Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Nasib Cinta Kinara (Part 5)


__ADS_3

Kenapa dua cecunguk ini bisa terlibat dengan Tuan Muda? Akukan hanya meminta mereka untuk memberi peringatan pada wanita murahan itu. Atau wanita itu merupakan salah satu pegawai di perusahaan Tuan Muda? batin Roy ketika melihat foto dari handphone Dika.


Dika mengetuk meja sampai fokus Roy kembali beralih padanya.


“Ma ... maafkan saya, Tuan Muda. Kenapa Anda memiliki foto mereka? Ah, maksudku apa mereka berbuat salah pada Tuan Muda?” Wajah Roy mulai pucat dengan keringat halus yang mulai merembas di pelipis kepalanya.


Dika tersenyum sarkas. “Kau pikir untuk apa aku repot-repot berurusan dengan dua preman tengik seperti mereka? Jika bukan karena mereka yang telah menyentuh seseorang yang paling berharga dihidupku!”


“Se ... seorang?”


Pikiran Roy mulai kacau, dia mulai mengingat kembali beberapa pekerjaan yang dilakukan dua orang itu. Rasanya dua orang itu tidak pernah terlibat dengan keluarga Mahendra. Roy tentu sangat hati-hat ketika menjalankan misi busuknya, agar tidak menyentuh kalangan-kalangan tertentu yang bisa membuatnya berada dalam masalah. Terutama berurusan dengan keluarga Mahendra.


“Apa kau masih belum mengerti juga, Tuan Roy?” Kalimat yang diucapkan Dika sudah mengintimidasi, membuat nyali Rpy semakin mengkerut.


“Maafkan saya, Tuan Muda. Saya sungguh tidak ingat, sebenarnya masalah apa yang dibuat dua orang bawahan saya ini?" Roy menunduk dalam dengan kerutan di keningnya yang terlihat semakin jelas.


“Ken!”


Dika tidak ingin basa-basi, berada dalam satu meja dengan tua bangka itu membuatnya muak. Rasanya ingin melayangkan tendangan atau membunuhnya sekalipun. Berani-beraninya mengusik wanitaku! mungkin itu kalimat pertama yang keluar dari mulut Dika ketika meninju wajahnya yang mata duitan.


Ken segera menggeser layar handphone dan menampakan potret lainnya. Kali ini potret seorang wanita.


Roy memperhatikan dengan seksama. Begitu otaknya bisa mengingat potret siapa yang diperlihatkan Ken, mata Roy membulat sempurna dengan mulut sedikit menganga.


“Ini, bukankah ini ...,” ucap Roy terputus. Dia masih harus meyakinkan apakah yang dilihatnya adalah kenyataan atau hanya ilusi belaka. Karena perasaan takut yang teramat besar, mungkin saja saat ini Roy sedang mengalami halusinasi.


Ken menekan puncak kepala Roy tepat di depan layar handphone. “Kau harus perhatikan dengan jelas, Tuan Roy! Setelah itu baru berkomentar!"


Roy menangkat tangan. Dia menyerah.


Selama ini kabar yang beredar bahwasanya Ken adalah laki-laki yang bijak dengan kesopanan tingkat dewa adalah kebohongan besar! Kenyataan yang dialami Roy sudah cukup membuktikan jika Ken memiliki aura yang sama seperti Tuannya, Dika.


“Aku menyerah. Aku menyerah!” ucap Roy dengan tubuh sedikit bergetar. Sedikit lagi saja wajahnya bisa menyentuh meja kaca, jika Ken mendorong paksa wajah Roy mungkin dia akan terluka karena pecahan kaca.


“Siapa?!” pertanyaan dari Dika sudah menyambut Roy begitu wajahnya terangkat dan dua bola matanya beradu dengan manik milik Dika.


“I ... itu adalah Kinara Amalia, wa ... wanita yang telah menggoda putraku!” ucap Roy.


Jika ada penghargaan keberanian, Roy wajib mendapatkannya. Sudah membuat kesalahan dengan menyakiti Kinara, sekarang ditambah kalimat ‘menggoda putraku’ yang berhasil membuat emosi Dika meledak.


“Jika kau berani menyebutnya sebagai wanita yang menggoda putramu, aku pastikan bisnismu akan hancur sampai ke dasar!”


“Ji ... jika bisnisku hancur, maka bi ... bisnismu juga akan ikut hancur, Tuan Muda.” Roy berusaha mengancam dengan sisa kekuatannya.


Dika terbahak. “Itu bukan masalah untukku, Roy! Aku masih memiliki 5 % kesempatan untuk membangun bisnisku lagi, di tangan orang sepertiku 5 % itu mudah kuubah menjadi 100 %. Namun, jika bisnismu hancur, kau bahkan tidak memiliki apa pun lagi! Kesempatanmu untuk bangkit hanya nol persen!” Tawa Dika semakin kencang, membahana mengisi tiap sudut hotel.


Roy menelan salivanya. Tangannya mengepal, tetapi jelas terlihat gemetar. Jangankan bisa digunkana untuk memukul lawan bicaranya, sepertinya memegang gagang pulpen saja tidak akan bisa.

__ADS_1


“Maafkan saya, Tuan Muda. Ap ... apakah wanita itu adalah kenalan Tuan Muda?” Roy memberanikan diri untuk bertanya.


