Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara
Aset Keluarga Grissham


__ADS_3

Kinara duduk di dekat mini market, menekuk kedua kakinya dan berpikir keras bagaimana caranya dia bisa pulang.


Kinara bahkan tidak tahu alamat mansion Dika, pun tidak tahu jalan di sekitar sini. Kinara bahkan tidak tahu harus mengendarai motornya ke kiri atau ke kanan.


Meminta bantuan Agra sama saja bunuh diri, Agra akan mengetahui semua kebohongannya. Mengapa kali ini hatinya tidak ingin Agra tahu tentang statusnya, apakah dirinya mulai tamak? Mulai rakus dan ingin mengikat Agra di sisinya? Atau karena keadaan akan semakin buruk ketika Agra mengetahui tentang statusnya, lagi pula itu salah satu syarat yang diajukan Dika pada Kinara. Menutup rapat-rapat status pernikahan mereka.


Drrt....


Kinara tersentak ketika handphone di dalam tasnya bergetar. “Ken?” gumamnya heran.


“Hallo, Nyonya? Astaga, sebenarnya anda ada di mana? Saya sudah mencari anda di kampus, bahkan sudah berkeliling tetapi tidak menemukan anda. Sy menghubungi nyonya berkali-kali dan nyonya baru mengangkat telepon dari saya.” Ken memberondong pertanyaan begitu sambungan teleponnya terhubung.


“Maaf, Ken. Aku pikir kau tidak menjemputku.” Kinara ingat betul dirinya meminta Dika untuk tidak menjemputnya, karena sepulang kuliah Kinara ingin mencari pekerjaan.


“Saya disuruh tuan untuk menjemput nyonya. Sekarang nyonya ada di mana? Biar saya ke situ.” Kata Ken di seberang sana.


“Ah, sebentar.” Kinara bangkit dan melangkah, mendongakkan kepalanya dan membaca deretan huruf di papan mini market. “Aku ada di jalan SS, di depan mini market AA.”


“Baik, saya akan segera sampai, Nyonya.”


Begitu sambungan telepon terputus, Kinara segera melepas jaket milik Agra, melipat dan memasukkannya ke dalam jok motor. Kinara tidak tahu harus bagaimana menjelaskan tentang jaket itu, jika Dika bertanya padanya.


Ckiiiit...


Sebuah mobil yang Kinara kenal berhenti tepat di depan mini market. Dari dalam mobil Ken segera berlari menemui Kinara, membungkukkan tubuhnya dan tersenyum sopan.


“Untunglah tidak terjadi apa-apa dengan, Nyonya.” Sapa Ken sopan.


Kinara bangun. “Santai saja, Ken. Aku bukan anak kecil, dan aku bisa menjaga diriku sendiri.” membalas senyum Ken.


“Ah, nyonya. Setelah sampai di mansion, tolong kuatkan diri anda.” Ken mengingatkan. "Hanya untuk jaga-jaga, saja." pandangan Ken menerawang jauh.


Kinara mengernyitkan dahi tidak mengerti dengan peringatan Ken.“Apa maksudmu, Ken.”


Ken tertunduk lemas.


🌷Flash back on🌷


Dua jam sebelumnya.


“Bagaimana dengan hasil penyelidikkanmu, Ken?” Dika menyilangkan kaki dan menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.


Posisi favoritnya ketika beradu pendapat.

__ADS_1


“Nomor telepon dan plat motor yang tuan berikan pada saya untuk diselidiki, ternyata adalah milik putra tunggal keluarga Grissham, yaitu Agra Grissham.” Ken menunduk sopan.


“Keluarga Grissham?" Menurunkan kaki. "hmmmm...." berpikir sejenak. "Seberapa kuat jaringan bisnis keluarga Grissham?” Dika menaikkan alisnya.


Meski samar tetapi Ken bisa merasakan kengerian terpancar di wajah Dika.


Ken menyerahkan beberapa lembar kertas yang berisi seluruh informasi mengenai jaringan bisnis dan aset keluarga Grissham.


Yang sebelumnya sudah dia hafal dan pelajari.


“Ini, tuan.


keluarga Grissham hampir menguasai setengah bisnis di Asia, sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, bar, taman hiburan, restoran, hotel, bahkan rumah sakit. Bisnis keluarga Grissham hampir menyentuh semua bidang.


Bahkan perusahaan kita sendiri memiliki kesepakatan kerja sama dalam beberapa kontrak.


Misalnya, mega bangunan hotel bintang lima di kota B, pembangunan pusat perbelanjaan di kota D, dan masih banyak lagi.” Ken menarik napas pelan, sangat hati-hati sampai tidak menimbulkan suara apa pun.


“Semua data yang berhasil saya kumpulkan adalah bisnis yang dilakukan secara terang-terangan,


saya yakin masih banyak lagi bisnis dan aset keluarga Grissham yang belum terdata dan tersentuh media.” Ken menjelaskan dengan rinci,


Dika menyapu bersih semua informasi tentang bisnis keluarga Grissham, secepat kilat memindai deretan kata demi kata ke dalam otaknya.


