
Mobil mulai melaju, sesekali Kinara memalingkan pandangan matanya seolah tidak percaya dengan situasi yang sedang terjadi. Laki-laki yang dia benci setengah mati justru berada di sampingnya, menyetir dan berniat baik mengantarkan Kinara ke kampus.
“Anu, apakah kau sedang tidak enak badan?” Kinara mencoba memecah keheningan, mungkin saja kan karena sedang tidak enak badan sampai membuat otak Dika terganggu dan bersedia mengantar Kinara ke kampus. pikirnya.
Tidak ada jawaban.
“Ehem... Nanti kau turunkan aku agak jauh dari kampus, yah? Aku takut mahasiswa lain melihatku turun dari mobil mewahmu. Mereka mungkin akan memberiku pandangan buruk.”
“Hari ini aku akan pulang sore. Aku ingin mencari pekerjaan paruh waktu, kau tidak perlu menjemputku.”
Hening, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Dika. Hanya terdengar suara mobil dan bisingnya jalanan kota.
Aku seperti tukang obat saja, mengoceh sampai berbusa tapi tidak ada yang membeli daganganku. Kinara membatin kesal.
Drrrt... drrrt...
Dari dalam tas Kinara ponselnya bergetar, Kinara segera membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel. Di tatapnya layar telepon yang menampilkan deretan nomor tidak di kenal.
Ah, apa ini nomor, Agra? Semalam aku ketiduran sampai lupa menyimpan nomornya. Batin Kinara menebak.
Cekatan Kinara menggeser tombol hijau dan menempelkan handphone itu di telinganya.
“Hallo...” Sambut Kinara.
“Kinara Amaliaaaa... Apa kau mau bolos kuliah, hah?” Suara teriakkan dari seberang sana hampir saja memecahkan gendang telinganya, suara itu jelas milik Agra.
Kinara menjauhkan handphone itu dari telinganya, lalu menggerutu.
“Apa-apaan dia, kenapa harus sepanik itu?”
“Hari ini aku bangun kesiangan, tapi aku sedang dalam perjalanan ke kampus.” Kata Kinara.
“Kau tahu hari ini yang mengisi materi adalah pak Santosa, Dosen yang terkenal killer. Haduh, aku tidak tahu bagaimana kau mengatasi kemarahannya. Baru pertama bertemu, kau sudah bolos. Nanti aku akan membantumu menemuinya.” Agra menawarkan bantuan.
“Tidak perlu, Agra..."
Ckiiiittt......
"Arhhg.....” Kinara berteriak kaget.
Belum sempat Kinara menyelesaikan kalimatnya, mendadak Dika membanting setir dan menginjak rem mobil begitu mendengar Kinara menyebut nama Agra.
“Kinar?”
“Hallo?”
"Kinara Amalia?"
“Kau tidak apa-apa, Kinar? Please jangan membuatku panik.”
Agra memberondong pertanyaan pada Kinar begitu mendengar Kinara berteriak. Kinara menatap heran ke arah Dika.
“Aku tidak apa-apa, tadi ada kambing nyebrang jalan tidak melihat kiri kanan.” Kinara mendengus, melemparkan tatapan sinis ke arah Dika.
Jelas jalanan tidak macet, mengapa tiba-tiba Dika menepikan mobil dan menginjak rem dengan kasar? Pikir Kinara.
“Apa kau tahu? Aku tidak fokus menyetir jika ada yang berbicara di dalam mobilku.” Dika sedikit berteriak, seperti sengaja agar Agra bisa mendengar suaranya. Jelas itu hanya alasan Dika saja.
Agra terkejut, laki-laki yang sedang duduk di atas kursi di dalam kelas itu mulai menerka-nerka.
Suara laki-laki? Siapa? Batin Agra.
__ADS_1
“Aku tutup dulu yah, Agra.” Kalimat Kinara di seberang sana membangunkan Agra dari prasangka buruknya terhadap kinara.
“Tunggu dulu, Kinara. Tadi aku mendengar suara laki-laki, siapa yang sedang berada di sampingmu?” agra harus menuntaskan rasa penasarannya, hatinya berdebar-debar menunggu jawaban dari Kinara.
“Oh, itu suara supir angkot.”
Tuuut...
Kinara memutuskan sambungan telepon, jika terus di lanjutkan Agra akan menjatuhkan lebih banyak lagi pertanyaan padanya.
Di sudut lain Agra menghela napas lega begitu mendengar jawaban dari Kinara.
“Apa aku sudah berubah dari suami lalu menjadi supirmu, Kinara?” Dika menaikkan volume suaranya.
Kinara menghela napas, berat. “Lalu aku harus menjawab apa, Dika? Aku sedang bersama suamiku, begitu? Bukankah kau yang memintaku untuk menutup rapat-rapat status pernikahan kita? Apa aku salah menjawab pertanyaan dari temanku itu?” Kinara mendengus.
“Turun...!!" Dika berteriak.
“Apa maksudmu, Dika? Ini di mana saja aku tidak tahu, aku belum hafal jalanan di daerah sini. Apa kau tega menurunkan aku di sini?” Kinara mengiba.
“Aku bilang turun, ya turun!" Dika mengibaskan tangannya.
Kinara menelan ludah, terasa sakit bukan main hati dan perasaannya. Tidak ingin menunggu terlalu lama, Kinara segera membuka pintu mobil, keluar dari dalam mobil dan menutup kasar pintu mobil. Laki-laki itu benar-benar tidak memiliki belas kasih. Begitu Kinara turun dari mobil, Dika segera memacu mobilnya meninggalkan Kinara di tepi jalan.
Kinara melenguh panjang sekali, menyeka air mata yang mulai menggenang di sudut matanya.
