
“Terima kasih, Bu” Kinar kembali melangkah ke tempat duduknya.
“Kinar, kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat? Tidak apa-apa, Kinar. Lama-kelamaan kau juga akan terbiasa dengan sikap mereka. Dulu aku juga sepertimu, tidak kuat dengan kata-kata kasar yang terlontar dari mulut mereka. Tapi untunglah aku bisa bertahan sampai detik ini. Hehehe..” Kata Alisa begitu Kinar duduk di sampingnya, ia tertawa sembari membenarkan kacamatanya.
“Apa maksudmu dengan sikap mereka, Alisa?” Kinar bertanya dengan suara sedikit berbisik.
“Apa sampai sekarang kau belum juga mengerti, Kinar? Aku beri tahu yah, Agra Grissham, dia adalah anak tunggal dari keluarga Grissham dan pewaris kekayaan seluruh aset keluarga Grissham. Dia juga merupakan anak dari pemilik kampus ini, kampus kita. Allen Caitlin putri tunggal keluarga Caitlin, mereka memiliki banyak perusahaan yang bergerak dibidang ekspor impor, dan termasuk salah satu penyumbang dana di kampus ini. Gio Damara, anak tunggal keluarga Damara yang memiliki beberapa bar dan beberapa pusat perbelanjaan. Di belakangmu namanya Marry Claire, dia adalah anak walikota, yang cantik di ujung sana adalah..... Lalu yang itu.... Dan yang itu...”
Alisa menjelaskan latar belakang beberapa temannya. Kinar bergidik, apalah artinya dia. Dirinya yang hanya anak dari seorang Pegawai Negeri Sipil dan ibu rumah tangga biasa bagaimana mungkin bisa berada di tengah-tengah mereka. Dia hanya ikan kecil yang berusaha bertahan hidup di antara ikan-ikan besar yang siap melahapnya habis tanpa tersisa. Namun Kinar tidak akan menyerah begitu saja, tidak akan pernah.
Jadi ini tujuanmu, Dika? Membuat aku tertekan, apa kau sedang membunyikan genderang perang denganku? Batin Kinar.
Kinar hanya tersenyum mendengar kalimat yang diucapkan, Alisa. Sikap Kinar yang seperti tidak mengenal takut membuat Alisa kagum, Alisa yang hanya anak dari pemilik toko makanan kecil-kecilan sudah kenyang dengan cacian dan hinaan dari teman-temannya. Namun kedua orang tua Alisa yang menjadi alasan dirinya tetap bertahan di dalam kampus yang lebih pantas disebut neraka.
Dari cerita yang disampaikan Alisa, Kinar bisa menarik kesimpulan jika di dalam ruangan ini semua penghuninya adalah anak dari pengusaha kaya raya, artis, model, bahkan sampai anak walikota ada di ruangan ini. Anak-anak dari orang tua yang kaya raya dengan aset di mana-mana dan merupakan ahli waris kekayaan orang tua mereka. Pantas saja kelakuan mereka seperti tidak memilika perasaan dan tidak mengenal sopan santun.
Kinar gelisah, bukan karena penjelasan yang disampaikan Alisa tentang kekuasaan temannya. Hatinya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut manja. Sepanjang materi yang disampaikan Dosen tidak ada satu pun yang Kinar mengerti. Saat ini yang ada di pikirannya hanya mengenai keterangan dirinya yang mendaftar di kampus ini sebagai mahasiswi yang mendapatkan beasiswa.
“Baiklah, sampai di sini yah materi kita. Sampai jumpa minggu depan.” Jessika melangkah keluar meninggalkan ruangan dan menghilang di balik pintu.
Kinar bergegas memasukkan buku-bukunya lalu bangkit dari tempat duduknya. Sampai langkahnya terhenti ketika mendapati Agra sudah berdiri di depannya. Akhirnya Kinar kembali duduk. “Kinar, aku antar pulang, yah?” kata Agra.
Kinar menggeleng. “Tidak perlu, Agra.”
Agra memaksa, tidak bergerak barang se inci pun dari posisinya. “Ayolah, Kinar. Aku minta maaf soal yang tadi.”
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Agra. Tidak ada kesalahan yang kau lakukan sampai harus meminta maaf padaku.” Kinar bersikeras menolak.
“Itu artinya kau akan tetap berada di dalam kelas, karena aku tidak akan membiarkanmu melangkah satu centi pun dari ruangab ini. Sebelum kau memberikan aku kesempatan untuk mengantarmu pulang.” Kata Agra.
__ADS_1
“Please, Agra. Aku harus segera pulang.” Kata Kinar sedikit memohon.
Agra mengernyitkan alis, bingung. Wanita keras kepala itu bisa terlihat begitu gusar, apa yang menjadi penyebab keresahan di hatinya?
“Kau sudah ada janji?” Agra mengira-ngira. “Jika sudah ada janji, aku akan melepaskanmu.” Kata Agra.
Jika aku mengatakan sudah ada janji, kau tidak akan melepaskan aku Agra. Kau akan kembali mencecarku dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiada habisnya dan memaksaku untuk menjawabnya. Batin Kinar.
