Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 100 "Berlatih"


__ADS_3

Shakira masih sebal dengan Kak Bryan serta sahabatnya sendiri, yang sekarang memilih lebih percaya pada pacarnya daripada teman yang selalu setia dengannya mulai kecil dan sambpi sekarang dia mulai beranjak dewasa.


Shakira terlihat murung dan mukanya ditekuk juga terlihat masam, mereka sudah tiba tepat ke tempat Kak Bram biasa berlatih, Himawari dan Kak Bryan sangat akur sekali, bahkan Kak Bryan menggandeng tangannya saat ini .


Shakira berjalan dia belakangnya mengikuti pelan-pelan, ternyata Kakak Bram sudah siap menunggu mereka bertiga.



"Wah... Kak Bram kau keren sekali bahkan aku tak pernah melihat pria sekeren kau sebelum nya hihihi." ujar Shakira sambil cekikikan dan menatap Kak Bram tanpa berkedip ,dia amat terpesona dengan gaya Kak Bram yang kece.


Karena terlihat sangat kuat dan jantan,Shakira menatapnya dengan lekat dan terpana sesaat pada Kak Bram . Matanya hanya tertuju pada Kak Bram dan tak beranjak sama sekali .


"Hei, kenapa kau melamun Shakira, gadis ini?" Himawari pun menggerakkan beberapa kali telapak tangannya pada wajah Shakira, dia hanya melamun saja menatap Kakak Bram tanpa berkedip sama sekali .


"Iya, ma ..maaf aku hanya tak bisa menahan mataku ." sambil mengusap pipinya yang saat ini kian memerah seperti buah delima, warna merah menempel dan melekat di kedua pipi Shakira dia terlihat tersipu malu.


Kak Bram mendongakkan wajahnya menatap dan tersenyum, terlihat matanya yang sangat sipit, dan senyuman manisnya itu terlihat di wajah Kak Bram saat ini.


Shakira jadi salah tingkah karena Kakak Bram menggerakkan kedua alis matanya dan mulai menggodanya. Himawari lalu melihatnya dia hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya setelahnya.


"Ayo kita berlatih !!,aku sudah menunggu dari tadi kalian kenapa lama sekali?" tanya Kakak Bram pada Kak Bryan mencibirkan bibirnya yang sangat seksi sekali, dengan wajahnya super tampan maksimal.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku mengendarai dengan pelan saja." ujar Kak Bryan pada Kak Bram dan menatapnya sambil tersenyum .

__ADS_1


Mereka bertiga lalu berlatih dengan diawali pemanasan terlebih dahulu, berlari mengitari area, dan Himawari seperti biasa tak mau ikut hanya duduk dan menunggu mereka berlatih.


Himawari hanya bermain game di ponselnya. Sesekali minum jus yang sudah ia bawa sejak pulang sekolah tadi. Nampak Shakira dan Kak Bram itu berkeringat sangat serius melakukan beladiri karena Kak Bram jago beladiri dan dia juga ahli dalam boxing,maka sangatlah cocok jika dia menjadi pelatih Shakira dan Kak Bryan


Dua jam telah berlalu dan Himawari kelelahan bermain di ponselnya, namun mereka bertiga tetap kuat berlatih dengan penuh semangat .


Kak Bryan sangat antusias menerima ajaran dari Kak Bram, dia amat fokus mendengarkan semua arahan dan tips dari Kak Bram karena ingin mengalahkan Abang Gamma.


"Dengarkan Bryan jika kau berlatih hanya saat kau ingin saja salah." ujar Kak Bram pada Kak Bryan saat ini dengan tatapan yang tajam bak mata elang, dia memberitahu Kak Bryan.


"Lalu." jawab Kakak Bryan pada Kakak Bram dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Ehm, berlatihlah setiap hari dan belajar untuk terus mengasahnya, bukan karena kau ingin menang." sambil menepuk pundak Kak Bryan.


"Baiklah, lalu aku harus bagaimana jika saat berhadapan dengan Abang Gamma????"Kak Bryan mengernyitkan kedua alisnya sembari semua peluh menetes di wajahnya saat ini.


Lalu dia menghampiri Shakira yang sedang beristirahat dan meluruskan kedua kaki nya .


"Oh iya kenapa kau tadi murung?" tanya Kak Bram pada Shakira dan memberinya air putih dingin botolan pada Shakira.


"Makasih." sambil menerima air dingin dari Kak Bram saat ini. Mengistirahatkan kakinya yang sudah kelelahan.


Kak Bram pun duduk di samping Shakira saat ini.

__ADS_1


"Iya tadi pas perjalanan kemari, aku bilang pada Himawari agar tidak terlalu dekat pada Bryan." ujar Shakira dan meminum air putih dingin itu, sesekali dia mengusap wajahnya yang penuh dengan tetesan peluh mengucur.


"Kenapa tak boleh, Bryan menyukai Himawari kenapa tidak?" tanya Kak Bram penasaran dia melihat wajah Shakira yang akan bercerita .


"Aku rasa semua pria itu sama, jika mereka sudah bertengkar ,maka dia itu akan berbuat seenaknya." gerutu Shakira sangat sebal, dia mengerucutkan bibirnya dan menyeringai ke arah Bryan saat ini.


"Oh, apakah yang kau maksud kekerasan?" suara Kakak Bram yang renyah dan sangatlah sopan di telinga Shakira saat ini menyihirnya.


"Benar, kemarin ada seorang pria memukul helm kepala istrinya." jawab Shakira sambil tersenyum melihat wajah Kakak Bram yang tampak dewasa dan bijaksana di matanya .


"Oh, ku kira apa?,dan aku rasa tak semua pria seperti itu." ujar Kak Bram sambil tersenyum kecil pada Shakira karena ,dia hanya melihat satu pria melakukan kekerasan sudah berani menuduh Kak Bryan akan melakukan hal yang sama pada Himawari.


"Memang benar pria selalu melampiaskan kekesalannya dengan kekerasan." suara lirih Kakak Bram yang terdengar bijaksana ,amat dewasa dan sopan membuat Shakira takjub.


"Namun adakalanya, yang kau tuduhkan itu juga salah." jawab Kak Bram sembari melihat wajah Shakira yang melihatnya saat ini.


"Benarkah?" suara Shakira yang serak dan agak parau terdengar seperti suara seorang pria. Namun dia berusaha sopan di depan Kak Bram saat ini.


Kak Bram hanya mengangguk dan tersenyum menjawab pertanyaan dari Shakira.


Kak Bryan nampak sudah kelelahan dan turun menghampiri Himawari yang asyik merebah di atas sofa, karena lelah dan bosan .


"Kau mengantuk?,ayo kita pulang habis ini." Kak Bryan mengambil handuk dan mengusap ke wajahnya yang tampan nan rupawan dan penuh dengan keringat.

__ADS_1


"Iya aku ngantuk, dan juga masih banyak buku yang harus aku baca agar nilaiku naik." ucap Himawari sembari menutup matanya karena dia amat mengantuk .


Bersambung...


__ADS_2