Jangan menangis Kinar, jangan menangis. Kau gadis yang kuat, kau pasti bisa Kinara.
Kinara membatin, mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Ia memutar pandangan matanya ke sekitar, menyapu bersih sekeliling untuk mencari halte.
Tidak ada halte, akhirnya Kinara memilih berjalan. Lalu duduk di trotoar, menekuk kakinya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya.
Handphone di dalam tasnya kembali bergetar.
“Hallo...” Sambut Kinara.
“Sedang apa kau, Kinara? Kenapa belum sampai juga, sebentar lagi kelas akan di mulai.” Suara Agra dari seberang sana.
“Hari ini aku bolos saja, Agra....” Suara Kinara terdengar lemah.
“Kau di mana sekaranga?” Tanya Agra panik.
“Aku tidak tahu, nanti aku akan bertanya pada seseorang.” Kata Kinara pasrah.
“Apa supir angkot itu menurunkanmu di tengah jalan?” Agra menebak.
“Iya.” Jawab Kinara singkat.
“Aktifkan Gps mu, jangan pergi ke mana pun. Aku akan segera menjemputmu.” Agra memerintah.
“Heeem...” Kinara setuju.
🍃Kampus🍃
Tergesa Agra meraih jaket yang menggantung di punggung kursi, mengenakannya dan segera berhambur keluar. Ketika melihat gurat kecemasan terpancar di wajah Agra, Allen segera menghampiri dan menghadangnya, menggenggam erat pergelangan tangan Agra.
“Mau ke mana, Agra? Sebentar lagi dosen masuk kelas.” Allen mencoba menahan Agra.
“Lepaskan Allen, ke mana dan dengan siapa aku pergi itu bukan urusanmu!!” Agra membentak kesal, Allen hanya membuat waktunya terbuang percuma.
__ADS_1
“Kamu jangan gila, Agra. Apa semua ini ada hubungannya dengan, Kinara? Gadis kampungan itu, hah?” Allen mulai kehilangan kendali.
Seisi ruangan menjatuhkan pandangan mata kepada Allen dan Agra.
“Aku tidak ingin menyakitimu, Allen. Lepaskan tanganku, atau aku akan mempersulit kondisimu di kampus ini.” Agra mengancam. Nyali Allen menciut, ia melepaskan genggaman tangannya dan hanya bisa pasrah melihat Agra meninggalkan kelas.
Agra melangkahkan kaki lebar-lebar, mengeluarkan handphone dan memastikan titik lokasi Kinara saat ini. Begitu keluar dari dalam kelas, Agra segera menuju tempat parkir VVIP dan memacu motor gede miliknya dengan kecepatan penuh.
🍃Lima belas menit kemudian🍃
Srttttt....
Kinara mengangkat kepalanya, mendongakkan ke atas dan dia mendapati Agra yang sedang terengah di atas motor gedenya, seperti baru sampai di garis finish dari lomba balap liar.
“Naiklah.” Agra melepas helmnya dan menyodorkan pada Kinara. “Pakailah, hanya ada ini. Aku tidak punya helm lain.”
\=\=\=> Bersambung.......
Netizen : Thor kok sedih?
Author : Iya, soalnya kalian cuma baca ceritanya tapi gak mau Klik LIKE, FAVORITE, KOMEN ama VOTE YANG BANYAK.
Netizen : Aku gak tau cara VOTE thor.
Auhtor : Alesan.
Netizen : Cius thor.
Author : Ok di bawah ada tutorial buat VOTE, setelah ini gak ada alesan lagi. VOTE yang banyak.
Netizen : Ok thor, ok.
Buat yang belum tau cara kasih vote, cuss di baca.
1.Update dulu aplikasi Mangatoon/Noveltoon nya di playstore (bagi yang belum update)
2.Kumpulin dulu poinnya.
🍃kalau di MangaToon klik beranda, klik pusat misi nah kalian bisa selesaikan misi dan ambil poin disitu.
🍃Kalau di NovelToon kalian klik beranda, di bagian kanan atas ada poinku, kalian klik dan ambil poinnya.
3.Klik detil pada novel yang mau kalian Vote, nanti ada tulisan Vote di samping profil author, klik tulisan vote, nanti keluar lagi tulisan vote di bagian kanan bawah.
4.Langsung klik vote pilih 10/100/1000 poin
5.klik vote author.
VOTE yang banyak yah. VOTE setiap hari yah, karena VOTE bisa dilakukan lebih dari 1x.
Tolong VOTE author, author sedih. Rank nya selalu buncit, kapan bisa masuk rank 10 besar kalau kalian gak mau peduli dan kerja sama ama author 🙄🙄😏😏
Yang bilang thor aku lupa alurnya, kalian bisa baca ulang yah beb. Siapa tau kalian lupa tinggalkan jejak Like. Yang kelupaan LIKE segera BOOM LIKE yah cintaah...
Pokoknya jangan lupa LIKE... KOMEN... RATE BINTANG 5... DAN VOTE YANG BANYAK...
Follow IG Author yah, @ayulestari201410
Author sangaaaat berterima kasih jika kalian berkenan membantu author untuk mempromosikan Novel author, baik di IG, FB, WA atau pun di Novel lainnya..
Oh iya, NovelToon / MangaToon akan mengadakan Q&A pada tanggal 28 maret. Jadi kalian bisa nanya apa ajah soal novel Takdir Cinta Kinara, kalian penasaran kan kenapa bisa lahir novel TCK itu? kalian bisa tanya di grup chat yah, yang belum masuk grup buruan masuk. Bisa tanya di ig juga yah. So buruan siapin pertanyaan kalian readers2 ketche ku.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini, yang selalu kasih suport ke author. Salam sayang dari Author Ayu😘😘