
Melihat Kinar menggelengkan kepala membuat Agra mengernyitkan alisnya. Ia tersenyum tidak percaya. Mencibir dirinya sendiri.
Apa-apaan ini? Aku yang biasanya dikejar-kejar wanita kenapa harus terkesan dengan sikap sok jual mahalnya? Batin Agra.
“Jadi bagaimana, Kinara?” Agra kembali menghalangi jalan Kinar, berdiri di depan Kinar dengan senyum kudanya.
“Kinar! Just Kinar. Oke?” Kinar menegaskan, tidak ada rona salah tingkah di wajahnya ketika harus berhadapan dengan Agra, sesuatu yang biasanya terjadi ketika Agra menggoda wanita adalah wanita itu akan salah tingkah, dengan senyum dan pipi yang memerah. Tetapi hal itu tidak terjadi pada Kinar. Sikap Kinar justru membuat Agra semakin penasaran.
“Fine, Kinar. Puas?” Agra mengangkat kedua tangannya, mengernyitkan alisnya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Kinar.
“Minggir.” Kinar mengibaskan tangannya, menampakkan ekspresi tidak suka.
“Kenapa?” Pertanyaan bodoh yang terlontar dari mulut Agra justru membuat Kinar semakin jengkel.
“Agra Grissham, jika kau terus menghalangi jalanku. Aku bukan hanya tidak mau berteman denganmu, tetapi juga tidak akan pernah menyebut namamu, lagi.” Kinar menegaskan intonasi ‘lagi’ seolah memberi ancaman yang tidak bisa diabaikan oleh Agra.
“Kenapa? Aku hanya memintamu untuk menjadi temanku.” Kata Agra.
“Hanya ada dua alasan, Agra.” Kata Kinar.
“Sebutkan, jika alasan itu bisa aku terima. Aku akan pergi dari jalanmu.” Agra melipat kedua tangannya di dada. Kinar hanya menarik napas panjang.
“Alasan pertama, laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa hanya menjalin sebuah hubungan pertemanan. Setelah pertemanan terjalin lalu apa, ada keinginan untuk saling memiliki satu sama lain. Bukan sebagai teman, tetapi lebih dari itu. Tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan yang tidak berakhir pada keinginan untuk saling memiliki.” Kinar menggelengkan kepalanya, memberi isyarat jika pendapatnya adalah sebuah kebenaran yang harus di terima oleh Agra. Agra masih melipat kedua tangannya lalu menganggukkan kepala pelan.
“Yang kedua...” Belum sempat Kinar mengatakan alasan kedua, Agra sudah menyambar memotong kalimat yang akan diucapkan Kinar.
“Tunggu dulu, Kinar. Sebelum kau mengatakan alasan keduamu, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” Agra tersenyum, Kinar melihat ada seringai mencurigakan dari senyum Agra. Tetapi Kinar menepisnya.
“Silakan.” Kata Kinar.
“Kau benar, Kinar. Tidak ada pertemanan yang tidak mengharapkan kedekatan yang lebih, lalu apa salahnya. Aku lajang, kau lajang, kita sama-sama lajang. Apa salahnya jika setelah jalinan pertemanan di antara kita akan terjalin perasaan cinta untuk saling memiliki.” Kata Agra enteng. Kinar berdecak kagum tidak percaya ada laki-laki yang baru pertama kali bertemu sudah menyusahknannya.
“Sudah berapa banyak wanita yang berhasil tertipu oleh kata-kata manismu, Agra?” Tanya Kinar.
“Tidak ada.” Jawab Agra.
__ADS_1
“Kemarilah.” Kinar menggerakkan tangannya meminta Agra untuk mendekat. Agra tersenyum puas.
Tidak akan ada wanita yang bisa menolak pesonaku. Batin Agra.
Agra merapikan rambutnya, melayangkan senyum paling mamatikan yang bisa melumpuhkan wanita-wanita yang menjadi targetnya lalu mendekatkan wajahnya.
“Apa kau pikir aku ini bodoh? Sampai percaya dengan kata-kata yang kau ucapkan, aku tidak buta, Agra. Aku masih bisa membedakan laki-laki seperti apa dirimu. Jika kau berpikir bisa merayu aku dengan wajahmu itu, kau hanya sedang membuang waktumu. Karena aku tidak tertarik dengan wajah sok manismu itu, minggir.” Kata Kinar.
Agra melongo. “Waaah... Hahahaha.” Agra terbahak, benar-benar tidak bisa dipercaya ada wanita yang seperti Kinar, kalimat yang baru menggema di telinganya seperti pukulan berat yang menghantam hatinya. Tapi Agra suka itu.
“Kau masih tidak mau minyingkir dari jalanku?” Tanya Kinar.
“Ok, ok. Tapi jawab dulu pertanyaanku, memangnya kenapa jika pertemanan di antara kita pada akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta? Kau punya kekasih? Atau kau sudah menikah, Kinar?” Agra menatap Kinar penuh selidik.
Kinar terdiam, seketika pandangan matanya melayang jauh.
Kau terlalu menyusahkan aku, Dika. Aku sudah menikah, tetapi tidak bisa mengakui pernikahanku. Aku tidak mengakui pernikahanku, tetapi aku sudah menikah. Sepertinya kau benar-benar menempatkan aku di tebing yang tinggi. Batin Kinar.
