Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Sang Penyelamat


__ADS_3

Kinara memberanikan diri untuk membuka matanya, perlahan sosok dengan suara lembut itu mulai terlihat.


"Agra ...." gumamnya.


Flashback On 🍃🍃


Malam setelah pertemuan itu Nathan bekerja sangat keras untuk menggali semua informasi tentang Dika dan Kinara.


Beberapa tim hampir kewalahan membobol sistem pertahanan orang penting itu, jika informasi Kinara dengan mudah didapatkan maka berbeda dengan informasi tentang Dika.


Nathan hampir kehilangan waktu istirahatnya, semua data dikumpulkan serinci mungkin.


‘Jangan ada satu pun yang terlewat’ itulah motivasi Nathan, kalimat ancaman yang diucapkan Agra tidak pernah main-main.


Meskipun masih muda, Agra cukup kompeten untuk melakukan banyak hal. Termasuk melenyapkan Nathan jika dia mengecewakan Agra.


Pintu diketuk, suara lantang dari dalam ruang kerja mempersilakan Nathan untuk masuk. Nathan berdebar, tetapi dia cukup percaya diri dengan hasil kerjanya.


Dengan mengembuskan napas kasar Nathan mulai menekan handle pintu, ruangan besar itu terkesan redup padahal ada lampu yang terpasang di beberapa sudut.


Baiklah, Nathan paham ini artinya apa. Agra lebih memilih menyendiri di tempat minim pencahayaan ketika dirinya sedang marah atau memiliki beberapa masalah yang harus diselesaikan.


Nathan kembali mengembuskan napas untuk terakhir kalinya sebelum dia berhadapan langsung dengan Agra.


“Bagaimana?” sambarnya begitu mendapati Nathan sudah berdiri di belakangnya.


Agra segera memutar kursi kerjanya, sebenarnya Agra juga tidak berdiam diri. Bekerja di balik kursi putar dengan tumpukkan berkas dan layar laptop yang menyala.


“Mereka berdua adalah sepasang suami istri, tuan muda.” Nathan membungkuk setengah badan, dan menyerahkan beberapa lembar kertas dari hasil penyelidikannya yang sudah dia rangkum sedemikian rupa.


Mendengar kalimat yang diucapkan Nathan seketika darah Agra mendidih, tubuhnya seperti dihujani batu besar, bertumpuk-tumpuk tanpa jeda. Dia tidak percaya jika cinta pertamanya adalah istri orang lain. Jika dia tahu itu sejak awal, dia tidak akan melakukannya.


Agra cukup waras untuk bisa mengendalikan kepada siapa hatinya menjatuhkan pilihan, tetapi semuanya sudah terlanjur. Nathan menelan ludah kasar, bahkan menarik napas dengan sangat hati-hati agar tidak terdengar oleh Agra.


“Lanjutkan, Nath. Aku yakin masih banyak informasi yang kau dapatkan.” Agra menundukkan kepalanya.


“Keduanya menikah karena perjodohan, Ayah nona Kinara dan Dika sudah berteman sejak mereka masih duduk di bangku SMA. Pernikahan itu adalah permintaan terakhir orang tua mereka, sehingga mereka tidak punya pilihan lain selain menjalani amanat terakhir itu.”


Agra diam, dari hasil penyelidikannya diketahui jika Ayah Dika sudah meninggal. Laporan yang disampaikan Nathan sepertinya benar.


Nathan memperhatikan airmuka tuannya, tetapi tidak ada jawaban, ekspresi wajahnya tidak terbaca. Akhirnya Nathan memberanikan diri untuk melanjutkan.


“Nona Kinara juga tidak bisa menolak, anggaplah pernikahan mereka berdua karena balas budi.

__ADS_1


Ayah nona menderita penyakit jantung koroner, dan ayah Dika membantu biaya pengobatannya. Karena ayah nona hanya seorang


pensiunan pegawai negeri yang gajinya hanya cukup untuk menghidupi istri dan dua orang anak.” Nathan menarik napas dalam.


“Informasi yang akan saya sampaikan ini mungkin akan membuat anda terkejut, tuan muda.” menelan ludah lagi. Agra hanya berdehem, itu artinya dia siap mendengarkan.


“Sebenarnya Dika Mahendra memiliki kekasih yang sedang menempuh pendidikan seni musik di Inggris, dia tidak pernah mencintai nona. Bahkan status pernikahan mereka pun ditutupi oleh Dika.


Mereka berdua tidak menginginkan pernikahan ini, bukankah nona sendiri terdaftar sebagai mahasiswi beasiswa. Ini mempertegas jika Dika tidak menginginkan nona. Dika tidak pernah berlaku baik pada nona, tuan muda.”


Nathan menutup lembar terakhir, informasi penting sudah dia sampaikan dengan jelas. Tinggal beberapa informasi tambahan yang Nathan kira tidak perlu disampaikan.