“Apa ini, playboy kelas kakap?” Dika melempar tumpukkan kertas itu ke atas meja.


Dari hasil penyelidikanku, Agra Grissham adalah laki-laki yang memiliki sejarah buruk tentang wanita, dia berhasil mengencani ratusan wanita.


Tidak main-main, gadis yang di kencani pewaris tahta keluarga ini adalah, model, selebriti, anak pejabat, dan masih banyak lagi. Bahkan ada banyak wanita yang tergila-gila padanya, wanita yang di kencaninya tidak pernah lebih dari satu minggu. Dan dia tidak pernah berkencan dengan orang yang sama.” Dika mengepalkan tanganya dan memukul lengan sofa.


Jadi kau sedang berusaha naik ke ranjang laki-laki seperti ini, Kinara? Kau benar-benar diluar dugaanku.


“Berapa persen kita bisa menghancurkan bisnis keluarga ini sampai ke dasar?” Dika bersandar di punggung kursi.


Ken menautkan kedua alisnya. Pertanyaan yang barusan diluar jangkauan penyelidikannya,


untung saja Ken sangat pintar dan tahu betul kekuata perusahaan Dika.


Sehingga dirinya bisa membandingkan kapasitas dan kekuatan dua raksasa bisnis itu.


“Kita mungkin bisa melakukannya, tuan. tetapi ada resiko yang harus kita tanggung. Ketika keluarga Grissham hancur, tidak menutup kemungkinan perusahaan kita juga akan mengalami kehancuran.”


Ken menarik napas sebelum membuka kembali mulutnya.

__ADS_1


“Karena ada beberapa binis kita dengan nilai fantastis yang bekerja sama dengan mereka, jika mereka hancur kita pun akan hancur. Secara menyeluruh, bisnis keluarga Mahendra masih di atas keluarga Grissham. Tetapi untuk menghancurkan keluarga yang memiliki kekuasaan, kita harus memikirkan cara lain.”


Ken menelan ludahnya,


Sebenarnya hal besar apa yang mengusik Dika? sampai memiliki keinginan untuk menghancurkan bisnis keluarga Grissham? Bukankah selama ini hubungan keduanya baik-baik saja? Sekelumat pertanyaan berkecamuk di benak Ken.


Mendengar penjelasan dari Ken hanya membuat amarah Dika semakin memuncak, Ken yang berdiri di dekatnya bahkan merasakan hawa berbeda datang dari tatapan mata Dika.


“Selidiki lebih rinci lagi semua jaringan bisnis keluarga Grissham. Pergi, jemput, Nyonya.” Dika mengibaskan tangannya.


🌷Flash back off🌷


“Ken? Ada apa? Kau melamun?” Kinara mengibaskan tangannya di depan wajah Ken.


Goyangan tangan Kinara membuat Ken kembali tersadar dari lamunan.


“Ah,


maafkan saya, Nyonya. Mari kita pulang.” Ken membuka pintu mobil dan mempersilakan Kinara dengan sopan.


Kinara nyengir, tidak tahu akan seperti apa reaksi yang diberikan Ken ketika melihat Kinara mengendarai motor.


“Begini, Ken.” Kinara mendekati Ken. “Aku habis beli motor, jadi setelah ini kau tidak perlu repot-repot mengantar dan menjemputku, lagi pula aku juga harus bekerja paruh waktu.” Kinara menunjuk motor merah yang terparkir rapi di sana.


Ken menoleh, jelas terlihat kecemasan di wajah Ken. Mungkin Ken terlalu takut jika Kinara akan menerima perlakuan buruk dari Dika.


“Dika mengetahui hal ini, Ken. Dan sudah sesuai persetujuannya.” Kinara menenangkan Ken.


Ken menghela napas lega.


Setelah perdebatan yang cukup panjang, dan kalimat memohon yang terus keluar dari mulut Ken.


Akhirnya Kinara memilih mengalah, dia tetap naik mobil dengan Ken sementara motor itu dibawa dengan mobil pick up. Dengan syarat Ken harus menjelaskan secara rinci jalanan apa saja yang harus di lewati Kinara untuk pulang pergi ke kampus.


\=\=\=\=> Bersambung....


Jangan lupa Mampir di novel Romance Fantasi..


REINKARNASI DUA BINTANG... DIJAMIN SERU.... ❤️❤️


Plis klik Like, Favorit, Vote, Rate bintang5....🙏🙏❤️❤️


Ranknya jauh banget.. cuma minta update tapi gak mau VOTE..

__ADS_1


yang belum tahu cara Vote bisa dilihat di bab 31.. cek ajah.. Vote yg banyak.. ok


Bantu Author untuk promosi yah, bisa lewat IG, FB, atau Komen di novel lain. makasih 🙏❤️🌷


__ADS_2