalakan kedua tangannya, tidak peduli ketika kuku-kuku panjangnya menusuk telapak tangannya. Kinara ingin berteriak, ingin memaki, tetapi apa daya. Tubuhnya bahkan kehilangan kekuatan, seluruh persendiannya terasa sakit, tulang-tulang di tubuhnya seperti di lolos paksa. Peghinaan yang dilayangkan suaminya jelas lebih sakit dari apa pun.


“Hahaha... kau bahkan tidak bisa berkata apa pun, jadi yang manakah dari bagian tubuhmu yang kau berikan pada Agra Grissham?” Dika mengepalkan tangannya.


“Naikkan kepalamu, Kinara. Kau benar-benar wanita yang luar biasa, apakah pewaris kekayaan keluarga Mahendra belum cukup untukmu? Kau sampai rela merayu laki-laki lain, hah!!" Agra melempar kasar bantal kursi yang ada di sampingnya dan mengenai bahu Kinara.


Apa maksudmu, Dika? Sabar, sabar, Tuhan..... sakit sekali...hiksss...


Kinara hanya bisa membatin, hanya itu langkah aman yang bisa dia ambil.


Ciiih....


ternyata aku menikahi wanita gampangan.” Dika mendengus, memalingkan wajahnya.


“Cu...kup, Dika. Hikkks...” Kinara menaikkan kepalanya, menyapu air mata dengan punggung tangannya. “Se...serendah itukah aku di matamu, Dika? Apakah aku tidak memiliki arti sedikit pun di hatimu? Jika bukan sebagai istrimu, setidaknya anggaplah aku sebagai wanita yang memiliki hati yang lemah. Hikksss...” Kinara menangis, tersedu-sedu, suaranya timbul hilang, tenggorokannya tercekat, napasnya tersengal.


“Ciiih... Kau masih berlagak suci di depanku, Kinara? Aku tidak suka barang bekas, menjijikan.” Dika memalingkan wajahnya, menatap penuh merendahkan.


“Dika Mahendra, aku ini manusia bukan batu, aku juga punya hati dan perasaan. Hiksss...” Kinara memukul tangannya ke bagian dada, mencoba menghilangkan rasa sakit yang merayapi hatinya.


Sakit sekali, Tuhan. Sakiiiiit....


“Tega sekali kau merendahkan harga diriku sampai ke dasar, hiksss...” Kinara mencengkram kuat bajunya.

__ADS_1


“Hentikan dramamu, jangan buang-buang air mata buayamu. Pergilah, aku jijik melihatmu.” Dika bangkit dari kursi. “Wanita baik-baik, ciiih... menjijikan.”


“Tunggu, Dika. Aku ingin mengatakan satu hal padamu, dengarkan baik-baik.” Kinar berdiri.


“Perlakuanmu padaku hari ini, akan kau sesali seumur hidupmu. Kau tidak pernah tahu bagaimana cara Tuhan membalasmu, aku menyesal menikah dengan laki-laki jahat sepertimu.... hiksss...” Kinara berteriak, diiringi isak tangis.


Dika mendekati Kinara, mencengkram kuat leher Kinara. Kalimat laki-laki jahat yang diucapkan Kinara berhasil memancing kemarahannya. “Katakan sekali lagi, aku ini laki-laki apa?!”


“Ja....ha...t...” Kinara tidak mampu melanjutkan kalimatnya, napasnya hampir habis karena cengkraman tangan Dika di lehernya.


Bruuug...


Dika membanting tubuh Kinara di atas sofa. Jika Dika tidak membanting tubuhnya, Kinara mungkin benar-benar mati karena kehabisan napas.


Ayah, ayah, ayah tega sekali menikahkan aku dengan laki-laki sepertinya. Aaah... ibu, tolong aku. Aku ingin pulang.... ahhhhh... ibu.... hikssss...


“Jangan sekali-kali berani mengatakan hal buruk tentangku, Kinara. Kau hanya wanita rendahan yang mencoba naik ke ranjangku, tetapi sayangnya aku mengetahui siasat buruk wanita sepertimu. Itulah mengapa kau mengganti targetmu, dan tuan muda keluarga Grissham adalah sasaran yang empuk bagimu.


Ckckck...” Dika menggelengkan kepalanya diiringi decakkan merendahkan.


Kinara masih tertelungkap di atas sofa. Rambut panjangnya menutupi seluruh wajahnya, Dika tidak tahu bagaimana air mata Kinara mengalir seperti hujan pertama di musim kemarau. Tidak ada yang lebih deras dari itu, hatinya bahkan seperti tertancap anak panah beracun, sakit tak terperi.


“Bangun. Aku bilang bangun! Apa selain pandai menggoda kau juga pandai berakting?!” Dika berteriak kencang, mengeluarkan seluruh kemampuan berteriaknya.


Kinara tetap diam. Dia hanya menangis, ya saat ini Kinara hanya bisa menangis, meratapi nasibnya yang sedemikian malang.


“Kau benar-benar wanita sialan.” Dika mendekati Kinara, mencengkram kuat tangan Kinara dan menyeret paksa. Kinara memberontak, namun kekuatannya benar-benar habis.


"Lepaskan aku, Dika....hikss..hiksss...” Suara Kinara semakin parau. Tangannya terus memukul lengan tangan Dika, tetapi Dika semakin menguatkan cengkraman tangannya.


Dika menyeret Kinara, menaikki satu persatu anak tangga, mendorong pintu kamarnya dan menutup rapat. Begitu sampai di dalam kamar, Dika melempar tubuh Kinara ke atas ranjang. “Ayo, tunjukkan bagaimana caramu merayu Agra. Tunjukan padaku, aku akan memberimu banyak uang!! Lebih banyak dari yang di berikan laki-laki itu."


\=\=\=\=\=> Bersambung......


Jangan lupa Mampir di novel Romance Fantasi..

__ADS_1


REINKARNASI DUA BINTANG... DIJAMIN SERU.... ❤️❤️


Plis klik Like, Favorit, Vote, Rate bintang5....🙏🙏❤️❤️


__ADS_2