“Cukup, Nathan.” Mengangkat tangannya. “Keluarlah,” perintahnya, Nathan membungkuk sopan dan segera undur diri.


“Sial ... Arggghhh ....” Agra melempar semua berkas yang ada di atas meja kerjanya.


“Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal, Kinara.” Agra memukulkan tangan ke atas meja.


“Aku sudah terlalu jauh melangkah, aku sudah terlanjur mencintaimu.” Memukul lagi. “Aku tidak bisa kembali. Jika laki-laki brengs*k itu tidak bisa membahagiakanmu, tidak bisa menghargaimu, maka aku yang akan melakukannya!"


Flasback Off 🍃🍃


“A—Agra ... kenapa kau ada di sini?” tanya Allen terbata, mereka sudah mulai panik.


“Apa seperti ini sikap dari nona muda keluarga Caitllin? Tidak memiliki sopan santun dan sangat bar-bar.” Agra sudah berdiri di depan Kinara, dia membungkuk meraih kain yang tergeletak itu.


“Kau seperti perempaun yang tidak berpendidikan, Allen. Kasar dan kekanakan, cih,” Agra mencibir Allen. Allen hanya menunduk dalam.


“I ... ini tidak seperti yang ka ... kau bayangkan, Agra,” ucap Allen semakin terbata. Tangannya mulai bergerak meremas ujung bajunya sendiri.


“Cukup, Allen,” meninggikan suaranya “Kau pikir aku buta? Aku bisa melihatnya.”


“Kau buta, Agra, kau buta,” Allen mulai berteriak. “Kau tidak lihat itu?” Allen berjalan mendekati Kinara. “Lihatlah, wanita yang kau sukai ini tidak lebih dari seorang p*lacur.” Allen bersemangat menunjuk-nunjuk beberapa bagian tubuh Kinara.


Agra tersenyum lalu memegang lembut tangan Kinara, Kinara hanya menunduk malu. Harga dirinya sudah hancur, bagaimana mungkin Kinara masih berani mendongakan kepala dan meminta pertolongan Agra.


“Memangnya kenapa, Allen?”


“Kenapa kau bilang, Agra? Dia itu perempuan murahan, Agra, dia tidak pantas untukmu.” Allen sudah mulai kehilangan kendali, dia menarik pergelangan tangan Agra. “Jangan dekati dia lagi, kau berhak mendapatkan yang lebih baik.”


“Bahkan anak kecil sekalipun bisa melihat mana perempuan baik-baik dan mana perempuan jahat.” Agra menatap tajam, Allen takut dan melepaskan genggaman tangannya.


“Tapi Kinara jelas bukan perempuan baik-baik, Agra.” Suaranya mulai melemah.

__ADS_1


“Dari mana kau bisa mengambil kesimpulan sejahat itu, Allen?” tanya Agra.


“Semua tanda merah itu, bukankah itu cukup untuk membuatmu mengerti, Agra.”


“Hahaha ... “ Agra terbahak membuat semua orang yang hadir di situ saling tatap. “Kau pikir semua tanda merah di tubuh Kinara itu perbuatan siapa? Semua ini adalah perbuatanku, Allen.”


Kinara terkejut, dia sampai mendongakkan kepalanya.


“Bukankah wajar jika sepasang kekasih yang saling mencintai memiliki tanda kepemilikkan?” Agra melingkarkan kembali kain itu di leher Kinara.


“Ini terakhir kalinya aku melihat kalian mengganggu kekasihku, itupun jika kalian masih ingin menginjakan kaki di kampus ini!" nada suara mengancam.


"Hapus semua foto dan video yang kalian ambil, anggap saja hari ini tidak terjadi apa pun.


Jika ada satu saja gambar yang tersebar, aku akan memastikan hidup kalian dan keluarga kalian akan menderita.” Kalimat mengancam itu terdengar lebih menakutkan.


Ini pertama kalinya seluruh penghuni kampus melihat sosok Agra yang berbeda dari biasanya. Ancaman itu terdengar serius,


tidak ada yang berani membantahnya.


Semua foto dan video yang berhasil mereka abadikan segera masuk ke dalam kotak sampah, mereka benar-benar memastikan file itu hilang dari HP mereka.


Tidak ada pilihan lain. Mereka lebih memilih cari aman dan menghapus semua jerih payah mereka untuk mendapatkan gambar dan video yang bagus.


\=\=\=\=> Bersambung....


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Vote yah nakanak, yang belum follow ig emak bisa langsung di folliw yah.


Jangan lupa ikuti akun ini juga, klik profil dan ada dibagian kanan atas kalian bisa klik ikuti di situ 🤭❤️


.


.


.

__ADS_1


Salam dari emak kece semangatoon, udah iyain ajah 🤣🤣


__ADS_2