Kinar menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan.
Kau yang memintaku menutupi pernikahan kita, Dika. Kau juga yang akan menyesalinya. Batin Kinar.
Agra tersenyum puas mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kinar. Bagaimana tidak, jawaban Kinar adalah peluang bagi Agra untuk melancarkan misinya. Menghujani Kinar dengan segala pesona yang dimilikinya, sampai pada akhirnya Kinar berada dalan genggaman tangan Agra. “Siapa yang tahu, Kinar? Rencana Tuhan tidak bisa ditebak olehmu.” Kata Agra.
“Apa maksudmu, Agra?” Tanya Kinar.
“Tidak ada.” Agra mengangkat kedua tangan dan bahunya. “Lalu alasan kedua?” Tanya Agra.
“Aku tidak suka terlibat masalah. Kau tahu pasti apa yang aku maksud, Agra. Ada banyak wanita yang tidak akan suka dengan kedekatan kita. Aku hanya ingin lulus dari kampus dengan nilai baik, tidak terlibat dengan kisah romansamu itu.” Kinar menggelengkan kepalanya. “Jadi minggir dari jalanku, Agra.”
“Kau tahu, Kinar? Seorang pemburu tidak akan berhenti berburu sampai bisa menaklukan buruannya.” Kata Agra.
“Jadi maksudmu kau adalah sang pemburu dan aku adalah buruanmu, begitu?” tanya Kinar.
“Apa kau tidak yakin pemburu itu bisa menaklukan buruannya?” Agra balik bertanya.
__ADS_1
“Kau bisa, jika buruanmu bukan aku. Jika itu aku, sebelum kau berhasil membidikkan panah dan menaklukan aku, mungkin aku sudah berlari terlalu jauh dari jangkauan anak panahmu. Bahkan kau tidak akan bisa melihat bayanganku sekali pun. Kau mengerti maksudku, Agra?” Kinar tersenyum, senyum yang tidak bisa diartikan maknanya.
Sebelum kau menghilang dari pandangan mataku, aku akan membuatmu jatuh dalam gengagman tanganku, Kinar. Semakin kau menolak, semakin aku bersemangat. Batin Agra.
“Baiklah, tetapi aku tidak akan pergi dari hadapanmu sebelum kau menjabat tanganku. Jadi mari kita berteman.” Agra mengulurkan tangannya.
“Tidak mau.” Kinar mencoba menghindari Agra.
Namun diluar dugaan.Agra menggenggam pergelangan tangan Kinar. Mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Kinar. “Jika kau tidak menyambut uluran tanganku, maka aku akan menggandeng tanganmu masuk ke dalam kelas dan mengenalkanmu sebagai kekasihku, bagaimana?”
Tuhan, apa lagi ini? Apa belum cukup satu laki-laki yang mempersulit hidupku, di rumah ada Dika Mahendra yang semena-mena dan di sini ada Agra Grissham yang keras kepala. Sepertinya hidupku tidak akan tenang di antara dua laki-laki ini. Batin Kinar.
“Baiklah, lepaskan tanganku.” Kata Kinar.
“Teman?” Agra mengulurkan tangannya. Meski terpaksa akhirnya Kinar menjabat uluran tangan Agra. Agra tersenyum puas.
Kita lihat, Kinar. Apakah Tuhan akan membiarkan pertemanan ini atau mengubahnya menjadi jalinan yang lebih erat di antara kita. Batin Agra.
“Baiklah, ayo jalan.” Dalam sekejap Agra sudah berpindah di samping Kinar. Keduanya kembali mengayun langkah. Kinar dengan raut wajah kesal dan Agra dengan raut wajah bahagia, pemandangan yang jelas berbanding terbalik.
“Nah ini kelas kita.” Kata Agra.
Kinar menghentikan langkahnya, ada ketakutan yang tiba-tiba kembali menyergap hatinya.
“Jangan takut, Kinar. Tegakkan wajahmu, dan berjalanlah lurus. Kau mau aku bantu?” Agra mengulurkan tangannya.
“Tidak terima kasih.” Kinar menarik napas, berat. Ia mencoba melangkah masuk. Riuh, soark sorai menggema di telinganya.
Salah seorang mahasiswa berteriak, menyambut kedatangan Kinar dengan kalimat yang menohok. “Yo, Tuan Muda kita sudah ganti selera rupanya. Kira-kira akan bertahan berapa lama, Agra? Satu minggu? Satu bulan? Kalau model seperti ini, mungkin hanya tiga hari.” Seisi kelas tertawa terbahak. Melemparkan pandangan penuh cemooh.
Braakkk... Agra menendang salah satu kursi. Berlari menghampiri temannya, mencengkram kerah baju temannya. Hampir saja tinjunya melayang.
\=\=\=>Bersambung 💕💕
Tolong jangan pelit2 yah readersss..
__ADS_1
Please, Klik Like 🖒 Favorite ❤ Tinggalkan Komentar 💬 beri Rate bintang 5, bagi Vote yang banyak yah ☺☺🌹🌹 Dukungan kalian sangat berarti.. Jangan pelit2 dongss.. Jangan cuma minta up tapi kalian gak dukung author, kan aku jadi sedih 😭😭