Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Maafkan Aku, Agra


__ADS_3

Dika mencengkram lengan Kinara. “Lihat.” Memutar paksa tubuh Kinara. “Dia memanggilmu, apa kau mengenalnya, sayang?”


“Sayang?” mata Agra membulat sempurna. Kinara hanya menundukkan kepalanya.


Dika, kau kejam. Manusia paling kejam yang pernah aku temui di muka bumi ini. hidupku benar-benar tidak beruntung karena menikah denganmu.


“Lihat dia.” mencengkram dagu Kinara dan mendongakkannya, Kinara meringis. Luka akibat cekikan di lehernya saja belum sembuh,


sekarang Dika sudah menambah luka yang baru. “Dia bicara padamu, sayang, apa kau mengenalnya?"


Begitu kepala Kinara terangkat, Agra memperhatikan Kinara. Menyapu bersih pandangan matanya ke seluruh permukaan tubuh Kinara.


Kinara, ada apa denganmu? Lehermu dan juga bibirmu.


“Ki-Kinar, ada apa dengan lehermu? Dan bibirmu...” Agra tidak mampu melanjutkan kalimatnya, sebagai laki-laki Agra cukup mengerti penyebab luka di bibir Kinara.


“Jawablah, sayang, dia bertanya padamu!” Dika mencengkeram pergelangan tangan Kinara.


“Hentikan itu." menggeram. "Kau tidak lihat, dia kesakitan.” Agra mendekat.


“Aku bahkan bisa melakukan lebih dari sekadar mencengkeram tangannya!” Dika memberi peringatan, gemerutuk giginya terdengar jelas.


Dika seperti menegaskan ini daerahnya, kau tidak perlu ikut campur!


“Kau sakit jiwa. Apakah seperti ini caramu memperlakukan seorang perempuan?”


“Bagaimana caraku memperlakukan dia itu urusanku. Bukan urusanmu.” menunjuk-nunjuk dada Agra. “Ah, aku lupa. Kau laki-laki yang sering menjalin kasih dengan wanita, tentu kau bisa lebih berpengalaman, bukan?” mencemooh.


“Aku memang laki-laki bejad, tetapi segila-gilanya diriku aku tidak pernah main tangan dengan perempuan.” Agra menggelengkan kepala. “Aku tidak percaya, ternyata masih ada laki-laki pengecut yang tega menyakiti wanita selembut Kinara.”


“Hahaha...” terbahak. “Kau bilang dia wanita lembut?” kembali mendongakkan wajah Kinara,


air mata sudah meleleh di kedua pipinya. Menganak sungai dan bermuara di punggung tangannya.


“Hentikan itu!” Agra mendengus, dadanya terasa sesak ketika melihat Kinara diperlakukan sedemikian rupa. Meninju laki-laki ini bukanlah solusi yang tepat, mungkin


saja tindakannya akan membuat Kinara berada dalam masalah yang lebih rumit.


“Kinara, lihat aku. Aku tidak peduli dengan laki-laki di sampingmu, aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku. Ada apa dengan luka di di tangan dan lehermu?”


“Apa kau bisu sampai tidak bisa menjawab pertanyaan laki-laki di depanmu?!” kali ini tangan Dika berpindah, dia mencengkram pundak Kinara. “Jawablah, sayang, kau pandai berdebat bukan? Keluarkan kemampuanmu itu.”


Kinara hanya bisa terisak, kepalanya menunduk sempurna. Kedua tangannya hanya bisa meremas ujung baju.


Seperti mimpi buruk, Kinara berharap semua ini segera berlalu. Dan ketika dirinya terbangun, semuanya akan baik-baik saja.


Tetapi Kinara salah, ini bukan mimpi.

__ADS_1


Ini adalah kenyataan, risiko karena dia menikah dengan laki-laki yang tidak mencintainya.


“Berhenti mengancam dan menyakitinya! Haaah...” menarik napas panjang dan mengembuskan kasar. “Sebenarnya anda itu siapa?” Agra basa-basi, masih berusaha menggunakan sopan santunnya. Meski segala


prasangka buruk menjurus pada satu keyakinan, tetapi Agra tidak mau bertindak bodoh.


“Hahaha... “ tertawa terbahak begitu mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Agra. “Kau mau tahu aku siapa?!” Dika menggeram. “Lihatlah.” menarik baju Kinara sampai mengekspos pundaknya dan menampakkan bekas kecupan, jelas terlihat di sana.


Tidak hanya satu, ada banyak.


Seketika mata Agra membulat sempurna.


Kali ini Agra tidak bisa menahannya lagi, persetan dengan sopan santun. Dia hanya ingin memastikan kebenaran prasangkanya dari mulut Kinara sendiri.


“Ada apa denganmu, Kinara?” mendekati Kinara, menepis tangan Dika. “Dan dia itu siapa?” Agra menutup kembali pundak Kinara yang terbuka karena ulah Dika. “Tidak seharusnya kau diperlakukan seperti ini.” meraih tangan Kinara.


