Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
S2. Kisah Pilu (Part 2)


__ADS_3

lima tahun yang lalu. Ketika kisah pilu itu bermula. Allen adalah gadis yang begitu sombong dan arogan. Dia memiliki segalanya, uang dan kekuasaan dari orang tuanya. Sebagai anak dari keluarga Caitlin rasanya pantas jika Allen menjadi dambaan setiap lelaki. Parasnya yang cantik dengan gelar pewaris aset keluarga Caitlin membuat banyak laki-laki bersedia menjadi pendamping hidupnya, tetapi Allen hanya mencintai satu laki-laki yaitu Agra Grissham. Cinta pertamanya ketika dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


Sebagai wanita modern dia tidak malu untuk menyatakan cinta lebih dulu, tetapi hati agra tetap tidak bisa dia miliki. Di hatinya hanya ada satu wanita. Wanita yang teramat dia cintai.


Sampai suatu ketika, gayung bersambut. Perjodohan antara dirinya dan Agra pun terjadi. Dia yang begitu menginginkan sosok Agra untuk menjadi pendamping hidupnya tentu saja langsung setuju dengan perjodohan itu tanpa pikir panjang. Tidak peduli apakah Agra setuju atau tidak dengan perjodohan itu.


Perjodohan demi kekuasaan. Hey, ayolah. Kita bukan lagi hidup di zaman Siti Nurbaya, dimana perjodohan menjadi hal biasa. Namun, itulah yang terjadi pada Agra dan Allen. Demi bersatunya dua perusahaan raksasa kedua orang tuan mereka menjodohkan tanpa bertanya lebih dulu. Suka tidak suka, mau tidak mau, mereka hanya boneka yang harus menurut.


Saat itu Agra sudah mencintai wanita lain. Namanya Kinara. Gadis sederhana yang berhasil mendapatkan hati seorang Agra. Sayangnya, Allen tidak peduli. Baginya, tidak masalah jika harus memiliki tubuh Agra lebih dulu, baru setelah itu dia memikirkan cara untuk mendapatkan hati Agra.


Petaka pun dimulai. Agra yang menolak mati-matian perjodohan itu tidak bisa berbuat banyak ketika Allen datang menemui Kinara, membujuk Kinara agar mau mengalah demi pertunangannya dan Agra. Kinara yang baik hati dan peduli dengan orang lain akhirnya memutuskan untuk mengalah, melepas Agra demi Allen.


“Kenapa kamu menemui Kinara?! Kamu bahkan memohon padanya. Sekarang dia meninggalkan aku hanya karena kasihan padamu. Sudah kukatakan aku tidak akan menikah dengan wanita lain selain Kinara. Kenapa kamu egois sekali, Allen!" seru Agra membuat gadis yang berdiri di depannya menundukkan kepala dalam.


“Aku hanya ingin kita saling mengenal, Agra. Apa salahnya. Apa kurangnya aku di matamu?” tanya Allen dengan mata berkaca-kaca.


Agra mendekat. Menangkap kedua bahunya. “Kurangmu hanyalah satu. Kamu bukan wanita yang bisa membuatku jatuh cinta.”

__ADS_1


“Tapi kita bisa mencobanya. Aku bersedia hidup denganmu meskipun kamu tidak mencintaiku."


Agra tersenyum sarkas. “Kamu coba saja sendiri, tapi dengan pria lain. Bukan denganku!” Suaranya semakin meninggi dengan mata melotot membuat Allen ketakutan.


“Aku ...,” ucap Allen terputus.


Kenapa? Apa kamu bahagia melihatku kehilangan satu-satunya wanita yang aku cintai?!" Agra menatap Allen dengan tatapan tajam.


"Aku ... ti-tidak bermaksud begitu."


Allen berusaha mundur. Suara serak dan dalam milik lelaki di depannya terdengar menakutkan. Tidak lagi merdu seperti biasanya.


"Berhenti menangis! Kamu ....” Agra berjalan mendekat. Meraih dagu Allen dan mendongakkan kepalanya. Kedua netra bening mereka bertemu. “Apa kamu begitu ingin tidur denganku? Sampai-sampai kamu menggunakan cara kotor seperti ini. Emm ... tubuhmu lumayan juga.” Agra menatap Allen dari atas sampai bawah. Menyapu setiap inci tubuh Allen. Senyumnya mengembang dengan sudut bibir terangkat. “Aku bisa memuaskanmu di atas ranjang, Sayang."


"Ja-jangan mendekat lagi." Kali ini Allen benar-benar takut.


"Ayolah. Tidak usah munafik, aku tahu kamu ingin juga, 'kan?"

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya ingin kamu melihatku. Aku hanya ingin kamu mencintaiku."


Agra terbahak mendengar jawaban Allen. "Kamu bilang cinta?" Mencengkeram pergelangan tangan Allen. "Aku bisa memuaskan hasratmu di atas ranjang, tetapi selamanya hatiku tidak akan pernah menjadi milikmu!" Tersenyum sarkas. "Tidak akan pernah," ulangnya memberi peringatan.


“Ap-apa maksudmu, Agra?" Allen berusaha melepaskan diri.


“Ayo kita menikah. Aku akan memenuhi kebutuhan lahirmu, tapi jangan berharap lebih dengan hatiku.”


“A-aku ... aku tidak mau." Matanya mulai basah. "Ki-kita batalkan saja pertunangan ini.”


Nyali Allen menciut. Ini kali pertama Allen melihat Agra seperti itu. Masih banyak waktu. Aku masih bisa membuatmu jatuh ke dalam pelukanku. Untuk saat ini sebaiknya aku mengalah, batin Allen.


“Good. Ayo kita batalkan.”


Bersambung ....


ok. udah crazy up yah. Masa nggak masuk 10 besar 🤣 Yuk pada vote.

__ADS_1


__ADS_2