“Tidak ada, aku hanya harus cepat pulang.” Kata Kinar memberi alasan.
Ken akan curiga jika aku terlambat keluar dari kampus, belum lagi aku masih penasaran dengan keterangan beasiswa itu. aku ingin segera sampai di rumah dan bertanya langsung pada laki-laki apatis itu. Batin Kinar.
Agra menelisik, memandang Kinar dengan tatapan penuh selidik.
“Tidak ada janji, tapi ingin cepat sampai di rumah. Bukankah seharusnya tawaranku bisa dipertimbangkan, mobilku adalah mobil yang cukup mahal. Aku rasa, mobilku bisa mengantarmu agar cepat sampai di rumahmu.” kata Agra membujuk.
“Kau tidak mengerti, Agra.” Kata Kinar.
“Aku tidak bisa menjelaskan apa pun padamu, Agra. Aku hanya sedang terburu-buru, jadi tolong minggir dari jalanku. Kenapa kau selalu menghalangi jalanku, Agra? Lihatlah, ada berapa banyak pasang mata yang memperhatikan kita.” Kata Kinar.
“Persetan, aku tidak peduli dengan tatapan mereka. Aku hanya ingin mengantarmu pulang, apa itu terlalu mengganggumu, Kinar?” Tanya Agra.
“Minggir, Agra. Jangan menguji kesabaranku.” Kata Kinar.
Agra tersenyum getir, semakin dipaksa Kinar akan semakin memberontak. Tentu Agra tidak ingin hal ini terjadi, dengan susah payah dirinya bisa membuat kinar bersedia menjadi temannya. Agra kembali memutar otaknya, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan Tuhan untuknya.
“Biklah, kali ini aku akan melepaskanmu. Tetapi dengan satu syarat.” Agra menunjukan angka satu dengan jari telunjuknya, Kinar terdiam. Agra tersenyum, tangannya bergerak masuk ke dalam kantung celana dan mengeluarkan handphone dari dalamnya.
Klataaak...
__ADS_1
Agra melemparkan smartphone miliknya ke atas meja. “Catat nomormu.” Agra melirik ke arah smartphone yang tergeletak di atas meja. Kinar mencibir, benar saja dugaannya. Laki-laki dengan tingkat kepercayaan tinggi seperti Agra tidak akan semudah itu melepaskannya.
“Aku tidak mau.” Kata Kinar.
“Maka kau dan aku akan tetap berada di dalam ruangan ini.” Agra tersenyum puas. “Sebenarnya, Kinar. Aku bisa mendapatkan nomor teleponmu dengan sangat mudah, bukan perkara yang sulit untukku. Tetapi aku bukan seorang pencuri yang harus mengendap-endap demi mendapatkan informasi tentang dirimu. Aku lebih suka jika aku memintanya dan kau memberikannya. Kau mengerti maksudku, Kinar?” Seringai licik jelas terlihat di wajah Agra.
“Aku lupa nomor teleponku, dan hari ini aku tidak membawa handphone.” Kata Kinar.
“Itu artinya kau bisa membawa handphone milikku, nanti aku yang akan menghubungimu.” Agra masih terlihat senang dengan seringai liciknya.
Membawa handphonemu sama saja aku sedang melakukan bunuh diri. Tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan laki-laki menyebalkan ini. Batin Kinar.
Kinar meraih handphone milik Agra yang tergeletak di atas meja. Menekan tombol samping dan mendapati hanphone milik Agra yang terkunci dengan kode pin. “Pinnya?” Kata Kinar.
“Namamu.” Kata Agra sembari diiringi senyum di sudut bibirnya.
Kinar menghela napas panjang dan menghembuskan kasar. “Berhenti bersikap seperti anak kecil, Agra.”
“Mau taruhan?” Agra menaikkan alisnya. Kinar paham dengan ekspresi wajah seperti ini. ia kembali menatap layar smartphone dan memasukkan namanya di sana. Klak... smartphone itu terbuka. Kinar melongo tidak percaya, sejak kapan laki-laki dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi itu bisa mengubah sandi smartphone-nya.
“Kau terkejut?” Pertanyaan Agra membuyarkan lamunan Kinar.
“Tidak, mungkin cara seperti ini sudah kau gunakan untuk merayu puluhan atau bahkan ratusan wanita.” Kata Kinar.
“Sayangnya kau harus menelan kekecewaan, karena aku melakukan hal itu hanya padamu.” Kata Agra penuh percaya diri.
Tidak ingin berlama-lama dengan Agra. Kinar mencatat nomor teleponnya dan menyodorkan handphone itu kepada Agra. “Kau puas? Sekarang minggir dari jalanku.”
“Ok.” Agra memutar tubuhnya, membiarkan Kinar meninggalkannya, sementara dirinya masih tersenyum puas karena merasa menang dari Kinar.
__ADS_1
\=\=\=Bersambung 💕💕
Please, Klik Like 🖒 Favorite ❤ Tinggalkan Komentar 💬 beri Rate bintang 5, bagi Vote yang banyak yah 🤗 Dukungan kalian sangat berarti untuk Author. 😍☺