“Lihat aku, Kinar. Siapa dia? Jangan takut, aku di sini.” mengusap pipi Kinara, menghapus jejak air matanya. “Bisakah kau berhenti menangis, dan jawab pertanyaanku.” melembutkan suaranya.


Dika mencibir. “Cih! Dia tidak akan bisa menjawabnya” kembali mendekati Agra dan menekan kuat pundak Agra.


Iya, katakan saja, Dika.


Katakan kebenarannya.


Katakan jika aku ini strimu.


Akhiri semuanya, aku pun sudah lelah dengan semua sandiwara ini!


Mendengar kalimat Dika, Agra hanya bisa mencengram kuat kedua tanggannya.


“Bukankah wajar jika aku meninggalkan jejak-jejak milikku di tubuhnya ketika kami bercinta.”


Cukup Dika, cukup. Hiks...


Jangan seperti ini, dia tidak bersalah. Aku yang bersalah, kau bisa menghukumku nanti.


Tapi tolong jangan libatkan dia. Katakan saja jika aku ini istrimu.


“Dia...” melirik Kinara. “Dia adalah simpananku.” Dika mendengus lalu tersenyum puas.


Deg...


Kinara terkesiap, kaget bukan main, tidak berbeda dari Kinara, Agra pun terkejut setengah mati.


Ya Tuhan, apa dosaku pada-Mu? Sekejam inikah cobaan yang harus aku tanggung, sungguh ini adalah beban yang melampaui kesanggupanku.


“Se-selamat Dika, akhirnya kau berhasil menjatuhkan harga diriku sampai ke dasar. Terima kasih, terima kasih karena kau telah menyadarkan aku, jika tidak ada sedikit pun kebaikan di hatimu.” Kinara menyapu bersih air matanya,

__ADS_1


meski pada akhirnya air mata itu kembali jatuh.


“Pulang!" Dika menarik tangan Kinara, Kinara diam. “Aku bilang pulang, Kinara!" Berteriak kencang.


“Tunggu.” Agra menarik tangan satunya. “Aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu, Kinar. Katakan jika semua itu bohong? Kau sedang berbohong padaku, bukan? Katakan jika laki-laki ini sedang bermimpi di siang bolong.”


Kinara menaikkan kepalanya, menarik napas pendek.


Dadanya benar-benar terasa sesak, tetapi dia harus bertanggung jawab. “Lepaskan tanganku.” melepaskan genggaman tangan Dika dan berjalan mendekati Agra. “Apa yang baru saja kau dengar adalah sebuah kenyataan,


semua yang diucapan laki-laki ini benar adanya. Aku ini wanita murahan, Agra. Tidak lebih dari seorang wanita simpanan.” tersenyum getir.


“Tidak! tidak Kinara. Kau berbohong.” Ada getar ketakutan dari suara Agra. “Katakan jika kau sedang berbohong.” Agra mengiba, berharap kalimat yang keluar dari mulut Kinara adalah dusta belaka.


“Aku tidak berbohong, aku memang simpanan laki-laki kaya itu. Lupakan aku Agra, dan tolong maafkan aku.” Kinara tersenyum, memutar tubuhnya dan air matanya kembali jatuh mengiringi kepergiannya.


Ketika Kinara mengambil langkah pertama untuk meninggalkan Agra, ketika itu pula dia bertekad pergi dari hidup Agra, selamanya.


“Ayo kita pulang, sayang. Aku akan memuaskanmu di ranjang.” Kinara menggandeng tangan Dika. Megapit mesra, tidak ada yang tahu jauh di dasar hatinya dia hancur lebur, kesakitan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Tuhan, limpahkan kebahagiaan untuk Agra.


Ambil semua kebahagiaanku dan berikan padanya.


Agra jika ada kehidupan sesudah kematian, bolehkan aku memilihmu sebagai pendamping hidupku?


Tetapi saat ini, aku harus menjalankan takdirku sebagai istrinya, dalam kehidupan ini aku mungkin bukan milikmu. Semoga, suatu hari Tuhan memberikan kita berdua kesempatan untuk bersama. Dan jika Tuhan tetap tidak memberinya, semoga Tuhan menggantikan aku dengan wanita terbaik untuk mendampingi hidupmu.


\=\=\=> Bersambung.....


Jangan lupa, klik LIKE, FAVORIT, RATE BINTANG LIMA DAN VOTE YANG BANYAK ❤️🙏😊


------------------ H I A T U S. ------------------


Novel ini belum tamat, sewaktu-waktu bisa di up kembali.


Author pengen fokus ke TCTM (TERJERAT CINTA TUAN MUDA) dulu..


Terkadang jalan dua novel tuh ngebuat author kewalahan.


Sumpah, salut sama yg punya novel lebih dari satu dan tetep jalan semua.


Author minta maaf, kalau author gak bilang hiatus kalian pada tanya kapan up.. terkadang komenan kalian bikin sedih 😭😭


Jadi dengan berat hati author sampaikan novel ini HIATUS..


Yang belum baca TCTM silakan baca, berikan dukungan, Vote dan Like kalian sangt berarti.

__ADS_1



makasih 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2