“Kenalan?!” Dika menggosok wajahnya lalu menampakan seringai mengancam. “Kau bilang kenalanku?! Buka telingamu lebar-lebar, Roy! Kinara adalah wanitaku! Wanitaku! Dia adalah mantan istriku yang sekarang dicintai oleh putramu!”


Roy terkejut bukan main, seluruh persendiannya terasa terbakar dengan tulang-tulang yang di lolos paksa. Percayalah, dalam hidupnya tidak pernah dia terkejut sampai seperti ini. Tubunya seperti mati rasa, ada himpitan yang membuat napasnya terasa berat.


Sekelebat bayangn kehancuran bisnisnya mulai terlihat.


“Wanita yang kau ancam itu adalah wanita paling berharga di hidupku! Tentu di hidup putramu juga!"


“Tapi, bu ... bukankah seharusnya Tuan Muda berterima kasih karena aku bisa memisahkan Ki ... maksudku Nyonya Kinara dengan putraku.”


Brakkk! sebuah gebrakan di meja terdengar.


“Kau pikir aku sama sepertimu, Roy! Tamak dan gila harta, bagiku kebahagiaan wanita yang aku cintai lebih penting dari angka nol di rekeningku!"


Roy hanya bisa mematung dengan kepala tertunduk dalam. Kata maaf pun rasanya akan sangat terlambat untuk diucapkan Roy. Karena dua cecunguk itu pasti sudah membuat Kinara berada dalam ketakutan.


“Aku tidak ingin basa-basi lagi! Batalkan pertunangan putramu!”


Roy mendongakan kepala. “Itu tidak mungkin, Tuan Muda.”


“Kalau begitu bersiaplah untuk jatuh sampai ke dasar! Besok, berita tentang bangkrutnya perusahaanmu akan segera terdengar di seluruh penjuru negeri!”


“Baik ... baik, Tuan. Aku akan membatalakan pertunangan mereka!"


"Bagus!"


Sial, jika tahu wanita itu adalah mantan istrinya. Aku juga tidak akan berani menyentuhnya meskipun seujung kuku, batin Roy.


“Satu lagi!”


“A ... apalagi, Tuan Muda?”


“Kau harus melepaskan Agra! Berikan ini padanya!” Dika melempar amplop pada Roy.


Dika bangun dari kursi diikuti Roy yang membungkuk memberi hormat.


🍃Rumah Kinara🍃


Selepas dari hotel, Ken segera memacu mobilnya menuju rumah Kinara. Nampak Kinara sedang menyirami bunga di halaman rumahnya.


“Selamat pagi, Nyonya?” sapa Ken begitu menghampiri Kinara.


“Selamat pagi, Ken.” Mematikan keran air. “Tumben pagi-pagi begini sudah ada di rumahku?”


Ken nampak tersenyum jenaka. Berbeda 180 derajat dari wajah seramnya ketika berhadapan dengan Roy.

__ADS_1


“Saya ada sedikit keperluan dengan Anda.”


Kinara tersenyum. “Duduklah, Ken. Mau aku buatkan kopi?”


“Tidak perlu, Nyonya.”


Ken bertingkah seolah semuanya baik-baik saja, seperti semalam tidak terjadi sesuatu dengan Kinara. Ini sesuai permintaan Dika, bekerja di balik diamnya.


“Jadi. Kau ada perlu apa, Ken?” Keduanya sudah duduk di kursi teras rumah.


“Saya hanya ingin memberikan ini, Nyonya.” Ken menyodorkan amplop pada Kinara.


“Apa ini, Ken?”


“Aku tidak tahu, Nyonya.”


Bohong! Jelas-jelas Ken tahu isi di dalam amplop itu.


“Aku hanya diminta memberikan itu pada Nyonya,” imbuh Ken.


“Memangnya ini dari siapa, Ken?”


“Tuan Muda.” Ken tersenyum.


“Dika?” Kening Kinara berkerut. Ken nampak menganggukan kepala.


Memangnya Tuan Muda siapa lagi? Akukan hanya bekerja untuknya, batin Ken.


"Ada lagi, Ken?"


Ken menggeleng. “Itu saja, Nyonya.” Ken bangkit dari kursi. “Saya permisi dulu,” lanjutnya sembari tersenyum.


“Ken ... kau datang sendiri?”


Ken nampak bingung menerima pertanyaan dari Kinara, pasalnya raut wajah Kinara menunjukan kekecewaan. Seharusnya Tuanmu juga ikut. Begitu Ken menggembarakan ekspresi wajah Kinara. Namun, tentu saja Ken tidak datang sendiri. Saat ini Dika sedang ada di dalam mobil. Mengawasi, melihat wanitanya dari balik kaca mobil.


Ken tidak menjawab. Dia hanya tersenyum penuh tanda tanya.


🍃Di dalam mobil🍃


Seperti biasanya, Dika menyentuh permukaan kaca mobil sembari bergumam, “Kulakukan semuanya untukmu, Kinara. Bahkan membuka jalan untukmu dan Agra agar kalian bisa bersama. Percayalah, cintaku padamu tidak akan memudar meskipun kau telah dimiliki laki-laki lain. Semoga jalan yang aku bukakan untukmu, senantiasa membuatmu bahagia, permata hatiku.”


Bersambung...


.


.

__ADS_1


Cuuus bayar emak sam like, komentar, rate bintang lima dan vote. Bantu TCK masuk rank.


__ADS_2